OTOJATIM - Hari ini (7/1) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara daring resmi meluncurkan Hyundai CRETA Alpha sebagai pilihan baru B-Segment Sport Utility Vehicle (SUV) untuk konsumen di Indonesia. Hanya saja, Saya selaku penulis agak bingung dengan strategi brand ini di sini akhir-akhir ini. Mengapa demikian?
Nyaris 6 tahun lalu atau tepatnya di tahun 2020 hingga 2023, PT HMID membuat gerakan cepat. Membangun pabrik, bikin Research & Development, memperkenalkan produk-produk yang menurut Saya mampu mendobrak pasar. Sebut saja IONIQ (non 5), IONIQ 5, KONA EV, Creta, Stargazer, New Sante FE, hingga New Palisade. Hal tersebut membuat Saya berpikir, Hyundai benar-benar menancapkan tajam kukunya di Tanah Air.
Produk-produk yang Saya sebut diatas itu menarik banget. Bahkan secara performa beberapa malah di atas kompetitornya asal Jepang, apalagi menyoal Driving Experience. Hyundai era 2020-an udah beda dengan Hyundai era '90 an atau bahkan 2000-an awal. Para insinyur di Korea Selatan sudah mampu mengkombinasikan antara kenyamanan dengan Fun To Drive yang baik.
Alhasil tak jarang produk Hyundai yang dijual di Indonesia mendapat ragam penghargaan di Tanah Air. Baik dari media nasional maupun yang lainnya. Tapi memasuki tahun 2024 hingga sekarang (awal 2026) jujur Saya agak bingung dengan strategi brand asal Negeri Ginseng ini.
Diawali dari diluncurkannya Hyundai Venue. Oke lah dia pakai mesin Turbo dan fiturnya cukup lengkap. Tapi A-Segment SUV dengan harga jual Rp340 juta itu Saya nilai kurang bijak. Harganya jauh melambung tinggi bila dibandingkan dengan kompetitornya. Bahkan dibandingkan dengan Honda WR-V yang @Arviansyah23 sebagai penulis sekaligus Test Driver dari hasil pengujiannya menjadi The Best In It Class di A-SUV.
Jangan dikomparasi dengan Suzuki Ignis, Suzuki Fronx, Daihatsu Rocky, Toyota Raize. Mendengar harganya yang hampir Rp350 juta pasti value Venue sebagai A-SUV racikan Hyundai langsung menurun. Memang, mungkin Anda bisa saja mendapatkan diskon besar dari diler-diler Hyundai, tapi tetap saja dibandingkan para rivalnya, harga jual Venue Saya bilang sangat kemahalan.
Lanjut kemunculan New Stargazer baik yang Cartenz 'biasa' maupun yang X.Tampilan eksterior terutama bagian depannya bukan selera semua orang. Ini patut digarisbawahi sebab faktor desain menjadi salah satu pertimbangan konsumen untuk memilih mobil. Memang untuk fitur bertambah plus interior jadi tambah cakep, tapi tetap saja Saya penasaran itu konsumen Indonesia mana yang disurvey? Mengingat salah satu jargon jualannya adalah "Mobil yang sangat Indonesia".
Terlebih kemunculan Toyota Veloz Hybrid di Gaikindo Jakarta Auto Week 2024 lalu seakan 'menenggelamkan' produk tersebut (Stargazer Cartenz) sebelum bertarung di pasar mobil Tanah Air. Dari sisi teknologi jelas Hybrid lebih unggul secara performa, sementara melihat sisi harga Anda bisa bandingkan sendiri, Veloz Hybrid start dari harga Rp299 juta, Stargazer Cartenz termurah harganya berapa? Hanya beda Rp20 juta lebih murah dari Veloz Hybrid.
Hyundai Indonesia Butuh Ini
Sependek pengalaman Saya menjadi jurnalis khusus roda 4 plus penguji mobil baru selama 12 tahun hingga saat ini. Hyundai sangat-sangat butuh yang namanya produk volume maker. Yaitu produk yang bisa diandalkan untuk laris manis oleh konsumen di tengah ketatnya persaingan.
Saat ini Hyundai Stargazer Cartenz trim paling terjangkau (tipe Trend varian bertransmisi manual 6-percepatan) menjadi model Hyundai termurah yang dijual di Indonesia dengan harga jual Rp269.900.000 (On The Road DKI Jakarta).
Akan lebih baik bila Hyundai memboyong produk yang bisa dijual dengan harga di bawah Rp250 juta tapi dengan value yang lebih baik. Apalagi dari hasil uji coba Saya terhadap produk Korea Selatan ini biasanya enggak mengecewakan secara Driving Experience and Performance.
Atau Hyundai bisa fokus ke mobil Hybrid dengan harga yang lebih terjangkau. Bisa juga memperbarui Hyundai IONIQ 5 yang secara nyata sudah memberikan kontribusi positif terhadap penjualan Hyundai di Indonesia. Saya yakin Hyundai sanggup dan mampu. Maju terus Hyundai Indonesia.



.jpeg)


