MPM Honda Jatim Dampingi 25 Bengkel Difabel, Empat Usaha Terima Bantuan pada 2026

OTOJATIM – Membangun usaha bengkel membutuhkan lebih dari sekadar peralatan dan modal awal. Hal ini menjadi perhatian PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) dalam menjalankan program pemberdayaan bengkel milik penyandang disabilitas di Jawa Timur.
MPM Honda Jatim memberikan bantuan pengembangan usaha kepada bengkel difabel di Jawa Timur.
Melalui program MPM Berbagi, perusahaan distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan bantuan sekaligus pendampingan usaha. Pada 2026, ada empat bengkel difabel yang kembali menerima bantuan pengembangan usaha.

Keempat bengkel tersebut adalah Bengkel Angga Disabilitas Inspiratif dan Bengkel Las Kholis Mandiri di Blitar, Bengkel Inspirasi Rudi di Madiun, serta Bengkel Uber Motor di Pasuruan.

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bengkel. Bentuknya meliputi peralatan operasional, perlengkapan kerja, hingga tambahan suku cadang untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

MPM Honda Jatim juga memberikan perhatian pada kemampuan teknis pemilik bengkel. Bersama Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI), perusahaan menghadirkan pelatihan keterampilan yang melibatkan AHASS dan SMK Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) binaan MPM Honda Jatim.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pengerjaan, menjaga kualitas servis, serta memperluas kemampuan para pemilik bengkel dalam melayani konsumen.

Vinensia Kenanga, Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim, mengatakan pembinaan usaha difabel dilakukan melalui pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing penerima program.
Program MPM Berbagi memberikan pelatihan dan peralatan bagi bengkel milik penyandang disabilitas.
“Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, kami ingin memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berlanjut melalui pendampingan sesuai kebutuhan usaha. Kami percaya setiap pelaku usaha memiliki potensi untuk berkembang. Harapannya, bengkel-bengkel difabel ini dapat semakin mandiri, meningkatkan kualitas layanan, membuka peluang ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Vinensia.

Salah satu penerima program, Rudi, pemilik Bengkel Inspirasi Rudi di Madiun, mengaku bantuan yang diterimanya membantu pengembangan usaha sekaligus meningkatkan kemampuan teknis.

“Bantuan dan pelatihan yang diberikan sangat membantu saya dalam mengembangkan bengkel. Dari dukungan peralatan, suku cadang hingga pelatihan, semuanya memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan dan pelayanan kepada konsumen. Saya berharap pendampingan seperti ini bisa terus berlanjut agar bengkel kami semakin berkembang dan mandiri,” kata Rudi.

Sejak 2019, Jangkau Lebih dari 25 Bengkel Difabel
Program pemberdayaan bengkel difabel MPM Honda Jatim telah berjalan sejak 2019. Hingga 2026, program tersebut tercatat menjangkau lebih dari 25 bengkel milik penyandang disabilitas di Jawa Timur.

Pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyediaan sarana usaha, bantuan peralatan dan suku cadang, hingga pelatihan keterampilan teknis.

MPM Honda Jatim juga melanjutkan pendampingan kepada bengkel yang sebelumnya telah menerima bantuan. Pola ini memungkinkan kebutuhan usaha yang berkembang mendapatkan perhatian melalui pemberian fasilitas maupun peningkatan kompetensi.

Program tersebut menjadi bagian dari visi perusahaan untuk memberikan dampak positif pada kehidupan melalui mobilitas yang cerdas dan integrasi sosial. MPM Honda Jatim berharap semakin banyak pelaku usaha difabel mampu mengembangkan bengkel secara mandiri dan memperoleh kesempatan yang setara dalam kegiatan ekonomi.
LihatTutupKomentar

Honda CMX500 Rebel Siap Mengaspal di Kota Surabaya

Honda CMX500 Rebel siap mengaspal di jalanan Kota Surabaya Surabaya, Otojatim,com – Usai menggelar launching Honda CMX500 Rebel d...

close
harga yamaha nmax turbo