-->
close
harga batu koral

Gairahkan Prestasi Drag Bike, Dmillers Racing Kontrak Pembalap Senilai Satu Miliar

Kawasaki KRR150 drag bike
Dmillers Racing Team saat mengadakan simulasi drag bike di sirkuit GBT
Oto Jatim - Sesuai rencana Gunawan selaku CEO Dmillers Group yang menaungi Dmillers Racing Team (DRT) untuk menjadikan timnya sebagai trend setter, kini diwujudkan melalui kontrak kerja sama dengan pembalap yang mumpuni.

 
Bertempat di Saigon Delight Restaurant, Ciputra World Surabaya. Pada Senin 10 Agustus 2020, bergulir tanda tangan kesepakatan antara Management Dmillers Racing Team dengan rider Sultan Herex Qbot.

Tak main-main, nilai kontraknya cukup fantastis dengan nilai Rp.1 miliar untuk paket satu musim kompetisi atau setahun. Ini merupakan rekor perekrutan terbesar di balap karapan roda dua.  

 

Baca: Channel Youtube Video Dmillers Racing Team

Namun bila dirunut ke belakang, nilai kontrak ini sebanding dengan konsistensi dan perjuangan Qbot, dalam menggairahkan balapan drag bike 600 cc up sampai dengan 1000 cc up, sejak 6 tahun silam.

Namun tak hanya sebagai pembalap utama, Qbot juga bertugas menjadi Brand Ambasador Dmillers Racing Team. Sekaligus, merangkap bintang iklan dan konsultan option part DRT, yang sebentar lagi diluncurkan oleh Dmillers Group.

nilai kontrak pembalap drag bike
Dari kiri: Roy Manager DRT, Sultan Herex Qbot (berkacamata) dan Gunawan selaku bos DRT


“Nilai kontrak ini sebagai pembuktian, bahwa Management Dmillers Racing Team, serius pada progress pembentukan DRT, yang diklaim sebagai tim terbesar di 2020 ini,” tegas Roy Manager Dmillers Racing Team, Surabaya. 

Selain menggaet pembalap berkelas, Dmillers pun mempunyai banyak program berkesinambungan untuk regenerasi. “Semoga saja kedepanya nanti, selain untuk prestasi di kompetisi, central research and development option part DRT, juga akan ada program, “Dmillers Tour Go To School,” lontar Gunawan.

 

Baca: Launching Dmillers Racing Team

Di aktivitas “Dmillers Tour Go To School”, kami akan mengenalkan squad Dmillers Racing Team, ke remaja milennial di beberapa SMA maupun SMK di Surabaya. “Sebagai sarana interaksi langsung ke remaja, soal apa itu balap liar dan resmi,” timpal Roy.

Pelaku balap resmi yaitu rider-rider Dmillers Racng Team, akan menjelaskan panjang lebar, hingga mengupasnya. Bagaimana dan apa sebab akibat balapan liar? Agar segera meninggalkannya.

“Poin ini saya proyeksikan untuk mengubah pola pikir remaja belakangan ini yang memprihatinkan dan segera beralih ke event prestasi, yaitu balapan drag bike resmi,” tegas Gunawan.

Honda CBR250rr drag bike

"Hal ini sekaligus sebagai implementasi proses perjuangan dan kehidupan saya saat remaja, hingga berada di titik sukses seperti ini, yang sempat jadi pelakunya," kenangnya.

"Singkat cerita, saya bersama Management Dmillers Group, ingin mengentaskan remaja, agar bisa mengulang dan merefresh mengawali kehidupan dengan mindset yang transparan, sehat dan berperilaku normatif."

 “Sekaligus sebagai bentuk sosialisasi dan campaign, bahwa Dmillers Racing Team, Surabaya anti balap liar, ”wejang Gunawan.

Poin ini sekaligus menjadi salah satu klausul utama, bagi seluruh awak kru Dmillers Racing Team, Surabaya. “Kalau sampai dengar berita atau kedapatan turun karapan liar, sepakat kita berhentikan,” tegas Gunawan.

Untuk formasi motor-bike dan kelas yang akan diikuti, Sultan Herex Qbot resmi berlaga di kelas motor-bike 600 cc up sampai dengan 1000 cc up.

Selain itu juga ada nama Rendy dan Irul Tole, turun di kelas 250 cc up. Ada juga tambahan kelas lain yang akan diikuti, sesuai dengan fenomena kelas motor-bike yang dinilai paling booming, seperti sport 2 tak 155 rangka standar.


Siap Beli Kelas & Gelar Event Balapan

Anggap saja di 2020 ini sudah terhitung di tengah musim kompetisi. Secara formasi dan kapasitas rival tim karapan, dinilai masih acak-acakan, pengaruh pandemi.

“Butuh banyak default dan penyegaran pastinya, sehingga saya putuskan di tahun ini secara kompetisi belum ada bobotnya,” nilai Gunawan.

Kendati demikian, strategi dan jenis aktivitas yang akan diikuti Dmillers Racing Team, Surabaya, mutlak harus ada rancangan, schedule, konsep, misi dan visi tim yang jelas dan dipahami semua awak kru.

Menanggapi jenis dan level event balapan yang akan diikuti, target utama drag race motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up.

"Semisal nanti di perjalananya bentuk dan kemasan event open atau nasional, tetap kita ikuti. Tapi, kita berharap dikemas skala nasional. Kalau di tahun sebelumnya masih promotor daerah, semoga di tahun ini atau mendatang promotor nasional ikut peduli dan tampil menggelarnya,” harap Sultan Herex Qbot.

Tapi, hasil pembicaraan dengan Gunawan, untuk perjalanan event-event karapan regular di Jawa Timur, kemungkinan akan kita beli kelas dan mengkoordinasinya dengan pelakunya, baik tim maupun privater.

Dengan maksud, berusaha menjadikanya sebagai preview dan sosialisasi kelas motor-bike 250 cc up sampai dengan kelas 1000 cc up. “Agar tak sampai dihadapkan dengan problem kurang idealnya quota peserta,” sebut Sultan Herex Qbot.

Memang menjadi hal mutlak, ketika mempertimbangkanya sejak 6 tahun silam, saat pertama dimulai dibukanya kelas motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up.

Sultan Herex Qbot


Kalau hanya menunggu bola, berat untuk eksistensi motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up, mengingat intensitas kompetisi-nya dalam setahun tak sampai 7 even,” menurut analisa Gunawan.

Tapi, itu hanya sebatas konsep tawaran kerjasama dengan promotor daerah, dalam sosialisasinya. Tapi, dari Management Dmillers Racing Team, Surabaya tetap ada main event karapan motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up.

Secara konsep event, di depan mata sudah ada rencana untuk menggelar di empat provinsi, yaitu Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. Kalau Jabar dan Jateng, sudah mendapatkan ilustrasi total peserta aktif.

“Tinggal mengkaji wilayah Jatim dan Bali. Kesannya peserta masih musiman, meskipun ada beberapa yang aktif berlaga,“ detail Roy.

Pertimbangan ini, kita akan bikin lebih dulu testcase event karapan motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up di sirkuit GBT, Surabaya. Bagaimana respon dan antusiasnya.

Di kesempatan meet up itu nantinya kita akan komunikasikan bersama, dengan peserta tim maupun privater. “Agar, dalam perjalananya nanti terskema lebih matang dan tak sekedar wacana saja,” Gunawan memastikan.

LihatTutupKomentar