Pemerintah Menyongsong 400 Ribu Mobil Listrik pada 2025. Siapkan 35 Ribu Megawatt Tiap 5 Tahun

Tangerang, 11 Agustus 2016 – Gelaran world class auto show series, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 hari ini secara resmi menyelenggarakan the 12th GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 11 Agustus 2017.

Diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, GIAC mengangkat tema yang selaras dengan tema pameran GIIAS 2017 yakni “Rise of The Future Mobility”. Melalui tema ini, GIAC berusaha untuk mengeksplorasi faktor-faktor kunci keberhasilan lebih lanjut untuk “Industri mobil Indonesia untuk mengejar perkembangan industri otomotif Global”.


Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia membuka The 12th GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dengan menekankan pentingnya tenaga kerja manusia terhadap perkembangan industri kendaraan di Indonesia, “Setiap negara tentu memiliki pasar, lingkungan serta kondisi geografis yang khas, sehingga tidak semua mobil yang dijual di luar negeri sama dengan pasar di Indonesia. Salah satu tantangan yang terjadi di industri otomotif adalah persaingan tenaga manusia sehingga banyak negara maju seperti jepang yang telah menggunakan tenaga robot. Penggunaan robot pada industri otomotif tentu akan meningkatkan persaingan terhadap situasi saat ini. Jika menggunakan robot pemeliharaan tidak kembali ke industri, tetapi jika industri otomotif di Indonesia menggunakan tenaga kerja manusia maka akan ada jutaan potensi pembeli mobil lainnya.”

GIIAS 2017 memperlihatkan perkembangan teknologi dari industri otomotif dunia untuk publik Indonesia

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa perkembangan mobil listrik dan mobil listrik merupakan suatu tantangan yang terjadi di industri otomotif dan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, “Untuk menghadapi tantangan tersebut Indonesia memerlukan tunjangan dari pemerintah dan kementerian perindustrian dalam memberikan kemudahan dan aturan-aturan yang baik terhadap mobil listrik. Saat ini pemerintah telah merencanakan program untuk menyediakan tenaga listrik, selanjutnya di setiap lima tahun pemerintah setidaknya akan membangun 35.000 megawatt sehingga nantinya tenaga listrik dapat memadai kebutuhan listrik bagi 400ribu mobil listrik yang ditargetkan akan diluncurkan pada tahun 2025.”

Menurut Wakil Presiden pemerintah siap meningkatkan dan mengerjakan infrastruktur dan teknologi pasti akan dicapai dengan lebih mudah lagi, “Harapannya adalah kita dapat meningkatkan ekspor mobil. Upaya yang dilakukan saat ini adalah dengan menyiapkan terminal mobil di Tanjung Priuk dan nantinya akan ada terminal yang lebih besar lagi dan sedang dibangun di dekat Karawang. Selanjutnya infrastruktur harus dipersiapkan terlebih dahulu sehingga ekspor mobil dapat ditingkatkan dengan pesat.”

Yohanes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO turut memberikan harapannya terhadap penyelenggaraan The 12th GAIKINDO Intenational Auto Conference, “Kami berharap konferensi ini dapat membuat industri otomotif Indonesia lebih kompetitif dan membawa kontribusi lebih terhadap ekonomi Nasional. Selain itu melalui penyelenggaraan GIAC bersama dengan pameran GIIAS 2017 yang akan berlangsung selama 11 hari dapat memberikan informasi terkini mengenai pengembangan teknologi saat ini di pasar dan sektor otomotif Indonesia.”

Dalam sambuatanya Nangoi menyebutkan salah satu tantangan terbesar pada industri otomotif, “Upaya dalam mempertahankan ketersediaan energi berkelanjutan menjadi salah satu tantangan yang berpotensi berdampak pada industri otomotif. Dikarenakan konsumsi energi yang tinggi dan perubahan iklim akibat polusi emisi yang tinggi.”

Menurut Ketua Umum GAIKINDO sektor otomotif adalah salah satu industri yang bergantung pada penggunaan bahan bakan dan menghasilkan polusi sehingga produsen mobil dihadapkan pada tantangan untuk menciptakan kendaraan efisien dan ramah lingkungan untuk menanggapi isu tantangan global. Mengembangkan “kendaraan masa depan” seperti kendaraan berbahan bakar Gas, kendaraan Hybrid, listrik dan bahkan kendaraan berbahan bakar Hidrogen (Fuel Cell) yang diluncurkan sebagai teknologi rendah emisi.

Untuk mewujudkan transisi industri sejalan dengan tren global diperlukan dukungan yang kuat dari pemerintah & swasta untuk mempertahankan daya saing global & kelanjutan industri. Pemerintah diharapkan dapat memberikan regulasi yang tepat untuk memimpin pengembangan kendaraan efisien, sementara sektor swasta dapat merumuskan dan mewujudkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi kendaraan.

“GIIAS 2017 telah berhasil meyakinkan sejumlah APM anggota GAIKINDO sekaligus peserta pameran untuk meluncurkan sejumlah kendaraan terbaru dan kendaraan-kendaraan konsep untuk pertama kalinya di dunia dan di Indonesia. Didukung dengan lebih dari 40 peluncuran kendaraan baru lainnya kami optimis pameran ini akan menampilkan bagaimana cepat pertumbuhan dan perkembangan industri otomotif Tanah Air untuk memenuhi tujuannya sebagai produsen mobil terbesar di kawasan ASEAN.”
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen