- Kemudahan layanan digital, dari pengajuan kredit hingga pembayaran, selalu diiringi kekhawatiran akan kebocoran data. Bagaimana Astra Finansial menjawab masalah ini?
Jakarta, Otojatim.com – Layanan pembiayaan dengan jaminan proses cepat dan mudah sudah biasa jadi narasi pemasaran hampir semua lembaga jasa keuangan. Tapi, bagaimana soal keamanan data pribadi nasabah? Seberapa besar komitmen perusahaan dalam melindungi data-data kita? Inilah yang kerap jadi kegelisahan pelanggan.

Seperti yang diungkapkan oleh Rina (34), seorang karyawan swasta yang merasa datanya bocor usai mengajukan kredit motor.
"Banyak sekali panggilan dan pesan WhatsApp dari nomor-nomor yang tidak dikenal. Semuanya menawarkan kredit cepat, pinjaman tunai, tawaran kartu kredit, yang semuanya tidak pernah saya minta atau cari," keluhnya.
Menanggapi hal ini, Astra Financial, divisi jasa keuangan Astra yang menghadirkan layanan One Stop Financial Solution, dengan tegas menyatakan bahwa privasi pelanggan adalah dasar kepercayaan yang mereka jaga ketat sebagai kunci keberlanjutan bisnis.
Komitmen ini disampaikan melalui forum akbar bertajuk “Privacy Talks for Excellence (PRIVATE)", 28 Oktober 2025 lalu di Jakarta.
Forum ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan regulator (Kementerian Komunikasi dan Digital/KOMDIGI dan Otoritas Jasa Keuangan/OJK), praktisi, hingga pelaku industri untuk merumuskan dan memperkuat tata kelola data yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Vice President Director Astra (In-Charge Astra Financial), Rudy, menegaskan bahwa fokus pada Pelindungan Data Pribadi (PDP) jauh melampaui kepatuhan hukum semata. Ini tentang membangun budaya.
”PRIVATE yang merupakan kependekan dari “Privacy talks for excellence”, mencerminkan keyakinan bahwa privasi adalah dasar kepercayaan, dan kepercayaan adalah kunci keberlanjutan bisnis.
Forum ini juga mengusung tema “Cultivating a Culture of Privacy”, dengan makna bahwa pelindungan data bukan hanya tentang kepatuhan, melainkan menumbuhkan budaya privasi yang tercermin dalam setiap kebijakan, sistem, dan perilaku kita sehari-hari,” kata Rudy.
Untuk memastikan budaya ini meresap, inisiatif Astra dilakukan pada tiga lini: People, Process, dan Technology. Misalnya, pengembangan regulasi internal yang sejalan dengan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang PDP, didukung oleh adopsi Privacy Enhancing Technology untuk mengamankan data dan membuat tata kelola berjalan lebih efisien. Juga kegiatan edukasi untuk memperkuat faktor manusia.
Langkah Astra Financial disambut baik oleh regulator. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan 2, Wawan Supriyanto, melihat implementasi UU PDP sebagai peluang emas.
”Optimalisasi UU PDP tentunya bukan menjadi rintangan bagi sektor keuangan, karena dibalik itu terdapat manfaat yang justru bisa didapatkan, mulai dari peningkatan kepercayaan konsumen, mengurangi risiko reputasi, hingga mendukung inovasi digital dengan tetap menjaga keamanan dan keadilan bagi konsumen,” jelas Wawan.
Kepercayaan nasabah tidak akan didapatkan tanpa jaminan bahwa data pribadinya, mulai dari KTP hingga riwayat transaksi, dikelola dengan sangat aman dan bertanggung jawab. Melalui sinergi ini, Astra Financial membuktikan bahwa keamanan data adalah prasyarat mutlak untuk menjadi penyedia layanan jasa keuangan ritel terdepan di Indonesia, di mana kemudahan akses dan inovasi digital harus selalu diimbangi dengan integritas dan pelindungan maksimal bagi setiap pelanggannya.

Kontribusi Astra Financial Tingkatkan Literasi Masyarakat Demi Cegah Penipuan dan Perkuat Manajemen Keuangan
Selain memperkuat sistem keamanan internal dan tata kelola data, Astra Financial menyadari bahwa faktor manusia, yakni kesadaran dan kecerdasan finansial konsumen, memainkan peran krusial dalam menghadapi risiko digital.
Oleh karena itu, upaya Astra Financial dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang aman dan terpercaya diperkuat melalui inisiatif literasi keuangan yang masif.
Salah satunya adalah program Kreasi Literasi Keuangan (KLiK) Astra Financial, yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (13/3) lalu di Adora Convention, Medan, Sumatera Utara.
Program KLiK Astra Financial hadir sejalan dengan program OJK, yaitu Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), sesuai dengan POJK No. 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan, yang mewajibkan setiap Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk melakukan kegiatan yang mendukung literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, mengungkapkan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia guna menghindari risiko penipuan dan pengelolaan keuangan yang buruk.
Pada acara yang dihadiri 1.200 peserta tersebut, Yovvi menekankan bahwa banyak masyarakat yang masih menjadi korban penipuan finansial yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Yovvi, salah satu bentuk penipuan yang sering terjadi adalah praktik phishing, di mana penipu menggunakan email atau pesan palsu yang menyerupai komunikasi resmi dari lembaga keuangan.
“Modus seperti phishing ini seringkali menjerat korban yang kurang berhati-hati dalam menjaga informasi pribadi mereka. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selalu memeriksa keaslian informasi yang diterima,” ujar Yovvi.
Yovvi juga menjelaskan bahwa penipuan finansial tidak hanya terjadi melalui email atau pesan singkat, namun juga dapat melibatkan transaksi dengan oknum yang mengatasnamakan koperasi yang tidak berizin.
“Ada banyak koperasi yang mengaku menawarkan layanan keuangan menarik, namun sebenarnya mereka tidak terdaftar dan tidak memiliki izin resmi dari otoritas yang berwenang. Masyarakat harus lebih teliti dan hanya melakukan transaksi dengan lembaga yang terdaftar dan diawasi oleh OJK,” tegasnya.
Yovvi juga mengingatkan bahwa literasi keuangan yang tinggi akan memberi masyarakat kekuatan untuk melindungi diri dari penipuan dan mengelola keuangan mereka dengan lebih bijaksana.
“Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, masyarakat tidak hanya bisa melindungi diri dari ancaman penipuan, tetapi juga dapat merencanakan masa depan keuangan mereka dengan lebih baik,” tutupnya.
Tak berhenti sampai di situ, Astra Financial juga menginisiasi Sekolah Literasi dan Inklusi Keuangan (SeLI) Astra. Program ini telah diluncurkan sejak Juni 2024 bersama dengan OJK dan Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Raden Saya, siswa SMKN 4 Padalarang merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Ia mengaku dulu uang jajannya selalu habis, kini ia tahu cara mengelolanya agar bisa mendapatkan mafaat yang lebih besar.
"Dulu, uang saya habis begitu saja. Saya gak memperhatikan masuk dan keluarnya. Setelah ada pelatihan dari Astra Financial saya jadi tahu kalau ternyata ada banyak produk keuangan yang bisa bantu kita nabung untuk mewujudkan mimpi. Saya jadi semangat mengatur keuangan," paparnya.
Dengan menggabungkan perlindungan data pribadi melalui budaya privasi yang kuat (PRIVATE) dan pemberdayaan konsumen melalui literasi keuangan (KLiK dan SeLI), Astra Financial menunjukkan bahwa kemudahan dan kecepatan layanan digital hanya dapat berkelanjutan jika dibangun di atas dua fondasi yang kokoh, yakni keamanan sistem yang bertanggung jawab dan konsumen yang cerdas dan teredukasi.

Kontribusi Astra Financial untuk Ekonomi Indonesia
Komitmen Astra Financial tidak berhenti pada perlindungan data dan literasi konsumen, tetapi juga meluas pada kontribusi nyata dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.
Keberadaan Astra Financial sebagai One Stop Financial Solution terdepan terlihat dari peningkatan pembiayaan baru yang signifikan, terutama di sektor alat berat, di mana pembiayaan baru meningkat 47% menjadi Rp9,9 triliun, dengan laba bersihnya turut melonjak 37% menjadi Rp102 miliar.
Kinerja positif ini turut didukung oleh aktivitas di pameran-pameran besar. Pada ajang GIIAS 2025, Astra Financial mencatatkan total transaksi sebesar Rp2,4 triliun, melampaui target, yang dihasilkan dari 6.073 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).
Selain itu, Astra Financial terus memimpin dalam inovasi melalui layanan digital mereka. Melalui aplikasi digital seperti Moxa, mereka menawarkan berbagai promo menarik, mulai dari cashback dan diskon untuk pengajuan kredit, pembayaran tagihan, hingga perpanjangan STNK.
Dengan demikian, Astra Financial membuktikan diri bukan hanya sebagai penyedia jasa keuangan yang aman dan bertanggung jawab, tetapi juga sebagai motor penggerak inklusi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.



