WEC Bahrain, Kemenangan Terakhir Audi di Ajang Balap Dunia

Balapan World Endurance Championship (WEC) seri Bahrain

Kasus dieselgate Volkswagen merembet pada kebijakan finansial merek Audi

Sakhir, Otojatim.com - Audi akhirnya merebut kemenangan terakhir di ajang balap dunia tepatnya di World Endurance Championship (WEC) seri Bahrain. Balapan yang digelar selama 6 jam di sirkuit Sakhir kemarin (19/11) ini merupakan ajang terakhir pabrikan Jerman itu selama 18 tahun wara-wiri berlaga di balap ketahanan sejak ikut serta pertama kali pada 1998 melalui R8R di balapan bergengsi Le Mans 24 jam.

Adalah hasil 1-2 yang ditorehkan mobil R18 no 8 (Lucas di Grassi, Loic Duval, dan Oliver Jarvis) dan mobil no 7 (Andre Lotterer, Benoit Treluyer, dan Marcel Fassler) merupakan kemenangan terindah pabrikan berlogo 4 cincin ini setelah mengumumkan mundur akibat kasus dieselgate yang terjadi pada Volkswagen Group. 

Seperti diketahui kasus skandal emisi kendaraan diesel yang ramai sejak tahun lalu cukup menguras keuangan grup VW hingga miliaran Euro. Langkah Audi untuk mundur dari ajang balap tersebut bisa menghemat pengeluaran hingga 100 juta Euro per tahun.

Sejak 1998, Audi sudah memenangkan 107 balapan termasuk juga 13 kali kemenangan di Le Mans, Perancis. Dalam gelaran WEC, Audi juara dunia dua kali dan pada gelaran American Le Mans 9 kali.

Kemenangan terakhir ini membuat Audi hanya akan berfokus pada gelaran DTM (balap turing) dan Formula E saja.  Sayangnya, untuk gelaran FIA Rallycross memang masa depan tim Red Bull Audi masih abu-abu
alias belum dipastikan nasibnya.

Tim pabrikan lainnya yang bernaung dalam Volkswagen Group tapi tidak terpengaruh dieselgate adalah Porsche. Melalui podium ini, Mark Webber akhirnya bisa pensiun dengan tenang dan menjalani peran baru sebagai brand ambassador produsen supercar asal Jerman itu.

“Itu adalah keputusan besar dengan hengkang dari F1 menuju LMP1, dan itu benar-benar pengalaman baru. Tapi, keputusan itu datang pada waktu yang tepat,” ujar Webber, seperti dimuat Crash.

“Saya menyadari, saya suka membagi mobil dan chemistry dengan Timo (Bernhard) dan Brendon (Hartley) sangat spesial. Itu adalah sesuatu yang akan terus saya ingat. Sekarang, saya akan menikmati setiap momen dari balapan tersisa,” jelas mantan pebalap Red Bull Racing di F1 ini.

Pebalap Australia ini malang melintang di F1 sejak 2002 melalui banyak tim seperti Minardi, Jaguar dan Williams. Keputusan tepat ketika kembali ke Red Bull Racing yang dahulu bernama Jaguar itu dan dirinya mampu bersaing dengan pebalap-pebalap besar.

Sejak menjadi pebalap kedua di tim asal Austria itu pada 2009, dirinya sudah meraih beberapa hasil terbaik dan mampu finish ketiga klasemen pebalap di 2010-2011 dan 2013. Memlilih pindah ke WEC pada 2014 dengan tim pabrikan Porsche, Webber mampu memberikan kemenangan fantastis untuk tim Porsche sebagai juara dunia 2014.

"Saya telah sampai di tempat saya seharusnya berada. Porsche adalah merek yang selalu saya paling cintai dan satu-satunya yang cocok dengan saya. Saya akan merindukan kecepataannya, downforce, dan kompetisi, tetapi saya mau pergi saat tinggi dan saya lumayan menanti tugas baru,” kata Webber, motor1.com,

Sementara pebalap Indonesia yang bernaung di tim Extreme Speed Motorsport, Sean Gelael finish ke-13 overall (finish kelima di kategori LMP2) pada balapan ini. Sedangkan pemenangnya dalam kategori LMP2 di seri terakhir ini adalah dari tim G Drive Oreca yang beranggotakan Rene Rast, Alex Brundle, dan Roman Rusinov.

Pabrikan asal Inggris, Aston Martin berhasil "menerbangkan" Vantage mereka ke puncak juara dunia akibat kemenangan  duo  pembalap Denmark, Nicki Thiim dan Marco Sorenson. “Seperti saya sudah bilang sejak awal musim. Saya telah membuat perubahan besar dalam karir balap saya. Bergabung dengan tim baru Aston Martin Racing dengan pendukung dari Total dan Dunlop,” ujar Thiim.

“Saya bilang kepada rekan balap bahwa akan luar biasa memenangkan kejuaraan dunia bersama tim ini serta rekan Dane dan namun saya masih tak percaya kita sudah raih titel pertama Kejuaraan WEC bersama Aston Martin. Saya hanya mengendarai beberapa kali di dalam mobil, sehingga saya masih perlu menenangkan diri akibat kemenangan yang emosional ini,” bebernya.
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen