OTOJATIM - Di tengah kondisi pasar kredit kendaraan yang bergerak dinamis, Astra Credit Companies (ACC) menggelar Media Gathering bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan jurnalis Surabaya, Jumat (22/5). Forum tersebut menjadi ruang pembahasan perkembangan pembiayaan kendaraan di Jawa Timur sekaligus edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.
“Kalau Jawa Timur sendiri tumbuh 4,9 persen. Memang market Jawa Timur masih tumbuh, meski Surabaya sedikit mengalami tekanan,” kata Branch Manager ACC Surabaya Panglima Sudirman, Vieky Arfian, saat sesi tanya jawab dalam acara tersebut.
Pertumbuhan itu terlihat dari total pembiayaan ACC di Jawa Timur yang naik dari sekitar Rp1,46 triliun pada Januari-April 2025 menjadi Rp1,53 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan permintaan pembiayaan kendaraan di sejumlah daerah Jawa Timur masih bergerak positif pada awal 2026.
Namun kondisi berbeda terjadi di wilayah Surabaya Raya. ACC mencatat pembiayaan di kawasan tersebut turun tipis 1,3 persen. Nilainya bergeser dari Rp559 miliar pada Januari-April 2025 menjadi Rp552 miliar pada Januari-April 2026.
Perlambatan pasar di Surabaya juga terlihat dari kenaikan rasio non-performing finance (NPF). Angkanya naik dari 0,43 persen menjadi 0,60 persen.
“Secara nasional kualitasnya masih cukup terjaga dan sangat baik,” ujar Vieky.
Selain membahas kondisi pasar pembiayaan, ACC juga memberikan edukasi mengenai perusahaan pembiayaan dan transaksi kredit yang aman kepada para peserta media gathering.
Executive Vice President Corporate Secretary & Corporate Counsel ACC, Ikhsan Abdillah Harahap, mengatakan kegiatan tersebut digelar sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Dalam sesi edukasi, Assistant Vice President Legal Business Head ACC Mochammad Jeihansyah memaparkan tiga hal penting sebelum masyarakat mengambil pembiayaan. Mulai dari memilih produk sesuai kemampuan finansial, melengkapi dokumen kredit secara benar, hingga memahami isi perjanjian sebelum menandatangani kontrak.
ACC juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran saat mengalami kesulitan membayar cicilan. Kasus penjualan atau penyembunyian kendaraan yang masih dalam masa kredit disebut masih ditemukan dan memiliki konsekuensi pidana.
Selain pembiayaan mobil baru dan bekas, ACC saat ini memiliki layanan pembiayaan multiguna ACC Danaku. Produk tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti renovasi rumah, pendidikan, liburan, hingga investasi emas.
Perusahaan pembiayaan yang berdiri sejak 1982 itu kini memiliki jaringan 76 kantor cabang, 43 kantor selain cabang, dan empat kantor cabang ACC Syariah di Indonesia. ACC juga menyediakan layanan digital ACC ONE untuk kebutuhan administrasi kendaraan dan layanan pelanggan lainnya.
![]() |
| Branch Manager ACC Surabaya Panglima Sudirman Vieky Arfian menjawab pertanyaan jurnalis terkait pertumbuhan pembiayaan ACC Jawa Timur saat Media Gathering di Surabaya. |
Pertumbuhan itu terlihat dari total pembiayaan ACC di Jawa Timur yang naik dari sekitar Rp1,46 triliun pada Januari-April 2025 menjadi Rp1,53 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan permintaan pembiayaan kendaraan di sejumlah daerah Jawa Timur masih bergerak positif pada awal 2026.
Namun kondisi berbeda terjadi di wilayah Surabaya Raya. ACC mencatat pembiayaan di kawasan tersebut turun tipis 1,3 persen. Nilainya bergeser dari Rp559 miliar pada Januari-April 2025 menjadi Rp552 miliar pada Januari-April 2026.
Perlambatan pasar di Surabaya juga terlihat dari kenaikan rasio non-performing finance (NPF). Angkanya naik dari 0,43 persen menjadi 0,60 persen.
“Secara nasional kualitasnya masih cukup terjaga dan sangat baik,” ujar Vieky.
Selain membahas kondisi pasar pembiayaan, ACC juga memberikan edukasi mengenai perusahaan pembiayaan dan transaksi kredit yang aman kepada para peserta media gathering.
Executive Vice President Corporate Secretary & Corporate Counsel ACC, Ikhsan Abdillah Harahap, mengatakan kegiatan tersebut digelar sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Dalam sesi edukasi, Assistant Vice President Legal Business Head ACC Mochammad Jeihansyah memaparkan tiga hal penting sebelum masyarakat mengambil pembiayaan. Mulai dari memilih produk sesuai kemampuan finansial, melengkapi dokumen kredit secara benar, hingga memahami isi perjanjian sebelum menandatangani kontrak.
ACC juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran saat mengalami kesulitan membayar cicilan. Kasus penjualan atau penyembunyian kendaraan yang masih dalam masa kredit disebut masih ditemukan dan memiliki konsekuensi pidana.
Selain pembiayaan mobil baru dan bekas, ACC saat ini memiliki layanan pembiayaan multiguna ACC Danaku. Produk tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti renovasi rumah, pendidikan, liburan, hingga investasi emas.
Perusahaan pembiayaan yang berdiri sejak 1982 itu kini memiliki jaringan 76 kantor cabang, 43 kantor selain cabang, dan empat kantor cabang ACC Syariah di Indonesia. ACC juga menyediakan layanan digital ACC ONE untuk kebutuhan administrasi kendaraan dan layanan pelanggan lainnya.




