GIIAS 2016: Wapres Tekankan Pentingnya After Sales

Wapres Jusuf Kalla berpidato dalam pembukaan GIIAS 2016. (Foto: Handi Cahyono)

Pameran otomotif terbesar di Indonesia Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 resmi dibuka oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla.

Bertempat di Nusantara Hall ICE Building, BSD City Tangerang (11/8) Wakil Presiden dalam pidatonya menekankan pentingnya After Sales dalam industri otomotif. 
“Memproduksi mobil lebih mudah daripada menjual, namun lebih sulit lagi memeliharanya. Industri otomotif harus mampu menjamin kesinambungan suku cadang sampai 20 tahun kedepan,” kata Wapres Jusuf Kalla. 
“Memang aturan tiap negara berbeda, di negara yang maju usia kendaraan relatif lebih cepat. Tapi Indonesia apabila dilihat di daerah pelosok dan pelabuhan, mobil usia 20 tahun masih beroperasi,” tambahnya.

Pada bagian pidato yang lain wakil presiden juga menyatakan bahwa semakin maju industri otomotif nasional, semakin menguntungkan banyak pihak yang terkait, namun juga memberikan masalah baru. Yakni kemacetan dan subsidi BBM yang terus diperbaharui solusinya. Salah satunya wapres menyebut soal public transport.

Pameran ini merupakan pameran internasional Gaikindo ke-24. Sudah sejak tahun 2006 sudah terdaftar pada asosiasi dunia OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d' Automobiles). Ini yang menjadikan GIIAS sebagai bagian dari rangkaian Pameran Otomotif dunia dan dapat disejajarkan dengan Pameran Otomotif dunia lainnya, seperti Geneve Motor Show, Detroit Auto Show (NAIAS), Frankfurt Motor Show, dan juga Tokyo Motor Show.

Wapres Jusuf Kalla bersama Gubernur Banten Rano Karno, Yohanes Nangoi Ketum Gaikindo dan sejumlah pejabat meresmikan pembukaan GIIAS 2016. (Awie Ananta)
Sementara itu Yohanes Nangoi Ketua Umum Gaikindo dalam pidato pembukaannya menyinggung tentang otomotif menjadi salah satu industri andalan yang memiliki peran besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan PDB sejak 2010. Industri ini juga merupakan elemen penting bagi perputaran ekonomi yang bisa memberikan lapangan kerja bagi 1,4 juta pekerja di Indonesia.

Perlu peningkatan produksi yang dibarengi dengan target pertumbuhan investasi yang masuk ke indonesia. Dengan harapan dapat memberikan multiplier effect yang masif dalam meningkatkan perekonomian nasional untuk menjadi lebih baik. Upaya-upaya ini harus dilakukan agar jumlah ekspor yang tahun lalu mencapai 207 ribu unit dapat meningkat sebanyak 100% hingga 300%.
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen