iklan jual beli mobil

Motor di Indonesia Bakal Diuji dengan Standar PBB, Hasilnya Bisa Jadi Acuan Sebelum Dibeli

OTOJATIM - Keselamatan sepeda motor di Indonesia bakal memasuki babak baru. Indonesian Road Safety Rating (IDRS) melalui Indonesian Motorcycle Assessment Program (ID-MAP) segera memperbarui protokol asesmen kendaraan roda dua dengan mengacu pada UN Regulation (UNR) atau standar pengujian internasional yang digunakan negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Proses pengembangan protokol asesmen keselamatan sepeda motor ID-MAP berbasis UN Regulation. Foto:DOK IDRS
"UN Regulation adalah standar uji paling mendasar yang didesain sedemikian rupa agar dapat dipenuhi oleh setiap negara anggota PBB. Pendekatan ini selaras dengan prinsip dari PBB yaitu leaving no one behind (LNOB), di mana setiap negara memiliki pijakan minimum yang sama dalam menjamin keselamatan para penggunanya," ujar Ketua Program IDRS, Adrianto Sugiarto Wiyono.

Pembaruan protokol tersebut dilakukan agar sistem penilaian keselamatan sepeda motor tetap mengikuti perkembangan teknologi kendaraan sekaligus sesuai dengan kondisi lalu lintas di Indonesia. Langkah ini juga mengacu pada Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) Pilar Ketiga mengenai kendaraan laik jalan.

Dalam dokumen RUNK, pemerintah menargetkan seluruh kendaraan bermotor di Indonesia telah memenuhi standar uji internasional berbasis UN Regulation pada tahun 2030. Karena itu, proses asesmen yang disiapkan ID-MAP menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas keselamatan kendaraan yang dipasarkan di dalam negeri.

Menurut Adrianto, tahapan pertama yang akan dilakukan ialah menguji apakah sepeda motor yang saat ini dijual di pasar domestik sudah memenuhi standar dasar UN Regulation. Hasil pengujian tersebut nantinya menjadi pijakan untuk menyusun protokol asesmen yang lebih lengkap.
Ketua Program IDRS menjelaskan pengembangan protokol asesmen sepeda motor berbasis UN Regulation untuk meningkatkan standar keselamatan kendaraan di Indonesia.
"Menguji apakah sepeda motor di pasar domestik saat ini memenuhi standar UNR adalah fondasi kita. Namun, protokol asesmen ke depan tidak boleh berhenti hanya sebatas memenuhi standar UNR. Kita harus melangkah lebih jauh dan menetapkan standar keselamatan yang bahkan lebih tinggi dari regulasi dasar PBB tersebut demi perlindungan maksimal bagi masyarakat Indonesia," kata pria yang akrab disapa Rian.

Dengan pembaruan protokol ini, IDRS ingin menghadirkan sistem penilaian yang mampu menggambarkan tingkat keselamatan sepeda motor secara lebih menyeluruh. Hasil asesmen diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam melihat kualitas keselamatan kendaraan yang beredar di Indonesia.

IDRS sendiri merupakan program pemeringkatan independen yang melakukan penilaian terhadap sarana dan prasarana transportasi. Hasil penilaiannya disajikan dalam bentuk star rating atau tingkat bintang sehingga masyarakat memperoleh gambaran mengenai tingkat keselamatan suatu kendaraan maupun infrastruktur jalan.

Melalui sub-program ID-MAP, fokus penilaian diarahkan pada kendaraan roda dua. Pengembangan protokol berbasis UN Regulation diharapkan mampu menghadirkan standar asesmen yang semakin relevan dengan perkembangan industri otomotif sekaligus mendorong peningkatan kualitas keselamatan sepeda motor di Indonesia.
LihatTutupKomentar

Demi Menarik Pembeli, Yamaha Luncurkan 12 Aksesoris Original All New Vixion

Berikut beberapa aksesoris All New Vixion Jakarta, Otojatim.com – Yamaha secara resmi meluncurkan 11 aksesoris All New Vixion dan All ...

close
harga yamaha nmax turbo