iklan jual beli mobil
vario baru

Farizon V8E Mulai Dirakit Oleh Putra-Putri Bangsa Indonesia di Purwakarta


OTOJATIM - Dari Purwakarta, Farizon V8E memulai babak baru manufaktur Farizon di Indonesia. Produksi perdana Farizon V8E menandai proyek produksi KD (Knocked Down) pertama Farizon di luar negeri sekaligus memperkuat fondasi ekosistem kendaraan komersial listrik di Indonesia.


"Proyek ini merupakan implementasi nyata dari strategi lokalisasi Farizon dan menjadi proyek produksi KD (Knocked Down) pertama Farizon di luar negeri," buka Mike Fan, selaku CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group.


Industri kendaraan komersial di Indonesia memasuki babak baru ketika kendaraan listrik tidak lagi sekadar datang dari luar negeri untuk dipasarkan, tetapi mulai meninggalkan jalur produksi di dalam negeri. 


"Kehadiran fasilitas produksi lokal menjadi langkah penting untuk membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi, mulai dari produk, manufaktur, rantai pasok hingga layanan. Dengan proses yang semakin dekat dengan pasar, kami dapat terus mengembangkan kendaraan yang semakin sesuai dengan kondisi jalan, karakteristik operasional, dan kebutuhan pengguna kendaraan komersial di Indonesia," yakin Mike nama depan Mike Fan.


Momentum tersebut ditandai oleh Farizon New Energy Commercial Vehicle Group bersama ARISTA sebagai distributor resmi Farizon di Indonesia dan PT Handal Indonesia Motor sebagai mitra manufaktur lokal, melalui Manufacture Agreement Signing Ceremony sekaligus seremoni line off unit pertama Farizon V8E Cargo Van yang dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta. 


Langkah ini menjadi bagian penting dari perjalanan Farizon di Indonesia, yang sejak diperkenalkan secara resmi pada awal 2026 mulai membangun kehadirannya melalui pengembangan pasar dan distribusi kendaraan komersial listrik, dan kini memasuki tahap produksi lokal.


Lebih dari sekadar seremoni produksi, momen ini menjadi penanda perubahan arah Farizon di Indonesia. Dua model, Farizon V8E dan Farizon F3E, mulai dirakit secara lokal di fasilitas tersebut, dengan V8E menjadi the first locally assembled Farizon V8E Cargo Van in Indonesia. 


Kehadiran unit pertama yang keluar dari lini perakitan menunjukkan bahwa strategi Farizon mulai bergerak melampaui aktivitas penjualan menuju pembangunan fondasi manufaktur dan ekosistem kendaraan komersial listrik di Indonesia. 


Bagi ARISTA, dimulainya produksi lokal juga menandai perkembangan penting dalam membangun kehadiran Farizon secara lebih terintegrasi di Indonesia, dengan distribusi, akses pasar, manufaktur lokal, serta dukungan terhadap kebutuhan pengguna kendaraan komersial mulai terhubung dalam satu perjalanan bisnis.


Untuk mendukung langkah tersebut, fasilitas perakitan Farizon di Handal, Purwakarta, menjadi bagian penting dalam membangun fondasi manufaktur Farizon di Indonesia. Dengan dukungan kapabilitas manufaktur lokal Handal, keberadaan fasilitas tersebut memberikan Farizon pijakan produksi yang lebih dekat dengan pasar sekaligus membuka ruang bagi pengembangan portofolio kendaraan komersial listrik secara bertahap sesuai dengan kebutuhan Indonesia.


Langkah ini memiliki arti strategis bagi Farizon karena Indonesia menjadi lokasi proyek produksi KD (Knocked Down) pertama perusahaan di luar negeri. Lebih dari sekadar fasilitas perakitan, produksi lokal diproyeksikan menjadi titik tumpu yang menghubungkan proses manufaktur dengan pengembangan produk, rantai pasok, jaringan distribusi dan layanan purnajual. Dengan pendekatan tersebut, Farizon ingin membangun kehadiran yang tidak hanya terlihat dari kendaraan yang beroperasi di jalan, tetapi juga dari kemampuan industri dan ekosistem yang menopangnya.


Dari ‘Pasar Tujuan’ menjadi ‘Basis Produksi’


Sejak resmi hadir di Indonesia pada Januari 2026, Farizon bersama ARISTA sebagai distributor resmi Farizon di Indonesia mulai membangun fondasi bisnis melalui pengembangan pasar, distribusi dan pengenalan produk. Dimulainya perakitan lokal kini membawa perjalanan tersebut ke tahap berikutnya, ketika Indonesia tidak hanya menjadi pasar tujuan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai manufaktur Farizon.


Perubahan ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan kebutuhan sektor transportasi dan logistik. Kendaraan komersial memiliki peran langsung dalam aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi barang dan logistik hingga transportasi serta pelayanan publik. Elektrifikasi pada segmen ini tidak semata berkaitan dengan perubahan teknologi kendaraan, tetapi juga menyentuh efisiensi operasional dan arah perkembangan transportasi yang lebih berkelanjutan.


Farizon membawa pengalaman pengembangan kendaraan komersial di bawah Geely Holding Group untuk menjawab kebutuhan tersebut. Di Indonesia, perusahaan mengarahkan pengembangan pasar pada berbagai skenario penggunaan, termasuk logistik, transportasi, distribusi dalam kota dan pelayanan publik. Strategi tersebut diperkuat melalui proses produksi lokal yang memungkinkan pengembangan produk dan dukungan operasional berada lebih dekat dengan karakteristik pasar domestik.


Dalam konteks tersebut, V8E menjadi penanda awal perjalanan manufaktur Farizon, sementara F3E turut menjadi bagian dari model yang dirakit secara lokal. Keduanya memberikan fondasi awal bagi pengembangan portofolio kendaraan komersial listrik Farizon dari basis produksi Indonesia.


Kolaborasi dengan PT Handal Indonesia Motor menjadi salah satu elemen penting dalam merealisasikan langkah tersebut. Dengan pengalaman dan kapabilitasnya sebagai perusahaan perakitan kendaraan, Handal mempertemukan kemampuan manufaktur lokal dengan ekspansi Farizon di Indonesia. Fasilitas Handal di Purwakarta juga menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas produksi yang lebih dekat dengan pasar, sekaligus mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.


"Kami menyambut baik kepercayaan Farizon kepada PT Handal Indonesia Motor untuk mendukung proses perakitan kendaraan komersial listrik di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat kapabilitas manufaktur lokal, sekaligus memberikan dukungan terhadap kebutuhan prinsipal global dalam menghadirkan kendaraan dengan standar kualitas yang konsisten di pasar Indonesia," ujar Denny Siregar, President Director PT Handal Indonesia Motor, PT Handal Indonesia Motor. 


Di sisi lain, ARISTA menjadi bagian penting dari perjalanan Farizon melalui pengembangan pasar, distribusi dan jaringan di Indonesia. Sebagai distributor resmi Farizon, ARISTA berperan dalam menghubungkan produk dan teknologi Farizon dengan kebutuhan pengguna kendaraan komersial di berbagai sektor. Kolaborasi antara Farizon, Handal dan ARISTA menciptakan keterhubungan antara pengembangan produk, manufaktur, distribusi dan akses pasar, yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan kendaraan komersial listrik di dalam negeri.


"Ini merupakan langkah besar bagi ARISTA, Farizon dan Handal yang menandai dimulainya babak baru dalam pengembangan ekosistem kendaraan komersial listrik di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung transformasi industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi. Kami di ARISTA sangat bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini, sejalan dengan visi dan misi pemerintah menuju Net Zero Emission dalam menghadapi tantangan global," ujar Christoforus Ronny, Direktur PT Arista Manufacturing Indonesia.


Bagi Farizon, keberadaan fasilitas produksi lokal juga membuka peluang untuk membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi. Mulai dari manufaktur, rantai pasok, distribusi hingga layanan purnajual dapat dikembangkan secara bertahap seiring dengan pertumbuhan pasar dan kebutuhan pengguna kendaraan komersial listrik. Pendekatan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari perjalanan Farizon dalam membangun ekosistem kendaraan komersial listrik yang lebih dekat dengan pasar.


Ke depan, Farizon akan terus memperdalam pengembangan pasar Indonesia, mengoptimalkan produk berdasarkan kebutuhan pengguna, serta memperkuat kerja sama dengan mitra lokal dan kawasan ASEAN. Perusahaan melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar kendaraan komersial listrik, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi komersial yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.


Sebagai informasi tambahan, Farizon New Energy Commercial Vehicle Group merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan kendaraan komersial berbasis energi baru dan solusi mobilitas untuk kebutuhan bisnis. 


Dengan portofolio yang mencakup van, Light Duty Truck (LDT), Medium Duty Truck (MDT), Heavy Duty Truck (HDT), hingga bus, Farizon mengembangkan kendaraan dengan mengedepankan elektrifikasi, teknologi cerdas, konektivitas dan efisiensi operasional. 


Secara global, Farizon telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 160.000 unit hingga 2025 dan menempati posisi terdepan di segmen kendaraan komersial listrik sejak 2020. Farizon juga terus memperluas kehadirannya di pasar internasional sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong transformasi kendaraan komersial menuju mobilitas yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.


Di Indonesia, Farizon resmi hadir pada Januari 2026 melalui ARISTA Group sebagai distributor tunggal, untuk menghadirkan solusi kendaraan komersial energi baru bagi kebutuhan bisnis dan transportasi. 


Kehadiran Farizon didukung oleh jaringan penjualan dan layanan ARISTA Group yang telah berpengalaman di industri otomotif Indonesia, dengan fokus memberikan ekosistem kendaraan komersial energi baru yang mengedepankan produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan bagi pelanggan.

LihatTutupKomentar

SBT Kenjeran: Suzuki Resmikan Outlet Terlengkap dan Terluas di Surabaya

SBT Kenjeran berdiri di atas lahan seluas 6.000 m2, dengan luas bangunan 11.850 m2, Suzuki meresmikan outlet terlengkap di Surabaya Su...

close
harga yamaha nmax turbo