iklan jual beli mobil

Toyota dan Universitas Udayana Realisasikan Semboyan ''We Make People Before We Make Products"


OTOJATIM - Bagi Anda penggemar brand Toyota, mungkin tidak asing dengan semboyan "We make people before we make products" atau "We build people before we build cars". Yang maknanya adalah membentuk karakter orang yang unggul sama pentingnya dari membuat produk yang baik.


Hal itulah yang dilakukan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berkolaborasi dengan Universitas Udayana dengan mengadakan pembelajaran berbasis industri. Ini dimaksudkan juga untuk merawat mimpi mahasiswa dalam perjalanan menuju dunia kerja.


Selain menggelar pembelajaran berbasis industri melalui kuliah umum yang menghadirkan Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, TMMIN juga melaksanakan peninjauan di Lean Manufacturing Laboratory, Fakultas Teknik Universitas Udayana. 


Kegiatan tersebut bertujuan melihat secara langsung penerapan Toyota Production System (TPS) dalam proses pembelajaran. Hal ini merupakan bentuk kolaborasi antara industri dan pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing.


Dalam kuliah umum tersebut, Nandi Julyanto memperkenalkan sekaligus berbagi pengalaman Toyota dalam membangun budaya kerja yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Ia memaparkan berbagai aspek yang menjadi fondasi budaya tersebut, mulai dari kepemimpinan hingga nilai-nilai perusahaan yang dipegang teguh oleh Toyota, yaitu integritas, visioner, menghargai, kepemilikan, inovatif, dan kerja sama. 


Selain itu, ia juga menekankan pentingnya prinsip Bad News First, yakni keberanian menyampaikan persoalan sejak dini agar solusi dapat segera dirumuskan dan diterapkan. Nandi menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut bukan sekadar budaya kerja di Toyota, melainkan prinsip yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional. 


Salah satu implementasi nyata dari nilai-nilai tersebut adalah TPS yang menjadi fondasi Toyota dalam membangun budaya perbaikan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas, produktivitas, dan efisiensi di setiap proses kerja.


"TPS bukan sekadar sistem produksi yang lahir dari Toyota. Bagi kami, TPS adalah cara berpikir dan cara bekerja. Melalui TPS, setiap orang didorong untuk tidak berhenti pada penyelesaian masalah di permukaan, tetapi berani mencari akar persoalannya, mengambil keputusan berdasarkan fakta, dan terus melakukan perbaikan," kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN.


Pria dengan nama depan Nandi ini juga menambahkan, "Karena kami percaya, kemajuan yang berkelanjutan selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari," kata Nandi.


Genba


Saat meninjau penerapan TPS di Lean Manufacturing Laboratory, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Nandi Julyanto berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa mengenai upaya penyempurnaan penerapan TPS dalam proses pembelajaran.


Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan makna Genba dalam budaya Toyota, yaitu “tempat sebenarnya” atau lokasi berlangsungnya suatu proses. Melalui pendekatan tersebut, setiap persoalan dapat dipahami secara langsung di lapangan sehingga solusi yang diambil didasarkan pada fakta, bukan sekadar asumsi. 


Selain itu, kegiatan Genba juga menjadi bagian dari penerapan filosofi Kaizen, yaitu semangat melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.


"Melalui Genba, kami ingin mahasiswa merasakan bahwa pembelajaran terbaik lahir dari pengalaman langsung. Di lapangan, mereka tidak hanya mempelajari TPS sebagai teori, tetapi belajar melihat proses apa adanya, memahami mengapa sebuah persoalan bisa terjadi, lalu mencari solusi berdasarkan fakta," tambah Nandi. 


"Kami berharap pengalaman ini menumbuhkan cara berpikir yang kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, serta keberanian untuk terus memperbaiki setiap proses. Bekal inilah yang akan mereka bawa saat memasuki dunia industri," lanjut Nandi.


Universitas Udayana merupakan salah satu dari 10 perguruan tinggi yang mendapat pendampingan dari TMMIN dalam penerapan TPS secara bertahap. Sepuluh perguruan tinggi tersebut adalah: 


  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • Universitas Diponegoro (UNDIP)
  • Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Universitas Syiah Kuala (USK)
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
  • Universitas Hasanuddin (UNHAS)
  • Universitas Darma Persada (UNSADA)
  • Universitas Udayana (UNUD)
  • Universitas Indonesia (UI)


Pendampingan TPS dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengembangan laboratorium TPS di universitas, dilanjutkan dengan pemberian pemahaman Lean Manufacturing kepada dosen dan mahasiswa hingga terbentuk kurikulum yang dapat diterapkan pada mata kuliah. 


Selanjutnya, universitas didorong untuk mengembangkan penerapan TPS yang telah diberikan, dengan tujuan akhir mahasiswa dapat menerapkan langsung di dunia industri. Melalui kolaborasi tersebut, TMMIN berharap proses pembelajaran di perguruan tinggi semakin selaras dengan kebutuhan industri. 


Dengan memadukan pemahaman akademik dan pengalaman praktis, mahasiswa diharapkan memiliki pola pikir yang sistematis, kemampuan memecahkan masalah, serta semangat untuk terus belajar dan melakukan perbaikan di mana pun mereka berkarya.

LihatTutupKomentar

Demi Menarik Pembeli, Yamaha Luncurkan 12 Aksesoris Original All New Vixion

Berikut beberapa aksesoris All New Vixion Jakarta, Otojatim.com – Yamaha secara resmi meluncurkan 11 aksesoris All New Vixion dan All ...

close
harga yamaha nmax turbo