-->
close
Sepeda Jakarta-Surabaya

Menjajal Outlander PHEV, 'Si Genset Berjalan', Membelah Jalur Gunung Bromo

test drive outlander
Memacu Outlander PHEV di jalan tol Pandaan

Mitsubishi (MMKSI) mengundang Otojatim bersama 32 media nasional untuk mengikuti Test Drive empat model kendaraannya.

Pada kegiatan bertajuk #AyoGasTerus Media Adventure 2020 ini, kami berkesempatan menjajal Mobil Ramah Lingkungan New OUTLANDER PHEV (Plugin Hybrid Electric Vehicle) yang merupakan perpaduan antara mesin gasoline 2.4 L motor dan baterai.

Ada 3 (tiga) driving mode yang bisa dicoba yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode.

Saat menggunakan EV Drive, motor akan menggerakkan kendaraan menggunakan tenaga listrik dari baterai.

Penggunaan tenaga listrik ini membuat kendaraan tidak mengkonsumsi bahan bakar sehingga lebih ramah lingkungan.

Ketika menggunakan Series Hybrid Mode, kendaraan akan menggunakan perpaduan tenaga listrik dan mesin.

Ketika energi di baterai turun pada level tertentu, secara otomatis mesin gasoline 2.4 L akan menghasilkan listrik untuk baterai.

Jika menggunakan Parallel Hybrid Mode, mesin akan melaju dengan bantuan motor saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga seperti menyalip pada kecepatan tinggi atau situasi lain yang membutuhkan akselerasi lebih cepat.

Perjalanan test drive Outlander PHEV dimulai dari Surabaya menuju Pasuruan hingga ke Jember dengan total jarak 313 KM.

Rute pertama start mulai dari bandara Juanda menuju Restoran Bakpao Telo di Lawang. Perjalanan menuju kesana melewati jalur pegunungan dengan jalur menanjak, jalan sempit dan tikungan tajam.

Di sini kami berkesempatan untuk menguji akselerasi, kenyamanan, manuver dan handling.

Dengan kenyamanan ala sedan mewah, Outlander PHEV melesat nyaris tanpa suara. Ini dikarenakan mobil tersebut ditenagai oleh dua mesin listrik pada penggerak depan dan belakangnya.

Saat energi baterai menipis, mesin motor bensin secara otomatis akan aktif untuk mengisi kembali tenaga listrik ke dalam baterai Outlander PHEV.

Tujuan kedua menuju Plataran Bromo yang terletak di 2.000 MDPL dengan rute menanjak.

Karakter SUV sejati pada Outlander PHEV benar-benar terasa. Torsi electric power-nya langsung spontan melibas tanjakan meski tanpa ancang-ancang.
Rute perjalanan yang melewati pegunungan dengan jalur menanjak dan tikungan tajam dapat dilalui dengan mudah oleh New OUTLANDER PHEV yang telah dilengkapi dengan sistem Super All Wheel Control (S-AWC), sebuah sistem kendali terintegrasi menjadikan kendaraan ini aman untuk melintas di berbagai medan.
MUDAH - Outlander PHEV crawling patahan U-turn yang menanjak
Sesampainya di Restoran Teras Bromo, sebagai hiburan dan tambahan ilmu, kami berkesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dari Panji si Petualang dan Denny Sumargo mengenai tips bertualang dan cara hidup di alam bebas.

Panji Petualang dan Denny Sumargo juga menceritakan mengenai pengalaman mereka saat berpetualang keliling di Indonesia dan bagaimana kendaraan ideal untuk menikmati pengalaman.

Setelah sesi tersebut, kami melanjutkan perjalanannya menuju Gedung Woloe di Pasuruan untuk beristirahat sejenak. Perjalanan menuju Gedung Woloe dilalui dengan rute turunan dan banyak tikungan yang berkelak-kelok.

Dari Pasuruan, para peserta #AyoGasTerus Media Adventure 2020 melanjutkan perjalanan melewati tol trans jawa melewati daerah Probolinggo Timur, Lumajang, hingga Jember.

Di tol kedua ini kami lebih memacu mobil listrik ini untuk saling menyusul dengan rombongan. Untuk menambah daya akselerasi saat digunakan menyalip, mesin bensin turut membantu menambah semburan torsi yang disalurkan ke roda depan.
Dasbor informatif - Paddle Shift berfungsi untuk mengatur sistem recharge dan efek engine brake
Jember menjadi daerah terakhir di hari pertama #AyoGasTerus Media Adventure 2020 untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.

Di waktu yang sama, kami juga melihat langsung New OUTLANDER PHEV bisa digunakan sebagai generator untuk menjadi sumber listrik bagi perangkat rumah tangga.

Segudang fitur keselamatan disematkan pada mobil ini, seperti: Reinforced Impact Safety Evolution (RISE) dan Advanced Driver-Assistant System (ADAS) yang terdiri dari tujuh SRS airbag, ASC (Active Stability Control), FCM (Forward Collision Mitigation System) dan BSW (Blind Sport Warning).

Teknologi dan fitur tersebut membuat New OUTLANDER PHEV sebagai World Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle serta Europe’s Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle dari tahun 2015-2018.

New OUTLANDER PHEV juga mendapat skor lima bintang dari ASEAN NCAP (New Car Assessment Program) dari sisi ketahanan dan keamanannya.

Dengan seabrek kecanggihan yang ditawarkan, harga Outlander PHEV dibanderol hampir Rp1,3 miliar.

Mahal? Bisa iya, bisa tidak. Menurut kami, tidak semua orang akan mau merogoh kocek dalam-dalam demi sebuah Outlander. Kecuali para Big Boss.
LihatTutupKomentar