Pentingnya Angkat Selera Lokal dalam Penentuan Desain Kendaraan di Tanah Air

Mark Widjaja, Chief Design Astra Daihatsu Motor (Foto:Sportku)

Ngobrol Bersama Mark Widjaja, Desainer Daihatsu Ayla

Otojatim.com - Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia mengadakan sebuah seminar yang memberikan pencerahan tentang geliat otomotif di Indonesia, terutama hubungannya dengan desainer lokal yang terjun ke industri tersebut. Acara ini digelar di DD Design Bintaro Jaya, Tangerang Selatan Banten, Sabtu (10/12).

Lebih dari 3 dasawarsa industri otomotif berkembang di Indonesia, telah sampai pada level produksi yang mencapai 1,2 juta unit per tahun untuk pasar kendaraan roda empat dan 7 juta unit per tahun untuk roda dua. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat sehingga membawa Indonesia ke nomor dua setelah Thailand.
Banyaknya karya desainer Indonesia yang hadir dan diterima masyarakat ini membuat peran mereka di bidang otomotif semakin diperhitungkan. Sebut saja Chris Lesmana, ia berhasil melahirkan Volkswagen UP dan Beetle yang mampu menyabet penghargaan Car of The Year.

Sedangkan, Sandy Hartono sukses merancang interior mobil Hyundai. Ia bisa dikatakan cukup berhasil memberikan warna baru bagi produsen asal Korea Selatan tersebut.

Desain itu harus sesuai dengan selera lokal.

Banyak mobil yang dijual di Indonesia namun sebagian model tak kunjung membuat mobil tersebut laris dan menarik minat pembeli. Tetapi, ada pula yang mampu menaklukkan pasar dan menjadi volume maker.

Tentunya banyak faktor yang menentukan hal tersebut. Salah satunya adalah desain yang memenuhi selera dan budaya lokal. Hal itu sebuah mandatory bila ingin membuat mobil dengan ciri khas Indonesia.
Ngobrol Bersama Mark Widjaja, Desainer Daihatsu Ayla

“Kita itu, membuat sebuah mobil dengan desain yang sesuai dengan selera masyarakat sini. Sehingga, adanya mudah dalam menerima produk tersebut di pasar,” ujar Mark Widjaja, Chief Design, Astra Daihatsu Motor (ADM).

Karena itu, Mark Wijaya saat merancang Ayla, menggunakan pola yang digemari oleh masyarakat Tanah Air dan tentunya bisa diterima oleh prinsipal. Meskipun terkadang, prinsipal pun tidak menerima kala sebuah desain yang menurut sang desainer sudah bagus dan mengandung unsur lokal namun pihak prinsipal anggap itu tidak bagus.

“Itu terjadi pada desain Ayla, dimana saya menganggap itu sudah bagus. Tapi prinsipal merasa tidak bagus. Bahkan, mereka bicaranya dengan nada yang sedikit marah. Memang, mereka kecewa tapi ini kan dijual di Indonesia,” tukasnya.

Tak mengejutkan, hasilnya Daihatsu Ayla mudah diterima oleh masyarakat. Dan dia mengatakan kalau mendesain mobil sendiri harus sesuai dengan taste yang kita punya.

“Seperti kita suka makan pecel dan rawon, itu kan kesukaan kita. Dan didesain sendiri, kita ikutin dengan rasa lokal meskipun hasilnya bakal dicorat-coret sesuai dengan keinginannya,” ucap pria jebolan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya ini.

Apa yang diungkapkan memang Mark membuktikan bahwa mengangkat selera lokal sangat berdampak signifikan terhadap penjualan.

Reporter: Adiyasa Prahenda
Share on Google Plus

About Adiyasa Prahenda

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen