![]() |
| Touring Yamaha Gear Ultima 125 menuju Bromo |
![]() |
| Jurnalis otomotif menjajal Yamaha Gear Ultima 125 dari Surabaya menuju kawasan Bromo dalam Gear Ultima Xpedition 2026. |
Start dimulai dari Sentral Yamaha Dupak Surabaya. Lalu lintas Surabaya dan Sidoarjo yang padat jadi menu pembuka. Gear Ultima 125 terasa sigap sejak awal. Starter SMG membuat mesin hidup halus tanpa hentakan. Di kepadatan kota, respons mesin terasa cepat berkat Hybrid Power Assist dan Blue Core.
Memasuki Pasuruan hingga Probolinggo, jalan lebih lengang. Di ruas ini, Gear Ultima dipacu lebih kencang. Spidometer sempat mendekati 100 km/jam. Tenaga 6,2 kW pada 6.500 rpm dan torsi 10,6 Nm di 4.500 rpm terasa terisi. Tarikan tetap stabil tanpa gejala ngos-ngosan.

Kenyamanan ikut berbicara. Sokbreker bekerja rapi saat jalan bergelombang. Pijakan kaki luas memberi ruang gerak selama perjalanan jauh. Jok lebar membuat posisi duduk tidak melelahkan meski jam riding bertambah.
Ujian utama hadir saat memasuki kawasan Bromo. Jalur menanjak dan berkelok khas pegunungan jadi penentu. Gear Ultima 125 tetap melaju tanpa drama. Pengereman membantu menjaga laju saat turunan. Kontrol terasa aman.
Manager Promosi Yamaha STSJ, William Saputra, menyebut konsep kegiatan ini memang dirancang untuk pengalaman nyata.
“Jadi kami memang sengaja mengajak para jurnalis untuk merasakan langsung pengalaman berkendara menggunakan Gear Ultima 125 ini, dari jalanan padat sampai tanjakan ekstrem,” ujar William.
Respons pasar skutik 125 cc yang positif disebut tak lepas dari karakter motor ini.
“Gear 125 ini memang tangguh. Rangkanya kuat, dan saat ditarik gas juga responsif karena mesinnya sudah menggunakan teknologi Blue Core,” tambahnya.

Kesan serupa datang dari peserta. Jurnalis otomotif Jawa Pos, Sujiatmiko, mengaku jalur Bromo tak jadi masalah.
“Tadi tanjakannya luar biasa. Dalam kondisi menanjak saya gas pol terus, dan tidak ada masalah sama sekali. Tidak terasa lemot saat dipakai menanjak,” ungkapnya.
Perjalanan berakhir di Hotel Manis Ae Cabin & Resto Bromo setelah menempuh sekitar 121 kilometer. Indikator bahan bakar masih menyisakan 4 strip dari posisi awal penuh 5 strip. Tangki 5,1 liter memberi jarak tempuh yang terasa panjang tanpa sering mencari SPBU.
Gear Ultima Xpedition 2026 menjadi panggung uji yang keras. Dari kota hingga gunung, skutik ini dipaksa bekerja penuh. Hasilnya terasa konsisten. Gear Ultima 125 tak hanya cocok untuk rutinitas harian, tetapi juga siap diajak turing jarak jauh dengan medan menantang.





