OTOJATIM - Yamaha kembali memamerkan sisi paling jujur dari pengalaman berkendara. Bukan di ruang pamer, bukan pula di lintasan buatan, melainkan di jalur pegunungan yang menuntut fokus, tenaga, serta rasa percaya penuh pada mesin. Lewat Editors On Wheels, Yamaha mengajak para pemimpin redaksi media nasional dan otomotif menaklukkan rute ikonik Jawa Tengah, dari Yogyakarta hingga Semarang, dengan satu pesan tegas: motor harus bicara lewat perjalanan, bukan sekadar klaim spesifikasi.
![]() |
| Para pemimpin redaksi menjajal MAXi dan Sport Yamaha di jalur ikonik pegunungan Jawa Tengah. |
“Senang sekali event Editors On Wheels dapat hadir kembali pada tahun ini dan kembali mengajak rekan-rekan editor semua untuk lakoni perjalanan seru bersama Yamaha. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan bahwa Yamaha tidak hanya serius dalam menghadirkan produk-produk berkualitas. Namun, Yamaha turut memikirkan journey dan aspirasi yang diinginkan oleh para pengguna demi hadirnya rasa kepuasan tertinggi bagi mereka, yang sudah menjadi salah satu spirit kami, KANDO Creating Company. Editors On Wheels menjadi salah bentuk realisasi itu, di mana kami ingin menunjukkan bahwa excitement feeling ini dapat dirasakan juga oleh teman-teman editor melalui perjalanan seru bersama Yamaha,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Rombongan memulai perjalanan dari Yogyakarta menuju Salatiga melalui Ketep dan Kopeng. Rute ini dikenal sebagai favorit para pengendara karena kombinasi kelokan tajam dan elevasi yang berubah cepat. Kabut tipis menyelimuti jalur, memaksa peserta menjaga ritme dan presisi.
Di sinilah NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA menunjukkan karakternya. Teknologi YECVT dengan Y-Shift memberi respons instan saat dibutuhkan, sementara Traction Control System menjaga traksi tetap stabil di aspal dingin pegunungan.
Sensasi berkendara terasa penuh. Akselerasi bisa diminta kapan saja, deselerasi terasa terkendali, dan motor tetap patuh saat sudut kemiringan berubah cepat. Rute ini tidak memberi ruang untuk setengah-setengah, dan justru di situlah kepercayaan pada mesin terbangun.
“Pertama-tama, terima kasih atas undangan yang sudah Yamaha berikan sehingga saya bisa turut hadir dalam event kali ini. Menurut saya acaranya sangat menarik sekali, karena ini kali pertama saya bisa ikut riding bareng dengan teman-teman editor media nasional & otomotif, sekaligus kita juga diajak untuk menikmati aneka atraksi wisata dan kegiatan menarik lainnya. Touringnya pun juga seru karena kita diajak untuk eksplor wilayah pegunungan yang cocok sekali untuk uji ketahanan dan kekuatan yang ada pada setiap motor,” ungkap Naufal Aziz, salah satu peserta Editors On Wheels.
Tidak hanya MAXi, Yamaha MT-25 generasi terbaru ikut ambil bagian. Mesin berstandar Euro 5+, suspensi depan upside-down 37 mm, serta posisi berkendara yang lebih ergonomis membuat motor sport ini terasa adaptif di rute panjang. Karakternya tetap agresif, namun tidak melelahkan. Saat jalur mulai menyempit dan padat, MT-25 tetap lincah. Assist & Slipper Clutch berpadu dengan ABS menjaga kontrol tetap presisi, terutama ketika harus sering berpindah gigi dan mengerem mendadak.
Di Kopeng, peserta beristirahat sejenak menikmati panorama Gunung Telomoyo dan Merbabu. Jalur ini kerap dijuluki “surga tikungan anak motor,” julukan yang terasa relevan setelah melewatinya langsung. Malam hari di Salatiga ditutup dengan santap BBQ bersama jajaran petinggi Yamaha Indonesia, mencairkan jarak setelah seharian penuh berkendara.
Hari kedua membawa nuansa berbeda. Rute menuju Semarang via Ambarawa dan Ungaran menghadirkan kombinasi wisata dan lalu lintas perkotaan. Dari kelas latte art di Salatiga hingga perjalanan Kereta Wisata Ambarawa menyusuri Danau Rawapening, Yamaha memperlihatkan bahwa touring tidak selalu soal gas penuh.
Saat memasuki area kota yang padat, ergonomi NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA kembali terasa. Manuver lebih luwes, posisi duduk bersahabat, dan kontrol tetap nyaman di kepadatan lalu lintas.
Editors On Wheels akhirnya tiba di Semarang dengan satu kesan kuat: motor yang baik akan menunjukkan karakternya saat dipaksa bekerja di kondisi nyata. Yamaha memilih membuktikan itu lewat perjalanan panjang, jalur menantang, serta pengalaman langsung. Bukan klaim, melainkan rasa yang tertinggal setelah mesin dimatikan.




