OTOJATIM – Momen Hari Kartini dimanfaatkan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) untuk mengajak perempuan lebih pede saat berkendara. Lewat kampanye “Jago #Cari_Aman Biar Happy”, pesan yang dibawa sederhana tapi penting: rasa aman itu bisa sejalan dengan kenyamanan di jalan.
“Perempuan perlu memahami cara mengontrol motor dengan baik, menjaga keseimbangan, serta mampu membaca situasi di jalan. Dengan begitu, berkendara tidak hanya aman, tetapi juga terasa lebih nyaman dan menyenangkan,” ujar Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan.
Mobilitas perempuan yang terus meningkat membuat kebutuhan berkendara makin tinggi. Aktivitas harian yang padat menuntut kendaraan yang praktis dan mudah dikendalikan. Sepeda motor dengan teknologi modern jadi pilihan banyak perempuan karena ringan, simpel, dan mendukung aktivitas harian tanpa ribet.
Agar tetap nyaman di jalan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, perlengkapan berkendara wajib lengkap. Helm standar SNI, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup jadi pelindung utama saat berada di jalan raya.
Kedua, posisi berkendara harus pas. Duduk dengan posisi ergonomis bikin tubuh tidak cepat lelah. Kedua kaki juga harus bisa menapak dengan baik, terutama saat berhenti agar motor tetap stabil.
Ketiga, fokus saat berkendara. Hindari gangguan seperti ponsel. Kondisi jalan yang dinamis menuntut pengendara selalu waspada terhadap kendaraan lain dan situasi sekitar.
Keempat, kenali motor yang digunakan. Memahami karakter kendaraan bikin pengendalian lebih mudah. Kondisi motor juga wajib dicek, mulai dari rem, ban, lampu, hingga mesin atau baterai untuk motor listrik.
Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, menyebut kampanye ini sejalan dengan gaya hidup perempuan masa kini yang aktif dan mandiri.
“Melalui semangat Kartini dan kampanye Jago #Cari_Aman Biar Happy, kami ingin mendorong perempuan untuk semakin mandiri dan percaya diri saat berkendara. Dengan dukungan teknologi kendaraan yang semakin praktis dan mudah digunakan, perempuan dapat menikmati pengalaman berkendara yang lebih nyaman tanpa mengabaikan keselamatan,” jelasnya.
Edukasi ini diharapkan bisa membuat perempuan semakin siap menghadapi jalanan. Bukan cuma soal sampai tujuan, tapi juga soal bagaimana perjalanan terasa aman dan tetap menyenangkan setiap hari.
![]() |
| Edukasi keselamatan berkendara untuk perempuan dalam kampanye Jago #Cari_Aman Biar Happy oleh MPM Honda Jatim |
Mobilitas perempuan yang terus meningkat membuat kebutuhan berkendara makin tinggi. Aktivitas harian yang padat menuntut kendaraan yang praktis dan mudah dikendalikan. Sepeda motor dengan teknologi modern jadi pilihan banyak perempuan karena ringan, simpel, dan mendukung aktivitas harian tanpa ribet.
Agar tetap nyaman di jalan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, perlengkapan berkendara wajib lengkap. Helm standar SNI, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup jadi pelindung utama saat berada di jalan raya.
Kedua, posisi berkendara harus pas. Duduk dengan posisi ergonomis bikin tubuh tidak cepat lelah. Kedua kaki juga harus bisa menapak dengan baik, terutama saat berhenti agar motor tetap stabil.

Ketiga, fokus saat berkendara. Hindari gangguan seperti ponsel. Kondisi jalan yang dinamis menuntut pengendara selalu waspada terhadap kendaraan lain dan situasi sekitar.
Keempat, kenali motor yang digunakan. Memahami karakter kendaraan bikin pengendalian lebih mudah. Kondisi motor juga wajib dicek, mulai dari rem, ban, lampu, hingga mesin atau baterai untuk motor listrik.
Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, menyebut kampanye ini sejalan dengan gaya hidup perempuan masa kini yang aktif dan mandiri.
“Melalui semangat Kartini dan kampanye Jago #Cari_Aman Biar Happy, kami ingin mendorong perempuan untuk semakin mandiri dan percaya diri saat berkendara. Dengan dukungan teknologi kendaraan yang semakin praktis dan mudah digunakan, perempuan dapat menikmati pengalaman berkendara yang lebih nyaman tanpa mengabaikan keselamatan,” jelasnya.
Edukasi ini diharapkan bisa membuat perempuan semakin siap menghadapi jalanan. Bukan cuma soal sampai tujuan, tapi juga soal bagaimana perjalanan terasa aman dan tetap menyenangkan setiap hari.




