OTOJATIM - Transmisi otomatis kini bukan lagi urusan pindah gigi tanpa injak kopling. Di lini produk Peugeot, ada teknologi bernama Automatic Gearbox Autoadaptive yang dirancang untuk menyesuaikan diri dengan karakter pengemudi. Sistem ini bukan cuma memindahkan gigi, tapi juga “belajar” dari kebiasaan di balik kemudi.
![]() |
| Automatic Gearbox Autoadaptive Peugeot menyesuaikan perpindahan gigi sesuai gaya mengemudi dan kondisi jalan. |
Sistem ini bekerja lewat Transmission Control Unit (TCU). Unit tersebut menerima data dari berbagai sensor. Mulai dari posisi pedal gas, putaran mesin, kecepatan kendaraan, beban mesin, pola pengereman, hingga suhu oli transmisi. Dari data itu, sistem memilih pola perpindahan gigi atau shift map yang paling sesuai. Hasilnya, karakter transmisi bisa berubah tanpa disadari pengemudi.
"Saat pengemudi berkendara dengan gaya santai, transmisi akan lebih cepat menaikkan gigi pada putaran mesin rendah untuk menjaga efisiensi bahan bakar. Sebaliknya, ketika pengemudi sering melakukan akselerasi agresif atau kickdown, transmisi akan menahan gigi lebih lama agar respons tenaga terasa lebih optimal," imbuhnya.
Kemampuan adaptif ini juga membaca kondisi jalan. Saat mobil menanjak, gigi rendah akan ditahan untuk menjaga torsi. Ketika menurun, sistem bisa otomatis menurunkan gigi guna membantu engine brake dan menjaga stabilitas kendaraan.
Teknologi ini sudah lama hadir di Peugeot. Pada generasi terdahulu, sistem serupa digunakan pada transmisi AL4 yang terpasang di model seperti Peugeot 206, 307, 406 hingga 308. Transmisi ZF 4HP20 pada Peugeot 406 V6 dan 607 juga memakai prinsip adaptif.
![]() |
| Sistem transmisi Automatic Gearbox Autoadaptive pada mobil Peugeot |
Karena sifatnya yang terus belajar, karakter perpindahan gigi bisa terasa berbeda seiring waktu. Bahkan, satu mobil dapat memberi rasa berbeda saat dikemudikan orang lain. Dalam kondisi tertentu, perpindahan gigi bisa terasa sedikit lambat saat mesin masih dingin atau berubah setelah sering digunakan agresif.
"Kondisi tersebut masih tergolong normal dan merupakan bagian dari proses adaptasi sistem. Namun, penting untuk membedakannya dengan gejala gangguan teknis. Seperti sentakan keras yang berulang, slip transmisi, keterlambatan masuk gigi yang ekstrem, atau aktifnya mode darurat (limp mode) bukanlah karakter autoadaptive dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," wantinya.
Agar tetap prima, perawatan transmisi wajib diperhatikan. Oli transmisi harus sesuai spesifikasi pabrikan. Oli yang tidak tepat bisa memengaruhi tekanan hidrolik dan logika adaptasi, sehingga kualitas perpindahan gigi menurun.
Setelah penggantian oli, pelepasan aki, atau perbaikan sistem transmisi, sistem autoadaptive butuh waktu untuk kembali menyesuaikan diri. Pada fase ini, karakter gigi bisa terasa berbeda sebelum akhirnya stabil.
Bagi pemilik Peugeot, memahami cara kerja Automatic Gearbox Autoadaptive akan membantu mengenali mana karakter bawaan sistem dan mana tanda gangguan teknis. Dengan perawatan yang tepat di bengkel resmi Astra Peugeot, performa transmisi tetap terjaga dalam jangka panjang.





