Penjualan Suzuki XL7 di Jatim Saat Ini 130 Unit per Bulan, UMC Bidik Naik ke 200 UnitOTOJATIM – PT United Motors Centre (UMC) optimistis penjualan Suzuki XL7 terbaru di Jawa Timur masih berpeluang tumbuh hingga akhir 2026. Saat ini, penjualan XL7 di wilayah Jawa Timur berada di kisaran 130 unit per bulan.
![]() |
| Suzuki XL7 terbaru saat seremoni penyerahan perdana kepada konsumen di Hedon Estate, Surabaya, Sabtu (5/9/2026). |
“Kalau berjalan dengan baik, estimasi saya kurang lebih mungkin sekitar 200 unit. Saat ini kan kurang lebih di angka 130-an per bulannya di Jawa Timur,” ujar Senior Area Sales Manager PT United Motors Centre (UMC) Wiyarso Adiwibowo.
Menurut Wiyarso, peluang pertumbuhan penjualan juga didukung karakter pasar pada penghujung tahun. Program penjualan dan berbagai promo yang biasanya lebih agresif menjelang akhir tahun dapat mendorong konsumen mempercepat keputusan membeli kendaraan.
UMC juga berharap XL7 terbaru dapat mengikuti pertumbuhan pasar hingga akhir tahun. Dari sisi pasokan, Wiyarso memastikan tidak ada kendala berarti karena XL7 merupakan produk yang diproduksi di Indonesia.
“Secara jumlah untuk pasokannya tidak ada masalah. Jadi untuk pasokan setiap bulan, UMC sendiri di atas 100 unit,” katanya.
Daya Beli Jadi Penentu
Wiyarso melihat daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pergerakan pasar otomotif hingga akhir tahun.
Selain kondisi ekonomi, program yang ditawarkan dealer maupun produsen juga dinilai memiliki pengaruh besar terhadap keputusan konsumen.
“Program-program di akhir tahun itu sangat memicu konsumen untuk membeli atau memutuskan untuk membeli,” jelasnya.
Ia juga menilai aktivitas belanja pemerintah dapat memberikan efek terhadap pasar otomotif secara tidak langsung. Perputaran anggaran di masyarakat membuat aktivitas ekonomi bergerak dan pada akhirnya dapat menopang daya beli konsumen.
“Dengan adanya belanja pemerintah, keadaan perekonomian berputar. Uang yang berada di masyarakat bisa menumbuhkan daya beli konsumen,” ujar Wiyarso.
Konsumen Jatim Masih Pilih XL7 Non-Hybrid
Di tengah tren kendaraan elektrifikasi, UMC masih melihat adanya kelompok konsumen yang memilih XL7 tanpa teknologi hybrid.
![]() |
| Senior Area Sales Manager PT United Motors Centre (UMC) Wiyarso Adiwibowo saat memberikan keterangan terkait respons pasar Suzuki XL7 terbaru di Jawa Timur. |
Salah satu pertimbangannya adalah kekhawatiran mengenai biaya penggantian baterai hybrid apabila mengalami kerusakan.
“Ada konsumen yang tidak mau pakai hybrid. Mereka mungkin takut kalau baterainya rusak, biaya baterainya cukup mahal dan sebagainya,” ungkapnya.
Padahal, menurut Wiyarso, UMC terus memberikan edukasi mengenai keuntungan teknologi hybrid, terutama dari sisi efisiensi konsumsi bahan bakar dan manfaat lainnya.
Karena itu, Suzuki tetap menyediakan pilihan hybrid dan non-hybrid pada XL7 terbaru. Varian non-hybrid ditempatkan pada New Zeta sebagai pilihan dengan harga yang lebih terjangkau.
XL7 terbaru sendiri tersedia dalam tiga varian, yakni New Alpha Hybrid, New Beta Hybrid, dan New Zeta. Harga di Jawa Timur dimulai dari Rp289 juta untuk New Zeta M/T, sementara New Alpha Hybrid A/T two-tone dibanderol Rp346 juta.
SPK XL7 Tembus 150 Unit
Optimisme UMC terhadap pasar XL7 juga terlihat dari capaian pemesanan sejak model terbaru diperkenalkan.
Dalam satu bulan setelah diperkenalkan, UMC mencatat SPK XL7 terbaru lebih dari 150 unit. Varian New Alpha menjadi pilihan terbanyak dengan kontribusi 45 persen, disusul New Zeta 37 persen dan New Beta 17 persen.
Capaian tersebut menjadi modal bagi UMC untuk mengejar pertumbuhan penjualan hingga penghujung tahun.
Suzuki XL7 terbaru membawa sejumlah penyegaran pada desain eksterior, kabin, sistem hiburan, serta fitur keselamatan. Model ini tetap menggunakan mesin bensin K15B 1.462 cc dengan pilihan transmisi manual dan otomatis. Sementara New Alpha Hybrid dan New Beta Hybrid dibekali sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).
Dengan posisi XL7 di segmen low-SUV dan pilihan varian hybrid maupun non-hybrid, UMC berharap produk tersebut dapat menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih luas di Jawa Timur.






