Kerjasama Indonesia Australia Bisa Masukkan Mobil Buatan Indonesia

Hyundai Bisa Saja Produksi Model-Model untuk pasar Australia Bukan 


Melbourne, Otojatim.com Kehadiran Presiden Indonesia Joko Widodo di Canberra, Australia Pekan ini membawa angin surga bagi industri otomotif Indonesia. Perihal kerjasama antara kedua negara yaitu Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Kerjasama ini memperkuat hubungan yang dibentuk selama ini oleh Indonesia-Australia. 

Selain itu, kerjasama ekonomi ini membawa hal baru untuk industri otomotif Indonesia. Dimana mereka bakalan bisa menjajaki pasar baru, Australia. Padahal kalau melihat pasar Australia sendiri, saat ini didominasi oleh Ute. Sedangkan model yang diproduksi di Indonesia hampir sebagian besar adalah Low MPV dan SUV. Tetapi semua itu bisa berubah tatkala melihat segmen SUV bisa menjadi pilihan menarik untuk dipasarkan di Australia.

Masalahnya untuk memasuki pasar Australia ini butuh segmentasi yang sama. Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Putu Juli Ardika dikutip dari Kompas.com (11/02/20), Produk kita belum bisa masuk karena perbedaan segmentasi. Karena permintaan di Australia itu Ute (Double Cabin), SUV dan Sedan, sedangkan Indonesia produksi mobil penumpang lebih banyak.


Melihat penjualan model di Australia tembus 1,1 juta unit tidak salah juga. Tetapi, apa mungkin produk-produk yang di Indonesia bisa masuk dan sesuai dengan selera orang Australia yang dikenal suka dengan mesin besar dan bodi layaknya double cabin. Hal tersebut akan terlihat mustahil apabila kedepannya ada reorientasi dari industri otomotif. Semisalnya, merakit Ute untuk memenuhi ekspor ke Australia.
LihatTutupKomentar