OTOJATIM – Penjualan Suzuki di Jawa Timur menunjukkan penguatan sepanjang 2026. PT Buana Indomobil Trada (BIT) Jawa Timur mencatat penjualan 3.476 unit selama periode Januari-Agustus 2026, meningkat dibandingkan 1.823 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu dasar optimisme BIT Jawa Timur dalam menghadapi pasar otomotif hingga akhir tahun.
Area Manager PT Buana Indomobil Trada Jawa Timur, Agus Henriyanto Tan, mengatakan pertumbuhan penjualan menunjukkan mulai bergeraknya kembali aktivitas pembelian kendaraan di Jawa Timur.
“Secara umum Jawa Timur dengan segmen yang sangat luas, ekonomi yang besar, ini marketnya sangat potensial,” ujar Agus saat ditemui dalam acara Regional Handover Ceremony Suzuki XL7 Minor Change di Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Agus, sejumlah pembelian yang sebelumnya belum direalisasikan pada tahun lalu mulai dilakukan konsumen pada tahun ini. Kondisi tersebut turut memberikan dorongan terhadap pasar kendaraan di Jawa Timur.
“Yang terjadi di tahun sebelumnya menurut saya bukan saja karena masalah faktor ekonomi, tetapi memang banyak pemain yang menunda. Tapi terlihat di tahun ini mereka mulai melakukan realisasi untuk pembeliannya,” katanya.
Agus menggambarkan kondisi tersebut seperti keran yang mulai terbuka setelah sebelumnya aliran pembelian belum berjalan optimal.
“Keran yang tertahan tahun lalu sekarang kebuka. Buka di tahun ini mulai realisasi,” ujarnya.
Market Share Suzuki Ikut Menguat
Pertumbuhan penjualan BIT Jawa Timur berjalan seiring dengan peningkatan pangsa pasar Suzuki di wilayah tersebut.
Dalam paparan BIT, market share Suzuki di Jawa Timur meningkat dari 7,3 persen pada 2025 menjadi 11,2 persen pada awal 2026. Artinya, terdapat kenaikan sebesar 3,9 poin persentase.
Suzuki juga mencatat pencapaian market share hingga 14 persen pada Juni 2026, yang disebut sebagai level tertinggi. Pada Juli 2026, Suzuki berada di peringkat kedua market share Jawa Timur.
Agus menilai peningkatan aktivitas pasar pada 2026 juga dipengaruhi banyaknya program dan kegiatan yang berlangsung, khususnya pada Agustus. Sejumlah agenda seperti GIIAS, KKB BCA, Movex Expo, Mandiri Expo dan BSI Expo turut memberikan stimulus terhadap pasar.
Selain itu, aktivitas proyek pemerintah ikut memberikan dampak terhadap penjualan kendaraan, terutama pada segmen komersial.
“Secara pertumbuhan market di Jawa Timur pun meningkat. Memang salah satu faktornya adalah proyek pemerintah di commercial car. Itu juga mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan di Jawa Timur,” kata Agus.
Ia juga melihat kondisi ekonomi Jawa Timur tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meski sejumlah sektor industri masih menghadapi tantangan, Agus menilai karakteristik pasar Jawa Timur yang luas dan beragam membuat potensi pertumbuhan tetap terbuka.
XL7 Minor Change Dapat Respons Positif
Di tengah pertumbuhan tersebut, Suzuki XL7 Minor Change menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian konsumen.
BIT Jawa Timur mencatat 145 SPK XL7 pada momentum awal kehadiran model tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 70 konsumen masih dalam proses mendapatkan unit.
Agus memastikan konsumen tidak perlu menunggu hingga berbulan-bulan. Menurutnya, BIT telah melakukan persiapan unit sejak awal peluncuran, sementara proses distribusi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan produk.
“Secara umum produk ini kita memang sudah prepare dari awal pertama launching,” ujarnya.
BIT memperkirakan seluruh kebutuhan unit XL7 di Jawa Timur dapat dipenuhi dalam waktu dekat.
Respons terhadap XL7 Minor Change tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan Regional Handover Ceremony yang digelar pada Sabtu, 5 September 2026.
Acara diawali dengan seremoni penyerahan kendaraan di jaringan BIT Kenjeran, Surabaya. Sejumlah konsumen menerima unit XL7 Minor Change dalam kegiatan tersebut.
Setelah seremoni, rombongan konsumen dan jajaran BIT melanjutkan perjalanan dalam konvoi dari BIT Kenjeran menuju Black Owl. Di lokasi tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan seremoni bersama konsumen dan apresiasi bagi pembeli pertama XL7 Minor Change.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BIT memperkenalkan XL7 terbaru sekaligus merayakan respons awal konsumen terhadap model tersebut.
XL7 Kuasai 43 Persen Segmen SUV 3-Row
Dalam presentasi BIT, XL7 disebut menguasai 43 persen market share SUV 3-row di Jawa Timur.
Agus mengatakan XL7 menjadi satu-satunya model di segmen SUV 3-row yang mencatat pertumbuhan penjualan dari 2025 ke 2026.
Selain XL7, produk Suzuki lain juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan. Suzuki Fronx disebut menguasai 50 persen pada segmennya, sedangkan kendaraan komersial Suzuki mencatat dominasi yang lebih besar.
Agus juga melihat teknologi hybrid semakin diterima konsumen. Untuk lini passenger Suzuki, kontribusi kendaraan hybrid disebut telah mencapai sekitar 70 persen dari penjualan passenger.
Optimistis hingga Akhir Tahun
Melihat perkembangan penjualan hingga Agustus, BIT Jawa Timur optimistis tren positif tersebut dapat berlanjut hingga akhir 2026.
Agus menyebut pencapaian BIT Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 160 persen dari target yang ditetapkan.
“Secara umum kita sangat optimis dengan melihat growth dari Januari bahkan sampai ke Agustus. Dengan pertumbuhan di BIT Jawa Timur kita sangat optimis,” katanya.
Menurut Agus, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh perluasan jaringan BIT di sejumlah daerah. Setelah membuka jaringan di Blitar, perusahaan menyiapkan ekspansi ke Bojonegoro, Tuban, dan sejumlah wilayah lainnya.
Perluasan jaringan diharapkan dapat memperkuat akses konsumen terhadap layanan penjualan maupun purnajual Suzuki di Jawa Timur.
![]() |
| Suzuki XL7 Minor Change dilepas dalam rangkaian Regional Handover Ceremony PT Buana Indomobil Trada (BIT) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (5/9/2026). |
Area Manager PT Buana Indomobil Trada Jawa Timur, Agus Henriyanto Tan, mengatakan pertumbuhan penjualan menunjukkan mulai bergeraknya kembali aktivitas pembelian kendaraan di Jawa Timur.
“Secara umum Jawa Timur dengan segmen yang sangat luas, ekonomi yang besar, ini marketnya sangat potensial,” ujar Agus saat ditemui dalam acara Regional Handover Ceremony Suzuki XL7 Minor Change di Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Agus, sejumlah pembelian yang sebelumnya belum direalisasikan pada tahun lalu mulai dilakukan konsumen pada tahun ini. Kondisi tersebut turut memberikan dorongan terhadap pasar kendaraan di Jawa Timur.
“Yang terjadi di tahun sebelumnya menurut saya bukan saja karena masalah faktor ekonomi, tetapi memang banyak pemain yang menunda. Tapi terlihat di tahun ini mereka mulai melakukan realisasi untuk pembeliannya,” katanya.
Agus menggambarkan kondisi tersebut seperti keran yang mulai terbuka setelah sebelumnya aliran pembelian belum berjalan optimal.
“Keran yang tertahan tahun lalu sekarang kebuka. Buka di tahun ini mulai realisasi,” ujarnya.
Market Share Suzuki Ikut Menguat
Pertumbuhan penjualan BIT Jawa Timur berjalan seiring dengan peningkatan pangsa pasar Suzuki di wilayah tersebut.
Dalam paparan BIT, market share Suzuki di Jawa Timur meningkat dari 7,3 persen pada 2025 menjadi 11,2 persen pada awal 2026. Artinya, terdapat kenaikan sebesar 3,9 poin persentase.
Suzuki juga mencatat pencapaian market share hingga 14 persen pada Juni 2026, yang disebut sebagai level tertinggi. Pada Juli 2026, Suzuki berada di peringkat kedua market share Jawa Timur.
Agus menilai peningkatan aktivitas pasar pada 2026 juga dipengaruhi banyaknya program dan kegiatan yang berlangsung, khususnya pada Agustus. Sejumlah agenda seperti GIIAS, KKB BCA, Movex Expo, Mandiri Expo dan BSI Expo turut memberikan stimulus terhadap pasar.
![]() |
| Jajaran tim PT Buana Indomobil Trada Jawa Timur dalam Regional Handover Ceremony Suzuki XL7 Minor Change di Surabaya, Sabtu (5/9/2026). |
“Secara pertumbuhan market di Jawa Timur pun meningkat. Memang salah satu faktornya adalah proyek pemerintah di commercial car. Itu juga mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan di Jawa Timur,” kata Agus.
Ia juga melihat kondisi ekonomi Jawa Timur tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meski sejumlah sektor industri masih menghadapi tantangan, Agus menilai karakteristik pasar Jawa Timur yang luas dan beragam membuat potensi pertumbuhan tetap terbuka.
XL7 Minor Change Dapat Respons Positif
Di tengah pertumbuhan tersebut, Suzuki XL7 Minor Change menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian konsumen.
BIT Jawa Timur mencatat 145 SPK XL7 pada momentum awal kehadiran model tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 70 konsumen masih dalam proses mendapatkan unit.
Agus memastikan konsumen tidak perlu menunggu hingga berbulan-bulan. Menurutnya, BIT telah melakukan persiapan unit sejak awal peluncuran, sementara proses distribusi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan produk.
“Secara umum produk ini kita memang sudah prepare dari awal pertama launching,” ujarnya.
BIT memperkirakan seluruh kebutuhan unit XL7 di Jawa Timur dapat dipenuhi dalam waktu dekat.
Respons terhadap XL7 Minor Change tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan Regional Handover Ceremony yang digelar pada Sabtu, 5 September 2026.
Acara diawali dengan seremoni penyerahan kendaraan di jaringan BIT Kenjeran, Surabaya. Sejumlah konsumen menerima unit XL7 Minor Change dalam kegiatan tersebut.
Setelah seremoni, rombongan konsumen dan jajaran BIT melanjutkan perjalanan dalam konvoi dari BIT Kenjeran menuju Black Owl. Di lokasi tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan seremoni bersama konsumen dan apresiasi bagi pembeli pertama XL7 Minor Change.
![]() |
| Area Manager PT Buana Indomobil Trada (BIT) Jawa Timur Agus Henriyanto Tan saat memberikan keterangan mengenai perkembangan penjualan Suzuki di Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026). |
XL7 Kuasai 43 Persen Segmen SUV 3-Row
Dalam presentasi BIT, XL7 disebut menguasai 43 persen market share SUV 3-row di Jawa Timur.
Agus mengatakan XL7 menjadi satu-satunya model di segmen SUV 3-row yang mencatat pertumbuhan penjualan dari 2025 ke 2026.
Selain XL7, produk Suzuki lain juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan. Suzuki Fronx disebut menguasai 50 persen pada segmennya, sedangkan kendaraan komersial Suzuki mencatat dominasi yang lebih besar.
Agus juga melihat teknologi hybrid semakin diterima konsumen. Untuk lini passenger Suzuki, kontribusi kendaraan hybrid disebut telah mencapai sekitar 70 persen dari penjualan passenger.
Optimistis hingga Akhir Tahun
Melihat perkembangan penjualan hingga Agustus, BIT Jawa Timur optimistis tren positif tersebut dapat berlanjut hingga akhir 2026.
Agus menyebut pencapaian BIT Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 160 persen dari target yang ditetapkan.
“Secara umum kita sangat optimis dengan melihat growth dari Januari bahkan sampai ke Agustus. Dengan pertumbuhan di BIT Jawa Timur kita sangat optimis,” katanya.
Menurut Agus, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh perluasan jaringan BIT di sejumlah daerah. Setelah membuka jaringan di Blitar, perusahaan menyiapkan ekspansi ke Bojonegoro, Tuban, dan sejumlah wilayah lainnya.
Perluasan jaringan diharapkan dapat memperkuat akses konsumen terhadap layanan penjualan maupun purnajual Suzuki di Jawa Timur.







