Wisatawan Makin Ramai, Bus Pariwisata Ikut Dituntut Naik Kelas
OTOJATIM - Lonjakan aktivitas wisata di Indonesia ikut membuat kebutuhan transportasi penumpang semakin besar. Data Kementerian Pariwisata mencatat perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, sementara kunjungan wisatawan mancanegara berada di angka 15,39 juta. Kondisi ini membuat kualitas kendaraan untuk perjalanan antardestinasi ikut menjadi perhatian. ![]() |
| Mitsubishi Fuso Canter Extra Long Bus untuk transportasi pariwisata Indonesia |
Angka perjalanan wisatawan tersebut memberi gambaran bahwa mobilitas menuju berbagai destinasi semakin besar. Transportasi menjadi bagian penting karena wisatawan harus berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain dengan perjalanan yang aman dan nyaman.
Kebutuhan itu kemudian dijawab PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) lewat Mitsubishi Fuso Canter Extra Long Bus. Kendaraan ini diperkenalkan pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk kebutuhan pariwisata, transportasi antarkota, hingga angkutan massal.
Canter Extra Long Bus membawa wheelbase 4,2 meter. Ukuran tersebut memberi ruang lebih fleksibel bagi perusahaan karoseri untuk merancang kabin dengan kapasitas penumpang yang lebih optimal.
Jantung pacunya menggunakan mesin dengan tenaga 136 PS. Fuso juga membekali kendaraan ini dengan radius putar yang lebih kecil dan long tapered leaf spring. Paket tersebut dirancang untuk kebutuhan kendaraan wisata dan angkutan penumpang antarkota.
Bagi industri pariwisata, kebutuhan bus memang berkaitan langsung dengan kualitas perjalanan wisatawan. Kementerian Pariwisata menyebut pengembangan pariwisata diarahkan pada high value tourism dan quality experience. Perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan menjadi bagian dari pengalaman wisata tersebut.
"Satu hal yang perlu dipertegas adalah memperkuat kolaborasi dan koordinasi agar dukungan dari industri otomotif yang menghadirkan transportasi nyaman dan aman bagi kelanjutan sektor pariwisata. Bagaimanapun, dukungan industri kendaraan tidak bisa dilepaskan karena setiap perjalanan wisata hingga ke berbagai destinasi tentu membutuhkan layanan transportasi yang andal," ujar Budi Supriyanto, Asisten Deputi Bidang Manajemen Industri Kementerian Pariwisata.
Dari sisi operator, kebutuhan kendaraan juga berkaitan dengan keandalan armada. Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, menyebut performa kendaraan, kapasitas yang sesuai, serta layanan purnajual menjadi faktor penting dalam operasional transportasi wisata.
"Sebagai operator transportasi wisata, kami berkomitmen menghadirkan armada yang aman, nyaman, dan andal agar dapat memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi penumpang. Dukungan kendaraan yang memiliki performa baik, kapasitas yang sesuai, serta didukung layanan purnajual yang kuat menjadi faktor penting bagi kami dalam menjaga keandalan operasional dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen," ujar Budi Susilo.
KTB juga membawa jaringan purnajual yang terdiri dari 223 dealer serta layanan Zero Down Time untuk menjaga kendaraan tetap siap digunakan pelanggan.
Dengan kapasitas dan fleksibilitas karoseri yang ditawarkan, Canter Extra Long Bus menyasar kebutuhan operator yang bergerak di sektor wisata dan angkutan penumpang. Ketika perjalanan wisata terus berada pada volume besar, bus menjadi salah satu bagian penting yang menentukan kelancaran mobilitas antar-destinasi.





