OTOJATIM - Populasi sepeda motor di Indonesia terus melesat. Pada 2026 jumlahnya diperkirakan telah mencapai 145 juta unit. Angka itu menjadikan roda dua sebagai moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat sekaligus pasar yang sangat besar bagi industri otomotif, suku cadang, bengkel hingga lembaga pembiayaan.
![]() |
| Tampilan website IDRS www.roadsafetyrating.id |
Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan berbagai kalangan yang selama ini berkecimpung dalam bidang keselamatan transportasi. Dari kegelisahan itu lahir Indonesian Road Safety Rating (IDRS), sebuah inisiatif yang diperkenalkan untuk mendorong hadirnya produk kendaraan yang memiliki standar keselamatan lebih baik di Indonesia.
“Indonesian Road Safety Rating atau kami singkat IDRS ini merupakan inisiatif kami demi jalanan Indonesia yang lebih berkeselamatan,” kata Wawan Prastowo, Direktur Utama PT Katya Fajar Ultima (KyFU), salah satu penginisiasi IDRS.
IDRS dirancang sebagai program berbasis konsumen yang bertujuan mempromosikan produk dengan tingkat keselamatan lebih baik melalui mekanisme penilaian dan sertifikasi. Kehadiran sistem ini diharapkan memberi referensi bagi masyarakat saat memilih kendaraan, sekaligus membantu pelaku industri melihat kebutuhan pasar terhadap produk yang memiliki aspek keselamatan lebih tinggi.
Gagasan tersebut juga berkaitan dengan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), khususnya pilar ketiga yang menargetkan adopsi protokol New Car Assessment Program (NCAP) pada 2030. Di sisi lain, penerapan standar yang terlalu cepat dan bersifat wajib berpotensi menambah beban bagi industri maupun konsumen. Karena itu, IDRS diposisikan sebagai jembatan yang dapat mengakomodasi kepentingan kedua pihak.
Deklarasi IDRS mendapat sambutan positif dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Lembaga yang bertugas melakukan investigasi independen kecelakaan transportasi itu menilai keberadaan sistem penilaian keselamatan dapat membantu menekan angka kecelakaan di masa mendatang.
![]() |
| Deklarasi Indonesian Road Safety Rating (IDRS) dan penyerahan sertifikat keselamatan sepeda motor di Jakarta |
Meski baru resmi diperkenalkan, IDRS ternyata sudah mulai menjalankan fungsi sertifikasinya. Pada acara tersebut, Adrianto Sugiarto Wiyono yang mewakili IDRS menyerahkan sertifikat keselamatan kepada sejumlah merek sepeda motor yang telah melalui proses penilaian.
MForce Indonesia menjadi salah satu penerima sertifikat dengan tiga model yang memperoleh hasil berbeda. CF Moto Papio XO-1 meraih predikat bintang lima, WMoto Letbe Island mendapatkan bintang tiga, sedangkan Zeeho AE4 ABS memperoleh bintang empat.
Selain itu, produsen motor listrik ALVA juga menerima sertifikasi untuk beberapa produknya. ALVA Cervo Q berhasil meraih peringkat bintang lima. Model Cervo X memperoleh bintang empat, sementara N3 Next Gen mendapatkan bintang tiga.
Pabrikan asal India, TVS, turut masuk dalam daftar penerima sertifikat keselamatan. TVS Ronin TD mendapatkan predikat bintang lima, Ronin SS meraih bintang empat, dan Calisto 125 Premium memperoleh bintang tiga.
Kehadiran IDRS menandai babak baru dalam penilaian keselamatan sepeda motor di Indonesia. Saat jumlah kendaraan terus bertambah dan angka korban kecelakaan masih tinggi, keberadaan acuan keselamatan yang mudah dipahami publik menjadi salah satu hal yang semakin dibutuhkan pasar.





