OTOJATIM - Sudah ramai di jagat berita maupun sosial media bahwa pemerintah Indonesia melalui salah satu badan usaha milik negara (BUMN) sudah terlanjur memesan kendaraan niaga atau pick up asal India untuk Koperasi Merah Putih (KMP). Inilah saran dari @Arviansyah23 selaku penulis dan penguji kendaraan untuk pemerintah Indonesia.
Kebetulan di medio 2019 - 2020 sebelum pandemi COVID-19 penulis sudah pernah menguji beberapa mobil asal India yang akan jadi bakal calon mobil dinas KMP. Saat itu yang @Arviansyah23 coba adalah MAHINDRA Scorpio dan juga TATA Xenon (kembaran TATA Yodha).
Singkatnya kedua mobil ini tangguh di medan berat, kualitasnya cukup solid, efisien dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tanpa meninggalkan performanya. Namun ada problem besar yang pemerintah sebenarnya harus lihat yaitu aftersales service dan parts.
Mobil-mobil ini sama-sama berkapasitas mesin 2.200 cc serta pastinya beda engine, MAHINDRA Scorpio pakai mesin mHawk sementara TATA Yodha pakai mesin berkode DiCOR. Mungkin hampir tidak ada keluhan mengenai durabilitas kedua mobil berpenggerak 4x4 ini.
Tapi menyoal parts perlu dikaji ulang. Tidak mudah menemukan suku cadang mobil lansiran negeri Bollywood ini di Indonesia. Apalagi keduanya berbeda brand, ada kemungkinan rantai pasok untuk menyediakan suku cadangnya berbeda alur.
Saran penulis adalah mengajukan kontrak servis dan pengadaan suku cadangnya. Agar mobil-mobil tersebut dapat optimal dan penggunanya nanti di ranah pelaksana KMP tidak khawatir menyoal purna jual dan parts. Dengan pembelian total 70.000 unit seharusnya principal kedua merek tersebut bisa memberikannya. Tentu perlu dikaji juga menyoal harga kontrak servis dan pengadaan parts tersebut.
Ini penting banget, mengingat kendaraan niaga harus tinggi Uptime-nya. Jangan sampai jika terjadi kerusakan entah dikarenakan tabrakan, maupun mechanical failure harus menunggu spare parts sehingga Downtime mobil MAHINDRA Scorpio maupun TATA Yodha jadi tinggi.
Toh bukan kali ini saja mobil India digunakan instansi pemerintah. Medio 2016-2018 seingat penulis TATA Xenon sempat digunakan dinas kebersihan untuk menunjang operasional. Bahkan beberapa mobilnya masih ada yang dipakai untuk support, sebab sudah digantikan dengan yang lebih baru.
Kehandalan produk India pun sudah dirasakan oleh konsumen roda dua melalui brand Bajaj dan TVS. Meski merek Bajaj untuk roda dua tidak ada kabarnya kini, tapi TVS masih ada dan relatif minim keluhan merek-merek India tersebut. Belum lagi Bajaj roda 3 yang kini mulai masuk kembali ke Tanah Air.
Jadi itulah saran Saya untuk pemerintah Indonesia. Murah bukan hanya saat beli, namun bagaimana tetap terjangkau saat operasional serta tidak ada adegan menunggu parts yang berujung tersendatnya mobil saat operasi. Semoga saja pemerintah Indonesia turut mempertimbangkan mengenai hal ini.








