OTOJATIM - Ruang edukasi keselamatan berkendara di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen ini bukan sekadar pajangan sekolah. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, 8.108 orang keluar masuk Safety Riding (SR) Lab Astra Honda, belajar membaca risiko jalan raya lewat pendekatan yang konkret, visual, dan praktis. Angkanya bicara lantang: fasilitas ini aktif bekerja, bukan simbol.
![]() |
| Peserta mengikuti sesi praktik keselamatan berkendara di SR Lab Astra Honda SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang. |
SR Lab Astra Honda SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen lahir dari sinergi MPM Honda Jatim bersama Yayasan Astra Honda Motor (AHM). Sejak mulai digunakan pada 2021, fasilitas ini dibuka untuk lintas kalangan dengan satu benang merah: membangun kebiasaan berkendara aman melalui pendekatan terstruktur dan terukur.
“SR Lab Astra Honda kami hadirkan sebagai fasilitas edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, masyarakat umum, komunitas, hingga perusahaan. Melalui sinergi ini, kami berharap edukasi keselamatan berkendara dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujar Suhari, Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim.
Di level sekolah, SR Lab tidak berdiri sendiri. SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mengaitkannya langsung dengan pendidikan vokasi, khususnya jurusan otomotif. Saat ini terdapat 23 Duta Safety Riding dari berbagai jurusan. Mereka mendapat pembekalan langsung dari instruktur safety riding, lalu menjadi penggerak edukasi di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
“SR Lab Astra Honda memberikan nilai tambah bagi pembelajaran siswa. Selain mendukung pendidikan vokasi, fasilitas ini juga membekali siswa dengan pemahaman keselamatan berkendara yang sesuai standar dan mampu mereka tularkan ke lingkungan sekitar,” kata Moch. Arief Luqman Hakim, M.Pd., Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
![]() |
| Edukasi keselamatan berkendara di SR Lab Astra Honda SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen |
Berlanjut ke Zona Simulasi, peserta diuji lewat visual tiga dimensi. Di area ini tersedia Honda Riding Trainer (HRT) yang memaksa pengendara mengambil keputusan dalam berbagai skenario lalu lintas. Refleks, kewaspadaan, serta pemahaman risiko diasah tanpa harus turun ke jalan raya.
Tahap akhir berada di Zona Praktik. Lintasannya mengacu pada standar uji SIM C, lengkap dengan rambu, marka, dan rintangan. Di sini, teknik berkendara diuji secara nyata, selaras regulasi, sekaligus membiasakan disiplin sejak dini.
Gaung edukasi di SR Lab Astra Honda Kepanjen juga diperkuat lewat sinergi dengan Jasa Raharja dan Kepolisian setempat. Kolaborasi ini membuat pesan keselamatan tidak berhenti di ruang praktik, tetapi menjalar ke ruang publik. Polanya konsisten, skalanya meluas, dan dampaknya terukur.
Di tengah kepadatan lalu lintas dan tingginya risiko kecelakaan, SR Lab Astra Honda Kepanjen menjelma sebagai laboratorium kebiasaan. Bukan hanya mengajarkan cara mengendarai sepeda motor, tetapi membentuk cara berpikir sebelum menarik gas.





