OTOJATIM - Panas gurun, jalan berbatu, pasir tebal, dan jam berkendara yang memaksa tubuh terus siaga. Di kondisi seperti itu, motor bukan lagi alat transportasi. Ia berubah menjadi penentu nasib. Di sinilah Yamaha XMAX diuji, bukan di lintasan uji coba, melainkan di perjalanan Umrah lintas benua sejauh 27.000 kilometer.
![]() |
| Daeng bersama Yamaha XMAX usai menuntaskan perjalanan overland Indonesia–Mekah sejauh 27.000 kilometer. |
Adalah Anshar, atau yang lebih dikenal sebagai Daeng, biker asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang menempuh misi tersebut. Mengendarai Yamaha XMAX generasi pertama, ia bergerak dari Indonesia menuju Mekah selama tujuh bulan, sejak Mei hingga November. Total ada 12 negara Asia hingga Timur Tengah yang dilalui, dengan jarak tempuh yang membuat touring biasa terasa seperti perjalanan singkat.
“Sebetulnya tantangan terbesar memang ada pada kondisi geografis dan sosial-politik di masing-masing negara. Untuk ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Laos, overall tidak ada kendala berarti. Nah ketika masuk Cina ini memang administrasi izin lintasnya yang cukup rumit dan memakan biaya yang mahal, karena kita wajib sewa guide yang disiapkan pemerintah. Lalu di Afghanistan, nah ini yang paling berat karena infrastruktur jalan masih sangat jelek. Saya selama empat hari harus melewati jalan lintas provinsi yang berpasir dan berbatu dari pagi sampai malam degan penerangan yang sangat minim. Beberapa kali saya sempat tumbang karena kelelahan dan motor juga mengalami trouble di sana. Kalo di Iran kita hanya dibatasi untuk mengambil dokumentasi, terutama di area situs-situs pemerintahan, jadi gak bisa sembarangan bikin video konten,” ujar Daeng.
Di tengah tekanan ekstrem itu, XMAX tetap dipaksa bekerja hingga batas tertinggi. Panas gurun, guncangan keras, hingga kerusakan fisik sempat terjadi. Namun motor tersebut masih mampu membawa Daeng menuntaskan misi ibadahnya.
“Jujur saya sangat kagum dengan XMAX ini, karena secara durabilitas untuk perjalanan jauh hingga puluhan ribu kilometer sudah teruji kuat. Terutama saat di Afghanistan, itu motor benar-benar saya pacu hingga batas ekstrem. Bayangkan cuaca sangat panas, saya lewat jalur provinsi itu jalannya batu dan berpasir di tengah gurun selama 4 hari. Guncangan motor dasyat sekali, makanya behel lampu billed patah, frame motor juga sepertinya patah di jalan lintas Afghanistan itu, tapi saya paksakan tetap jalan 1.000-kilometer lebih sampai kemudian baru mendapat penanganan di UEA untuk dilas dan diperbaiki oleh tim mekanik Yamaha di Dubai,” kata Daeng.
![]() |
| Biker asal Makassar menunggangi Yamaha XMAX saat touring lintas negara menuju Mekah |
“Yamaha sangat mengapresiasi apa yang telah Daeng capai, karena ini benar-benar sangat merefleksikan semangat ‘KANDO’ yang menjadi filosofi dari perusahaan, dimana orang yang menggunakan produk Yamaha pasti akan merasakan Fun & Excitement Feeling. Selain itu, perjalanan inspiratif ini juga secara langsung membuktikan ketangguhan skutik MAXI Yamaha. Apalagi motor XMAX yang digunakan merupakan produk global buatan Indonesia yang diekspor ke lebih dari 45 negara di dunia, sehingga secara durability pasti teruji, spare part pun mudah ditemukan di negara-negara lain,” ungkap Sutarya, Senior Director Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Perjalanan ini belum berhenti. Daeng merencanakan lanjutan rute dari Arab Saudi menuju Eropa pada pertengahan 2026. Yamaha memberikan satu unit XMAX TECHMAX serta riding jacket kolaborasi Yamaha dengan Rabbit & Wheels sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang tersebut.
XMAX TECHMAX sendiri baru mendapatkan pembaruan fitur pada IMOS September lalu, termasuk Electric Adjustable Screen, Emergency Stop Signal, serta desain TFT meter yang lebih ringkas untuk visibilitas.





