OTOJATIM - Penjualan mobil Suzuki di Jawa Timur menunjukkan pergerakan positif. Salah satu pemicunya datang dari melonjaknya kebutuhan kendaraan niaga untuk distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Situasi ini membuat segmen pikap kembali ramai, dengan Suzuki Carry Pick Up berada di barisan terdepan.
"Backbone Suzuki sampai Januari–Februari ini masih berada di pick up Carry. Permintaannya sangat tinggi sekali," ujar Senior Area Manager UMC Suzuki, Suwandojo Hartono saat acara buka bersama awak media, Jumat (6/3/2026).
Kebutuhan kendaraan operasional untuk mendukung distribusi MBG membuat permintaan mobil niaga naik di banyak daerah. Bahkan, lonjakan tersebut sempat membuat pasokan unit tidak mampu mengejar kebutuhan pasar.
"Permintaannya luar biasa sampai supply kami kewalahan. Ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya.
Fenomena serupa juga terlihat di jaringan dealer UMC Suzuki Jatim. Program MBG membuat permintaan kendaraan niaga meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
"Penjualan kendaraan niaga kita terdongkrak dengan adanya program MBG ini," kata Area Sales Manager UMC Suzuki Jatim, Wiyarso Adiwibowo.
Ia menjelaskan, sebelum program MBG berjalan, penjualan Carry Pick Up berkisar 140–150 unit per bulan. Setelah distribusi MBG berlangsung di berbagai daerah, angka penjualan melonjak cukup tinggi.
"Sebelum adanya program MBG penjualan Carry Pick Up kisaran 140-150 unit perbulan. Namun setelah berjalannya program MBG penjualan Carry Pick sempat di 240 unit," ucapnya.
Menariknya, pola pembelian kendaraan ini juga relatif seimbang. Konsumen yang membeli secara tunai hampir sama banyaknya dengan pembeli yang menggunakan skema kredit.
"Pembelian dengan cash juga banyak. Hampir seimbang antara yang tunai dan kredit," tambah Wiyarso.
Suzuki Carry Pick Up menjadi pilihan banyak pelaku usaha karena dikenal sebagai kendaraan kerja yang tangguh. Mobil ini mampu mengangkut barang hingga 1 ton, dengan kabin yang cukup luas untuk tiga penumpang.
Model New Carry Pick Up juga tersedia dalam beberapa pilihan, yaitu Flat Deck, Flat Deck AC/PS, Wide Deck, dan Wide Deck AC/PS. Varian Flat Deck cocok untuk kebutuhan angkut barang umum, sedangkan Wide Deck sering digunakan untuk usaha pengiriman atau ekspedisi.
Dari sisi dapur pacu, kendaraan ini menggunakan mesin bensin K15B-C berkapasitas 1,5 liter. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 97 PS pada 5.600 rpm dengan torsi puncak 135 Nm pada 4.400 rpm.
Selain tenaga yang cukup untuk kendaraan niaga, efisiensi bahan bakar juga menjadi pertimbangan banyak konsumen. Mobil ini juga dibekali fitur seperti sistem start-stop untuk membantu penghematan bahan bakar serta immobilizer guna meningkatkan keamanan.
Biaya perawatan yang relatif terjangkau membuat kendaraan ini semakin diminati pelaku usaha. Suzuki juga memberikan garansi hingga 3 tahun atau 100 ribu kilometer.
Sementara itu, pasar otomotif Jawa Timur sempat mengalami penurunan pada 2025. Total penjualan mobil sepanjang tahun tercatat sekitar 68.457 unit, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 87.666 unit.
Namun menjelang akhir 2025, pasar mulai bergerak naik. Penjualan mobil di Jawa Timur pada November tercatat 5.972 unit, lalu meningkat menjadi sekitar 7.000 unit pada Desember.
Memasuki 2026, Suzuki membidik pertumbuhan penjualan sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi ekonomi global tetap menjadi faktor yang terus dipantau.
"Kalau situasi global memanas biasanya orang lebih memilih menyimpan uang. Tapi kami tetap berusaha menjaga pasar dengan berbagai program penjualan," kata Suwandojo.
Menjelang Ramadan, Suzuki juga menyiapkan sejumlah program promosi serta kegiatan customer gathering dan test drive untuk menjaga penjualan tetap bergerak.
![]() |
| Suzuki Carry Pick Up menjadi kendaraan niaga yang banyak dipilih untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. |
Kebutuhan kendaraan operasional untuk mendukung distribusi MBG membuat permintaan mobil niaga naik di banyak daerah. Bahkan, lonjakan tersebut sempat membuat pasokan unit tidak mampu mengejar kebutuhan pasar.
"Permintaannya luar biasa sampai supply kami kewalahan. Ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya.
Fenomena serupa juga terlihat di jaringan dealer UMC Suzuki Jatim. Program MBG membuat permintaan kendaraan niaga meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
"Penjualan kendaraan niaga kita terdongkrak dengan adanya program MBG ini," kata Area Sales Manager UMC Suzuki Jatim, Wiyarso Adiwibowo.
Ia menjelaskan, sebelum program MBG berjalan, penjualan Carry Pick Up berkisar 140–150 unit per bulan. Setelah distribusi MBG berlangsung di berbagai daerah, angka penjualan melonjak cukup tinggi.
"Sebelum adanya program MBG penjualan Carry Pick Up kisaran 140-150 unit perbulan. Namun setelah berjalannya program MBG penjualan Carry Pick sempat di 240 unit," ucapnya.
Menariknya, pola pembelian kendaraan ini juga relatif seimbang. Konsumen yang membeli secara tunai hampir sama banyaknya dengan pembeli yang menggunakan skema kredit.
"Pembelian dengan cash juga banyak. Hampir seimbang antara yang tunai dan kredit," tambah Wiyarso.
Suzuki Carry Pick Up menjadi pilihan banyak pelaku usaha karena dikenal sebagai kendaraan kerja yang tangguh. Mobil ini mampu mengangkut barang hingga 1 ton, dengan kabin yang cukup luas untuk tiga penumpang.
Model New Carry Pick Up juga tersedia dalam beberapa pilihan, yaitu Flat Deck, Flat Deck AC/PS, Wide Deck, dan Wide Deck AC/PS. Varian Flat Deck cocok untuk kebutuhan angkut barang umum, sedangkan Wide Deck sering digunakan untuk usaha pengiriman atau ekspedisi.
Dari sisi dapur pacu, kendaraan ini menggunakan mesin bensin K15B-C berkapasitas 1,5 liter. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 97 PS pada 5.600 rpm dengan torsi puncak 135 Nm pada 4.400 rpm.
Selain tenaga yang cukup untuk kendaraan niaga, efisiensi bahan bakar juga menjadi pertimbangan banyak konsumen. Mobil ini juga dibekali fitur seperti sistem start-stop untuk membantu penghematan bahan bakar serta immobilizer guna meningkatkan keamanan.
Biaya perawatan yang relatif terjangkau membuat kendaraan ini semakin diminati pelaku usaha. Suzuki juga memberikan garansi hingga 3 tahun atau 100 ribu kilometer.
Sementara itu, pasar otomotif Jawa Timur sempat mengalami penurunan pada 2025. Total penjualan mobil sepanjang tahun tercatat sekitar 68.457 unit, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 87.666 unit.
Namun menjelang akhir 2025, pasar mulai bergerak naik. Penjualan mobil di Jawa Timur pada November tercatat 5.972 unit, lalu meningkat menjadi sekitar 7.000 unit pada Desember.
Memasuki 2026, Suzuki membidik pertumbuhan penjualan sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi ekonomi global tetap menjadi faktor yang terus dipantau.
"Kalau situasi global memanas biasanya orang lebih memilih menyimpan uang. Tapi kami tetap berusaha menjaga pasar dengan berbagai program penjualan," kata Suwandojo.
Menjelang Ramadan, Suzuki juga menyiapkan sejumlah program promosi serta kegiatan customer gathering dan test drive untuk menjaga penjualan tetap bergerak.




