OTOJATIM - Chery membawa konsep yang cukup liar ke panggung GIIAS 2026. Namanya TIGGO V, sebuah kendaraan yang bisa berubah karakter menjadi SUV, MPV tujuh penumpang, hingga double cab. Konsep 3-in-1 ini menjadi daya tarik utama model yang diperkenalkan sebagai debut pertama Chery di luar China.
“Pengembangan TIGGO V dimulai dari kebutuhan nyata konsumen Indonesia. Berdasarkan hasil riset, konsumen membutuhkan kendaraan yang mampu menjawab kebutuhan keluarga, menghadapi berbagai kondisi jalan, tetap nyaman dipakai, sekaligus fleksibel untuk aktivitas produktivitas maupun hobi,” ujar Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit.
Chery merancang TIGGO V dengan konsep 3-in-1 versatility. Karakternya dibuat untuk mobilitas harian, perjalanan keluarga, sampai membawa perlengkapan aktivitas luar ruang.
Konfigurasi kabinnya menjadi bagian paling menarik. Kursi dapat diatur untuk membawa 2, 4, 5, atau 7 penumpang. Mode yang tersedia mencakup bed mode hingga pengaturan untuk perjalanan keluarga dan aktivitas outdoor.
Saat digunakan sebagai SUV, TIGGO V menawarkan postur kokoh dengan panjang 4.910 mm, lebar 1.921 mm, tinggi 1.790 mm, serta ground clearance 220 mm.
Kemampuan melibas medan juga menjadi perhatian. TIGGO V diklaim mampu menghadapi tanjakan hingga 41 derajat dan genangan air dengan kedalaman sampai 700 mm. Ada pula fitur Easy Turn yang memanfaatkan sistem pengereman roda belakang untuk memangkas radius putar sekitar 0,5 meter.
Ketika kebutuhan berubah menjadi kendaraan keluarga, kabin tiga baris siap digunakan untuk tujuh penumpang. Sementara konfigurasi belakang dapat diubah menjadi format double cab untuk membawa perlengkapan kerja maupun kebutuhan aktivitas luar ruang.
Bagian belakangnya menggunakan split tailgate yang mampu menopang beban hingga 250 kg. Chery juga menyematkan Vehicle-to-Load atau V2L berdaya 2,2 kW untuk memasok listrik ke berbagai perangkat saat perjalanan maupun kegiatan outdoor.
Menariknya, konsep ini bukan lahir dari meja desain semata. Pengembangan TIGGO V dimulai sejak Februari 2024 melalui proyek T1TP. Tim R&D Chery Global melakukan survei langsung di Indonesia untuk mempelajari kondisi jalan, pola mobilitas, serta kebutuhan keluarga.
Ratusan sesi kemudian dilakukan antara engineer Chery Global, tim Indonesia, dan konsumen. Kondisi yang dipelajari mencakup tanjakan, jalan tidak rata, genangan air, cuaca panas, perjalanan keluarga, hingga kebutuhan membawa perlengkapan pekerjaan dan hobi.
Dari proses tersebut, Chery menemukan kebutuhan terhadap kendaraan dengan kemampuan menanjak, ground clearance tinggi, kabin tiga baris, konektivitas modern, pendingin udara yang optimal, serta efisiensi bahan bakar. Hasil studi itu kemudian menjadi dasar konsep Chery X yang diperkenalkan di GJAW 2025 sebelum berlanjut ke TIGGO V.
Untuk urusan mesin, TIGGO V tersedia dengan dua pilihan powertrain, yakni Internal Combustion Engine (ICE) dan Chery Super Hybrid (CSH). Daya jelajahnya disebut mencapai 1.030 km dengan thermal efficiency hingga 42,5 persen.
Di GIIAS 2026, Chery menampilkan dua unit TIGGO V. Satu unit menggunakan format SUV/MPV dengan kabin tiga baris. Unit lainnya tampil dengan konfigurasi double cab dan area belakang terbuka.
Dengan format tersebut, Chery ingin memperlihatkan langsung bagaimana satu platform TIGGO V dapat menjalankan tiga fungsi berbeda. Model ini sekaligus menjadi kendaraan yang pertama kali diperkenalkan Chery di luar China.
![]() |
| Chery TIGGO V diperkenalkan di GIIAS 2026 dengan konsep 3-in-1 yang memadukan SUV, MPV tujuh penumpang dan double cab. |
Chery merancang TIGGO V dengan konsep 3-in-1 versatility. Karakternya dibuat untuk mobilitas harian, perjalanan keluarga, sampai membawa perlengkapan aktivitas luar ruang.
Konfigurasi kabinnya menjadi bagian paling menarik. Kursi dapat diatur untuk membawa 2, 4, 5, atau 7 penumpang. Mode yang tersedia mencakup bed mode hingga pengaturan untuk perjalanan keluarga dan aktivitas outdoor.
Saat digunakan sebagai SUV, TIGGO V menawarkan postur kokoh dengan panjang 4.910 mm, lebar 1.921 mm, tinggi 1.790 mm, serta ground clearance 220 mm.
![]() |
| Chery TIGGO V tampil dengan konsep SUV, MPV dan double cab di GIIAS 2026 |
Ketika kebutuhan berubah menjadi kendaraan keluarga, kabin tiga baris siap digunakan untuk tujuh penumpang. Sementara konfigurasi belakang dapat diubah menjadi format double cab untuk membawa perlengkapan kerja maupun kebutuhan aktivitas luar ruang.
Bagian belakangnya menggunakan split tailgate yang mampu menopang beban hingga 250 kg. Chery juga menyematkan Vehicle-to-Load atau V2L berdaya 2,2 kW untuk memasok listrik ke berbagai perangkat saat perjalanan maupun kegiatan outdoor.
Menariknya, konsep ini bukan lahir dari meja desain semata. Pengembangan TIGGO V dimulai sejak Februari 2024 melalui proyek T1TP. Tim R&D Chery Global melakukan survei langsung di Indonesia untuk mempelajari kondisi jalan, pola mobilitas, serta kebutuhan keluarga.
![]() |
| Chery Tiggo V |
Dari proses tersebut, Chery menemukan kebutuhan terhadap kendaraan dengan kemampuan menanjak, ground clearance tinggi, kabin tiga baris, konektivitas modern, pendingin udara yang optimal, serta efisiensi bahan bakar. Hasil studi itu kemudian menjadi dasar konsep Chery X yang diperkenalkan di GJAW 2025 sebelum berlanjut ke TIGGO V.
Untuk urusan mesin, TIGGO V tersedia dengan dua pilihan powertrain, yakni Internal Combustion Engine (ICE) dan Chery Super Hybrid (CSH). Daya jelajahnya disebut mencapai 1.030 km dengan thermal efficiency hingga 42,5 persen.
Di GIIAS 2026, Chery menampilkan dua unit TIGGO V. Satu unit menggunakan format SUV/MPV dengan kabin tiga baris. Unit lainnya tampil dengan konfigurasi double cab dan area belakang terbuka.
Dengan format tersebut, Chery ingin memperlihatkan langsung bagaimana satu platform TIGGO V dapat menjalankan tiga fungsi berbeda. Model ini sekaligus menjadi kendaraan yang pertama kali diperkenalkan Chery di luar China.







