-->

10 Tahun Kiprah Mahasiswa Indonesia dalam Lomba Shell Eco Marathon, Inovasi Mesin Bakar Masih Diminati

Garuda UNY melaju di trek balap Shell Eco-marathon Asia
Garuda UNY melaju di trek balap Shell Eco-marathon Asia 2018-2019

Jakarta, Otojatim.com - Sudah 10 tahun Indonesia terus berpartisipasi dalam kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) tingkat Asia.


Shell Indonesia bangga telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan ajang global yang lahir di Perancis pada tahun 1985 ini. Berkat SEM Asia, muncul inovasi-inovasi kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan yang ditampilkan oleh para inventor muda Tanah Air yang berkompetisi di kancah global.

"Shell Eco-marathon berperan penting dalam memebrikan inspirasi generasi penerus sebagai calon pemimpin masa depan untuk bereksperimen secara cerdas dan kreatif dalam mencari solusi atas tantangan efisiensi bahan bakar saat ini dan di masa depan. Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, kita patut bangga dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu sebanyak lebih dari 200% dan jumlah partisipasi kampus yang hanya 4 di tahun 2010 menjadi lebih dari 25 institusi pendidikan pada 2020. SEM juga telah menjadi wadah bagi mahasiswa lintas ilmu seperti teknik, bisnis, manajemen dan bidang studi lainnya untuk bisa berkolaborasi mewujudkan inovasi," kata President Director & Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri. 

Partisipasi mahasiswa dari berbagai universitas di penjuru Nusantara telah menghadirkan sederet kendaraan hemat energi hasil inovasi mereka yang mengedepankan efisiensi energi, berawal dari 9 tim yang berpartisipasi dalam kategori internal combustion (mesin pembakaran dalam dengan bahan bakar bensin, diesel, ethanol dan gas alam terkompresi), pada 2020 ini meningkat menjadi 16 tim untuk kategori internal combustion dan 15 tim dengan kategori mobil listrik dan hydrogen fuel cell.

Baca: Asa dan Realita Eksistensi Pelumas Mobil di Masa Depan

Indonesia juga berhasil memberikan impresi yang baik di ajang Drivers’ World Championship (DWC) sebagai perwakilan regional Asia. Pada event yang lain, tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bahkan berhasil meraih gelar juara dengan mengalahkan tim pesaing dari Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Pencapaian tim-tim Indonesia sampai saat ini telah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang kompetitif, gigih, dan inovatif.

Tentunya jumlah peserta tim dan institusi pendidikan yang ikut  bagian dalam inovasi transportasi di Indonesia mengalami peningkatan besar dari tahun ke tahun, saat ini terdapat sekitar 80 tim dari 45 institusi pendidikan yang sudah memiliki inovasi dibidang mobil hemat energi.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, “Generasi muda adalah aktor utama dalam mencapai target penurunan efisiensi energi sebesar 1% per tahun, bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025, dan penurunan emisi CO2 sebesar 198 juta ton CO2 pada sektor energi ditahun 2025. Mereka lah yang akan menikmati dan menjalankan terwujudnya energi bersih masa depan. Partisipasi dan prestasi mahasiswa Indonesia di ajang Shell Eco-marathon perlu diapresiasi dan didukung untuk mempersiapkan para generasi muda yang tanggap terhadap tantangan energi di masa mendatang.”

Sejalan dengan Misi Perguruan Tinggi

Mewakili institusi pendidikan, dalam webinar tersebut Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Mochammad Ashari menyatakan bahwa pihak universitas senantiasa menyambut dan mendukung program Shell Eco-marathon karena misinya sejalan dengan misi perguruan tinggi.

“Tugas utama sebuah perguruan tinggi adalah menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas untuk bisa berkontribusi secara aktif bagi bangsa serta negara. Lewat Shell Eco-marathon, kita dapat menghasilkan generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter sebagai calon pemimpin di masa mendatang,” jelasnya.

Shell Eco-marathon diyakini sebagai sebuah langkah tepat dalam mendorong inovasi di kalangan pelajar dan mahasiswa, memberi warna bagi pengembangan riset untuk memecahkan berbagai permasalahan energi masa depan, dan menumbuhkan semangat untuk berani berkompetisi di kancah global bagi generasi muda.

Mendukung generasi muda Indonesia untuk terlibat di dalam upaya ini adalah salah satu inisiatif perusahaan dalam mewujudkan komitmen tersebut dan SEM telah menjadi wadah yang efektif bagi anak-anak bangsa dalam menciptakan berbagai embrio solusi energi mobilitas yang berkelanjutan untuk dikembangkan dan direalisasikan.

“Saya percaya pada kekuatan kolaborasi untuk mendorong tercapainya solusi energi mobilitas yang bersih dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk Shell Indonesia, untuk turut mempersiapkan SDM mumpuni di bidang energi sebagai bibit unggul pemimpin masa depan yang mampu menjadi agen perubahan sekaligus enabler dalam mengimplementasikan berbagai solusi energi bersih dalam konteks transisi energi,” tutup Dian.

LihatTutupKomentar