OTOJATIM - Harga oli mesin terus merangkak naik seiring kenaikan harga minyak dunia. Situasi ini membuat sebagian pemilik mobil mulai melirik pelumas berharga murah. Padahal, keputusan tersebut bisa menjadi awal masalah serius bagi mesin kendaraan.
"Kualitas oli sangat menentukan perlindungan komponen internal mesin. Oli palsu umumnya memiliki daya lumas yang rendah sehingga tidak mampu meredam panas dan gesekan secara optimal. Akibatnya, mesin berisiko mengalami overheating hingga keausan dini. Karena itu, kami menyarankan penggantian oli dilakukan di bengkel resmi agar kualitas produk dan pengerjaannya terjamin," ujar Head of After Sales Astra Peugeot, Rafii Sinurat.»
Astra Peugeot mengingatkan, kenaikan harga pelumas yang diperkirakan mencapai 15 hingga 30 persen akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya bahan baku global ikut memicu peredaran oli palsu, oli ilegal, hingga oli rekondisi di pasaran. Produk-produk tersebut sering dipasarkan dengan harga jauh lebih murah sehingga mudah menarik perhatian konsumen.
Padahal, penghematan di awal justru bisa berubah menjadi biaya perbaikan yang jauh lebih besar. Oli palsu memiliki kualitas pelumasan yang rendah. Gesekan antarkomponen mesin menjadi lebih tinggi dan suhu kerja mesin ikut meningkat. Dalam kondisi tertentu, mesin dapat mengalami overheating dan mempercepat keausan berbagai komponen penting.
Risiko lainnya adalah munculnya sludge atau lumpur oli. Endapan ini terbentuk akibat kandungan kimia pelumas yang tidak stabil. Lumpur kemudian menyumbat saluran pelumasan sehingga distribusi oli ke seluruh bagian mesin menjadi tidak maksimal.
Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, komponen seperti piston, silinder, hingga camshaft atau noken as akan menerima pelumasan yang kurang sempurna. Dampaknya berupa keausan lebih cepat dan potensi kerusakan mesin dengan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Agar terhindar dari produk palsu, Astra Peugeot meminta konsumen lebih teliti sebelum membeli pelumas. Pastikan kemasan dilengkapi QR Code atau fitur verifikasi keaslian. Periksa pula kondisi segel yang masih utuh serta tutup botol yang tidak menunjukkan bekas pembukaan.
Pembelian melalui jaringan resmi juga menjadi langkah yang disarankan. Penggantian oli di bengkel resmi membantu memastikan pelumas yang digunakan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan sehingga performa tetap terjaga.
Selain mengikuti jadwal servis berkala, pemilik mobil juga dianjurkan memeriksa volume oli menggunakan dipstick secara rutin. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mengetahui lebih awal apabila terjadi penurunan volume akibat kebocoran atau penyebab lain.
Pemeriksaan tersebut tetap penting meski kendaraan jarang digunakan. Pelumas dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu dan kebocoran juga bisa terjadi tanpa disadari. Dengan pengecekan berkala, potensi overheating maupun keausan komponen dapat dicegah lebih cepat.
Bagi pengguna Peugeot SUV seperti Peugeot 2008, Peugeot 3008, dan Peugeot 5008, Astra Peugeot merekomendasikan penggunaan oli dengan spesifikasi SAE 5W-30. Penggantian pelumas umumnya dilakukan setiap 10.000 kilometer atau setiap 10 hingga 12 bulan, bergantung pada kondisi penggunaan kendaraan.
Penggunaan oli asli dengan spesifikasi yang tepat menjadi salah satu cara menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus membantu memperpanjang usia pakai kendaraan.
![]() |
| Astra Peugeot mengimbau pemilik mobil menggunakan oli asli dan melakukan penggantian pelumas di bengkel resmi agar mesin tetap terjaga. |
Astra Peugeot mengingatkan, kenaikan harga pelumas yang diperkirakan mencapai 15 hingga 30 persen akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya bahan baku global ikut memicu peredaran oli palsu, oli ilegal, hingga oli rekondisi di pasaran. Produk-produk tersebut sering dipasarkan dengan harga jauh lebih murah sehingga mudah menarik perhatian konsumen.
Padahal, penghematan di awal justru bisa berubah menjadi biaya perbaikan yang jauh lebih besar. Oli palsu memiliki kualitas pelumasan yang rendah. Gesekan antarkomponen mesin menjadi lebih tinggi dan suhu kerja mesin ikut meningkat. Dalam kondisi tertentu, mesin dapat mengalami overheating dan mempercepat keausan berbagai komponen penting.
Risiko lainnya adalah munculnya sludge atau lumpur oli. Endapan ini terbentuk akibat kandungan kimia pelumas yang tidak stabil. Lumpur kemudian menyumbat saluran pelumasan sehingga distribusi oli ke seluruh bagian mesin menjadi tidak maksimal.
Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, komponen seperti piston, silinder, hingga camshaft atau noken as akan menerima pelumasan yang kurang sempurna. Dampaknya berupa keausan lebih cepat dan potensi kerusakan mesin dengan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Agar terhindar dari produk palsu, Astra Peugeot meminta konsumen lebih teliti sebelum membeli pelumas. Pastikan kemasan dilengkapi QR Code atau fitur verifikasi keaslian. Periksa pula kondisi segel yang masih utuh serta tutup botol yang tidak menunjukkan bekas pembukaan.
Pembelian melalui jaringan resmi juga menjadi langkah yang disarankan. Penggantian oli di bengkel resmi membantu memastikan pelumas yang digunakan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan sehingga performa tetap terjaga.
Selain mengikuti jadwal servis berkala, pemilik mobil juga dianjurkan memeriksa volume oli menggunakan dipstick secara rutin. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mengetahui lebih awal apabila terjadi penurunan volume akibat kebocoran atau penyebab lain.
Pemeriksaan tersebut tetap penting meski kendaraan jarang digunakan. Pelumas dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu dan kebocoran juga bisa terjadi tanpa disadari. Dengan pengecekan berkala, potensi overheating maupun keausan komponen dapat dicegah lebih cepat.
Bagi pengguna Peugeot SUV seperti Peugeot 2008, Peugeot 3008, dan Peugeot 5008, Astra Peugeot merekomendasikan penggunaan oli dengan spesifikasi SAE 5W-30. Penggantian pelumas umumnya dilakukan setiap 10.000 kilometer atau setiap 10 hingga 12 bulan, bergantung pada kondisi penggunaan kendaraan.
Penggunaan oli asli dengan spesifikasi yang tepat menjadi salah satu cara menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus membantu memperpanjang usia pakai kendaraan.




