OTOJATIM - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan penguatan pendidikan vokasi di Bali sekaligus membangun talenta industri masa depan melalui donasi alat peraga mesin kendaraan dengan teknologi terkini ke SMKN 1 Denpasar, dan SMK Rekayasa Denpasar.
"Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri," ujar Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto.
Keterlibatan industri dalam mendukung pendidikan vokasi melalui kerja sama berkelanjutan dengan institusi pendidikan ini sangat penting. Makanya dilakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) memperluas program Vocational School Development ke Provinsi Bali dengan menyerahkan donasi alat peraga mesin dengan teknologi kendaraan terkini kepada dua SMK tersebut.
"Melalui dukungan fasilitas pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional," tambah Nandi nama depan Nandi Julyanto.
Penyerahan tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, bersama Wakil Presiden Direktur, I Nyoman Winaya Adnyana, berupa satu unit mesin Toyota tipe 2TR (bensin) untuk SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota tipe 2GD (diesel) untuk SMK Rekayasa Denpasar.
Donasi alat peraga ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran praktik siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) di kedua sekolah, khususnya dalam memahami teknologi kendaraan terkini dan meningkatkan kesiapan kompetensi sesuai perkembangan industri.
Donasi ini merupakan bagian dari perluasan program Vocational School Development TMMIN yang telah berjalan sejak 2017 dan hingga kini menjangkau 30 SMK binaan yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada 2026, TMMIN memperluas program ke Bali dan Lombok dengan menambah empat SMK binaan baru sehingga total sekolah binaan secara nasional menjadi 34. Perluasan ini sekaligus menandai kehadiran pertama program di Provinsi Bali, dengan SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar sebagai sekolah binaan pertama.
Melalui filosofi Make People Before Make Product, TMMIN meyakini bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi bagi kemajuan industri. Melalui sinergi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri, TMMIN percaya bahwa pendidikan vokasi akan terus menjadi motor penggerak dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan pendidikan sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional yang semakin kompetitif.
Sebagai bagian dari pengembangan sekolah vokasi, TMMIN juga mendorong pembelajaran penerapan standar industri Toyota melalui peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan basic skill industri serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri.
Pendekatan tersebut bertujuan membangun budaya kerja industri sejak di lingkungan sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement, sehingga proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter profesional.
Perluasan ini diharapkan dapat berkontribusi mendukung upaya pemerintah dalam merevitalisasi pendidikan vokasi, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Dalam kesempatan yang sama, I Nyoman Winaya Adnyana menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam pengembangan pendidikan vokasi di hadapan para guru dan jajaran SMK yang hadir.
Ia menekankan bahwa sinergi antara sekolah, pemerintah, dan industri menjadi kunci menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri serta mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing.
"Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. Ketika sekolah memiliki akses terhadap pembelajaran berstandar industri, guru terus mengembangkan kompetensinya, dan siswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan, maka akan lahir talenta-talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan," tutup I Nyoman Winaya Adnyana.


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

