iklan jual beli mobil

Takut Nilai Jual Turun, Tak Mau Terikat Cicilan? Hyundai IONIQ 5 Kini Bisa Dinikmati Tanpa Beli

OTOJATIM - Mobil listrik makin sering jadi bahan obrolan. Banyak yang tertarik, banyak juga yang masih menahan diri. Alasannya beragam. Harga awal besar. Teknologi berkembang cepat. Nilai jual kembali belum tentu stabil. Di sisi lain, gaya hidup urban juga berubah. Kepemilikan bukan lagi satu-satunya pilihan.
Hyundai IONIQ 5 di booth IIMS 2026 saat peluncuran Hyundai Subscribe
Hyundai IONIQ 5 kini dapat dinikmati lewat Hyundai Subscribe tanpa perlu membeli unit secara langsung - Wahyu Seto, Head of Hyundai Solusi Mobilitas
Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Hyundai memperkenalkan Hyundai Subscribe untuk EV. Indonesia bahkan menjadi negara pertama di Asia Pasifik yang menjalankan program ini.

“Kami ingin memperkuat kehadiran EV premium kami sambil tetap memprioritaskan aksesibilitas. Hyundai Subscribe menawarkan cara fleksibel bagi pelanggan kami untuk menikmati teknologi terbaru kami tanpa batasan kepemilikan tradisional. Saya bangga mengumumkan bahwa khusus untuk Hyundai, program ini diperkenalkan untuk pertama kalinya di kawasan Asia Pasifik, dengan Indonesia terpilih sebagai negara pertama,” ungkap Kenny Lee, Presiden Direktur PT Hyundai Solusi Mobilitas.

Kekuatan skema ini ada pada tiga hal besar.

Pertama, soal risiko nilai jual kembali. Banyak calon pengguna EV khawatir harga mobil listrik akan turun cepat karena teknologi baterai terus berkembang. Dengan model subscription, pengguna tidak perlu memikirkan depresiasi. Tidak ada beban menjual kembali unit saat ingin berganti kendaraan.

Kedua, soal perubahan pola pikir generasi urban. Kini banyak orang lebih memilih akses dibanding kepemilikan. Selama bisa digunakan dengan nyaman dan sesuai kebutuhan, status kepemilikan bukan lagi prioritas. Hyundai Subscribe memungkinkan konsumen menikmati Hyundai IONIQ 5 dan Hyundai IONIQ 5 N tanpa membeli unitnya. Periode berlangganan tersedia mulai dari 12 hingga 60 bulan.

Biaya bulanan sudah mencakup asuransi, perawatan, pajak kendaraan, serta bantuan darurat di jalan. Tidak ada dana besar di awal. Tidak ada komitmen panjang seperti kredit konvensional.

Ketiga, ini menjadi cara aman mencoba mobil listrik. Banyak orang penasaran dengan pengalaman berkendara EV, tapi belum yakin untuk langsung membeli. Lewat subscription, pengguna bisa merasakan mobil listrik dalam aktivitas harian. Coba pola charging. Uji efisiensi. Rasakan kenyamanan kabin. Semua tanpa tekanan memiliki selamanya.

Hyundai IONIQ 5 dibangun di atas platform E-GMP dengan kemampuan pengisian daya cepat dan fitur Vehicle to Load. Interiornya luas dan modern, cocok untuk mobilitas kota.

Hyundai IONIQ 5 N menawarkan performa lebih ekstrem dengan tenaga hingga 478 kW atau 650 PS dari sistem dual motor. Akselerasi 0 hingga 100 km per jam sekitar 3,4 detik dan kecepatan maksimum sekitar 260 km per jam. Ini menunjukkan mobil listrik bisa tetap menyenangkan.

Untuk pelaku usaha, ada nilai tambah dari sisi administrasi. Biaya sewa dapat dicatat sebagai beban operasional selama kendaraan digunakan untuk kegiatan bisnis. Tidak perlu mencatat kendaraan sebagai aset tetap dan menghitung penyusutan fiskal setiap tahun. Administrasi menjadi lebih sederhana.

Namun bagi konsumen perorangan, daya tarik utamanya tetap pada kemudahan hidup. Tidak pusing mengurus pajak tahunan. Tidak khawatir nilai jual kembali. Tidak terjebak cicilan panjang.

Dalam fase transisi menuju elektrifikasi, model seperti ini terasa relevan. Mobil listrik tidak lagi harus dimiliki untuk bisa dinikmati. Cukup diakses sesuai kebutuhan.

Dan mungkin, di era sekarang, itu justru terasa lebih masuk akal.
LihatTutupKomentar

Race 2 Win, Acara Otomotif Tanpa Batas

Komunitas LM400 berpose bersama Koenigsegg CCX di sirkuit Sentul (6/5). Berto/Otojatim Sentul, Otojatim.com - Sabtu (6/5) itu nampak r...

close
harga yamaha nmax turbo