-->

Insentif Pajak Satu ini Buat Dunia Otomotif Bergairah lagi

Mobil Seperti Fortuner Sendiri Bisa dikategorikan Mobil Komersial 

Melbourne, otojatim.com Written Asset Off atau Pengurangan pajak dari aset sesuai dengan nilai yang ditentukan oleh Badan Pajak atau Kementerian Keuangan. Tujuan untuk meningkatkan perekonomian terutama bisnis padat karya. Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Australia di bawah kepemimpinan Scott Morrison dengan Menteri keuangan Josh Frydenberg. 

Satu aset untuk bisnis yang masuk dalam program ini minimal Aus Dollar 150.000 atau 1,5 Miliar Rupiah. Bisa berupa kendaraan ataupun properti. Tetapi, banyak dari mereka gunakan cara ini untuk membeli kendaraan komersial. Lantas, pada beli mobil komersial itu buat apa. 

Oke bisnis di Australia sendiri tidak melulu bisnis besar seperti tambang dan sejenisnya, Bisa dari tukang ledeng, locksmith atau tukang kunci sampai tukang kebun pun juga disebut bisnis. Karena itu, mereka butuh kendaraan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Selain itu, mereka punya sertifikat buat pekerjaan seperti ini. Mulai dari listrik sampai pipa ledeng disebut tradies, sedangkan bisnis kargo sendiri juga naik daun dan biasanya banyak kurir independen atau perusahaan jasa kirim barang kargo memanfaatkan program insentif pajak satu ini. 


Salah satu yang dapat manfaat dari program pemerintah Australia adalah pengusaha kargo asal Indonesia yang saat ini bermukim di Melbourne, Australia. Dia mengatakan kalau insentif pajak ini bantu memotong pajak yang tergolong besar di Australia. Sekaligus melakukan perombakan armada baru-nya. 


Tentu saja ada dampak buat mereka yang punya bisnis jasa seperti ini. Butuh armada baru sekaligus mengurangi pajak mereka di Financial Years berikutnya. Selain itu, potongan harga khusus untuk Tax Written off membuat diler banjir order bukan. Pastinya, penjualan banyak dan ekonomi sedikit bergerak setelah pandemi. 


Meskipun, hal ini tidak berpengaruh terhadap Victoria. Dimana naiknya kasus Covid pertengahan tahun kemarin berimbas kepada operasional dealer dan bengkel mobil. Lantas, berpengaruh di beberapa state yang tidak sampai ke Lockdown stage 4. Tetapi, permintaan mobil komersial seperti Ute, Pickup, Truk dan Van meningkat tajam. Bahkan semua dealer berlomba berikan harga kompetitif. 


Berkaca dari kisah ini, sepatutnya Indonesia bisa menerapkan cara ini, dengan beragam insentif dan potongan pajak untuk pengusaha dan bisnis, Apalagi cara ini terbilang ampuh untuk berikan dorongan ekonomi. Ibaratnya, domino efek yang terjadi setelah berlakunya penghapusan pajak aset. Mana mungkin semua perekonomian jalan terus bukan. 


LihatTutupKomentar