Cara Sales Mobil Terhindar dari PHK di Tengah Terjangan Badai COVID

Ilustrasi sales mobil

Otojatim.com - Di tengah pandemi COVID-19, sales atau tenaga penjual mobil lebih memanfaatkan layanan internet untuk memasarkan produk mereka. Hal ini dirasa efektif dan jadi jalan  mereka bisa menjual produk yang diniagakan.


Seperti yang dikatakan seorang sales Toyota dari salah satu diler di Surabaya.

"Sekarang lebih efektif jualan lewat sosial media atau web jual-beli. Karena kalau tidak begitu, mau bagaimana lagi," papar Ibnu, salesman Toyota dari Liek Motor cabang Indrapura.

Ibnu mengungkapkan kini dirinya tidak bisa beraktiftas memasarkan produk seperti biasa sebelum adanya COVID-19.

Baca: Beli Xenia atau Granmax Dapat Angpao, Hanya di Dealer Daihatsu Madiun Mastrip

Pasalnya sejak adanya aturan social distancing serta imbauan masyarakat untuk tetap di rumah membuat kegiatan menjadi terbatas.

Ia pun tidak lagi bisa membuat pameran di mall-mall dan juga mendatangi calon konsumen untuk menjajakan produk yang dijualnya.
ibnu liek motor
Ibnu Darmana, sales Toyota Liek Motor Indrapura
Ia pun mengaku bersama rekan salesnya masih dipatok target penjualan di tengah situasi sulit saat ini.
"Sudah dua bulan ini penjualan menurun jauh. Bahkan sampai hari ini ada sales yang belum menjual mobilnya. Padalah kalau biasanya, pasti sudah terjual 3 sampai 5 mobil di tanggal ini," tambahnya.

Ia menyatakan bila jualan dengan menggunakan daring saat ini jadi satu-satunya cara yang efektif.

"Saya mencoba membuat website toyotasurabaya.web.id atau memasang iklan di situs jual-beli mobil. Ditambah harus lebih aktif menggunakan media sosial untuk tetap jualan," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dampak COVID-19 juga menyasar para tenaga penjualan produk otomotif ini.

Baca: Nyanyi Sambil Jualan Mobil, Ronny Raup 18 SPK Tiap Bulan

Apalagi sejak adanya keputusan lembaga pembiayaan (leasing) yang menaikan down payment (DP) untuk pembelian mobil baru.

Membuat adanya calon konsumen yang membatalkan pembelian. Dampaknya, terdapat sales mobil yang sampai di-PHK (pemutusan hubungan kerja) akibat anjloknya pasar otomotif di Indonesia.

LihatTutupKomentar