Wuling Makin ke Atas. Konsumen Cerdas Lebih Rasional, Bukan Emosional

Otojatim - Karakter konsumen Indonesia cukup unik dibanding masyarakat Eropa. Saat memilih mobil mereka lebih menimbang nilai kepraktisan dan fungsionalitas sebagai poin utama. Faktor penting selanjutnya  adalah soal harga. Hal ini dikatakan oleh Bebin Djuana pengamat otomotif  dalam sebuah forum diskusi bersama Wuling Motors di Jakarta 21 April 2017 lalu. 


Perhatian lain konsumen Indonesia adalah inovasi produk itu sendiri. Sejauh mana produk itu bisa memuaskan keinginan konsumen yang dicompare dengan harga yang ditawarkan. "Mereka itu lebih dulu melihat sisi style. Konsumen saat ini sudah sangat update dengan perkembangan terkini sebuah mobil," kata Bebin.
“Rasionalitas konsumen sangat menentukan, terutama soal harga di segmen MPV yang sangat kompetitif ini,” tambahnya.
Kini setelah 1.000 hari berselang, Wuling membuktikan bahwa kehadirannya di Indonesia layak diperhitungkan.

Terus menerus naik ke atas, angka penjualan Wuling cukup mentereng di posisi sepuluh besar Gaikindo.

Wuling sukses merebut hati konsumen. Tercatat di 2018 penjualan Wuling tembus 17.020 unit. Ini artinya angka tersebut meloncat 300 persen bila dibandingkan tahun pertamanya di Tanah Air (5.050 unit). Naik tiga kali lipat dalam setahun, fantastis.
1000 hari wuling indonesia
Wuling Almaz ketika diluncurkan di Surabaya (Otojatim)
Hingga April 2020 ini, Wuling telah memasarkan 46.362 unit kendaraan yang diperoleh dari Confero, Cortez, Almaz hingga kendaraan niaga Wuling Formo.

"Confero paling banyak dengan 26.550 unit, kemudian Almaz berada di posisi kedua karena baru diluncurkan 2019, dengan penjualan 9.903 unit, Cortez 9.424 unit, dan Formo 485 unit,” ungkap Brian Gomgom Simbolon, Media Relation PT SGMW , APM Wuling Motors di Indonesia.

Baca: Lima Jurus Wuling Menjadi Magnet Otomotif di Indonesia

Lantas apa sebenarnya rahasia sukses Wuling Motors makin berkibar di pasar otomotif nasional selama 1.000 hari hingga kini?

Salah satunya adalah kekuatan tim riset dan pengembangannya (R&D). Robertus Danang Wiratmoko, Product Planning PT SGMW  mengatakan dalam sesi Ngovid-19 Forwot, sebelum menghadirkan model baru ke pasar, tim R&D berusaha membaca selera dan kebutuhan pasar lokal.

Senada dengan Danang."Kami melakukan riset mendalam dulu mengenai produk tersebut termasuk di segmen mana nanti akan berkompetisi. Namun kami tidak menutup mata seperti apa perkembangan tren yang terjadi di pasar. Selera pasar kan terus berubah," imbuh Gomgom.
Posisi duduk yang nyaman ketika menjajal Wuling Confero. (Otojatim)
“Tiap kali mau meluncurkan produk jadi, dengan hasil riset tersebut kami lihat bagian apa saja yang bisa menjawab kebutuhan mereka,” ungkapnya.

"Sekarang ini kan konsumen berpikir, dengan punya uang segini saya dapatnya apa sih? Jarang orang mau beli mobil mahal tapi fiturnya terbatas," timpal Danang.

Wuling mencoba mengunggulkan beberapa fitur yang tidak ada di kompetitornya.

Sebagai contoh pada model Confero kini ada pilihan transmisi sequential mirip motor bebek, tentunya ini memudahkan pengoperasian bagi para green driver, istilah buat pengemudi pemula.

Cortez mempunyai sunroof dan pada varian Cortez CT ditambahkan mesin turbo.

Terbaru adalah fitur WIND (Wuling Indonesia Voice Command) yang disematkan pada Almaz. Fitur pintar ini memungkinkan pengemudi memberikan perintah suara untuk mengoperasikan fitur yang ada di mobil. Seperti mengatur suhu AC, membuka jendela, membuka sunroof, menelepon seseorang, mengoperasikan audio dan sebagainya.
Peluncuran Wuling Cortez di Surabaya (Otojatim)
Selain produk, lanjut Gomgom, hal lain yang harus jadi fokus Wuling Motors di Indonesia yaitu total cost of ownership atau perkiraan semua biaya langsung dan tidak langsung berkaitan dengan sebuah aset atau teknologi selama siklus hidupnya.
“Dengan perpaduan tadi (produk dan cost of ownership) itu bisa memberikan satu penawaran kepada konsumen sebelum membeli mobil. Makanya kami bisa tepat menghadirkan mobil yang pas dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” klaim Gomgom. Inilah faktor rasionalitasnya.

Baca: Asa dan Realita Eksistensi Pelumas Mobil di Masa Depan

Dari segi aftersales, semua produk Wuling mempunyai warranty hingga 5 tahun, ketika kompetitor rata-rata hanya menggaransi 3 tahun.

Kepercayaan masyarakat tak lepas dari komitmen jangka panjang Wuling. Tidak saja sekadar jualan di Indonesia tapi juga langkah secara holistik dalam ikut membangun industri otomotif di Indonesia, lewat pembangunan pabrik seluas 60 hektare.
Pabrik PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat. Memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 120.000 unit dan dilengkapi dengan teknologi ‘Global Manufacturing System’ (GMS)
Lima puluh persen bahan baku disuplai oleh 20 vendor lokal. Ini adalah komitmen serius Wuling ketika menggelontorkan investasi awal senilai Rp9,3 Trilyun saat itu.

Hal ini menjamin ketersediaan suku cadang yang lengkap, disamping program-program layanan servisnya. Termasuk sampai saat ini, jumlah outlet Wuling di Indonesia mencapai 115 diler 3S yang tersebar di seluruh Nusantara.

Selama 1.000 hari ini, belasan penghargaan bergengsi telah didapatkan oleh Wuling, antara lain;

Wuling Confero S
  1. Small MPV Indonesia Car of The year 2017
  2. Best Value for Money Indonesia Car of The year 2018 versi majalah Mobil Motor
  3. Rookie Of The Year versi OTOMOTIF AWARD 2018

Cortez
  1. Best Medium MPV di ICOTY 2018 oleh Majalah Mobilmotor
  2. Best Total Cost Ownership Medium MPV pada Gridoto Award 2019

Cortez CT
  1. Best of Medium MPV Gasoline versi OTOMOTIF AWARD 2019
  2. Best Medium MPV di GridOto Award 2019
  3. Best of Medium MPV Gasoline OTOMOTIF AWARD 2020

Almaz
  1. Apresiasi Inovasi 2019 kategori Teknologi oleh Koran Sindo dan Sindonews.com
  2. Carvaganza Editors’ Choice Award 2019
  3. FORWOT Car Of The Year 2019
  4. Car of The Year 2019 versi Gridoto Award 2019
  5. Best Medium SUV versi Gridoto Award 2019
  6. Favorite Visitor Choice Most Driven Car GIIAS 2019
Wuling pun banjir pujian atas kepuasan dalam pemakaiannya oleh para member laman Facebook Wuling Club Indonesia (WCI). Terlebih, dua konsumen Wuling Confero memberikan testimoni positif atas durabilitas kendaraannya.

Soepardi yang sehari-hari menggunakan mobil Wulingnya untuk bekerja maupun digunakan sebagai taksi online mengatakan,“Penumpang selalu puas dengan Wuling, interiornya lega dan nyaman AC-nya pun dingin. Harganya terjangkau dan kualitasnya bagus. Saya pribadi puas menggunakan Wuling,” terang pria Karawang yang telah menempuh odometer 119.000 km itu.

Hal ini diamini Wiyono, pria asal Pekanbaru ini telah menempuh jarak 250.000 km bersama Wuling Confero.

Konsumen makin meningkat kepercayaannya dengan Wuling setelah SGMW mengekspor kendaraan dengan platform SUV ke beberapa negara seperti Thailand, Fiji dan Brunei.
Wuling selalu menjadi magnet di setiap pameran otomotif. Gelaran GIIAS 2019 Wuling adalah brand terbanyak yang dicoba (test drive) pengunjung dan meraup 1.608 SPK
Ekspor SUV made in Indonesia ini dimulai Wuling Motors di September 2019 sebanyak 770 unit, dan terus berlangsung hingga saat ini. Berdasar data internal Wuling Motors, total volume ekspor model SUV ini sejak September 2019 hingga Februari 2020 mencapai 3.104 unit. Gomgom menyebutkan, di tengah pandemi Corona saat ini, Wuling masih tetap bisa mengekspor model SUV di Maret 2020.

Lantas, dengan sederet torehan Wuling Motors selama 1.000 hari ini, apalagi yang akan diragukan konsumen Indonesia?
LihatTutupKomentar