-->
close
Sepeda Jakarta-Surabaya

Podcast: Menghindari Bahaya Microsleep Saat Berkendara

bahaya microsleep saat berkendara
Ada empat tips untuk mengindari bahaya microsleep saat berkendara

Oto Jatim - Pada saat berkendara, terkadang pengendara mengalami keadaan tidak sadar selama beberapa detik akibat kelelahan yang fatal dan dipaksakan. Keadaan tubuh yang seperti itu bisa disebut dengan microsleep  Apabila microsleep terjadi pada saat berkendara akan sangat berbahaya.


Oleh karena itu pada sesi Ngoprek (Ngobrol Online Seputar Komunitas) yang diadakan PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT live di instagram @mpmhondajatim dengan tema Bahaya Microsleep Saat Berkendara Sangat Fatal Apabila Diteruskan (26/7).

Baca: Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas

Talkshow yang membahas mengenai microsleep mengundang nara sumber yakni Kepala Bidang Keselamatan dan Berlalu Lintas Angkutan Darat MTI Jatim, I Komang Fery  DK IR dan Instruktur Safety Riding Honda MPM, Hari Setiawan memberikan tips berkendara untuk menghindari terjadinya microsleep.

Berikut tips berkendara untuk menghindari terjadinya microsleep:
  1. Pastikan tubuh kita dalam kondisi fit dan Prima. Kondisi tidak fit akan membuat tidak konsentrasi dalam berkendara.
  2. Gunakan Perlengkapan Berkendara. Memakai perlengkapan berkendara bisa menghindari terjadinya kecelakaan. Selain perlengkapan berkendara juga dipersiapkan kelengkapan motornya seperti surat suratnya.
  3. Buatlah road plan perjalanan terlebih dahulu. Dengan adanya road plan perjalanan membuat pengendara lebih terencana akan melewati rute perjalanan. Pilihlah rute yang menyenangkan. "Ini penting bagi pengendara yang suka melalukan touring ataupun yang suka berkendara jarak jauh. Dengan adanya road plan, berkendara menjadi tidak  membosankan," kata Hari Setiawan.
  4. Istirahat Secara Berkala. Apabila melakukan perjalanan jauh, berhentilah sejenak kurang lebih 10 menit setelah berkendara dua jam.
"Mengendarai motor itu membutuhkan keseimbangan dan  konsentrasi lebih tinggi, karena semua anggota tubuh bergerak. Oleh karena itu ada aturan bahwa setiap dua jam sekali harus berhenti sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh," kata  I Komang.
LihatTutupKomentar