iklan jual beli mobil
vario baru

Yamaha Enduro Challenge Seri Kedua Memanas di Sidoarjo, 35 Rider Perebutkan Juara 8 Kelas

Yamaha Enduro 2026

OTOJATIM – Sidoarjo kembali menjadi panggung pertarungan para rider enduro. Lapangan Graha Tirta, Waru, Sidoarjo, dipadati aktivitas Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 seri kedua yang berlangsung pada 26–27 September 2026.
Yamaha Enduro Challenge 2026
Yamaha Enduro Challenge 2026 seri kedua berlangsung di Lapangan Graha Tirta, Waru, Sidoarjo.
Sebanyak 35 starter ambil bagian dalam seri kedua ini. Sejumlah nama yang sudah dikenal di arena enduro kembali turun, di antaranya Dadan KR, langganan juara, Opi Sofian dari Pangalengan, hingga rider muda Farel Huda yang siap memberikan kejutan.

Delapan kelas dipertandingkan dalam seri kedua ini, yakni WR155R Pro, Advance, Community A, Community B, Hobby, Women, Local, dan YZ Series Open.

Kelas-kelas tersebut membuat persaingan tidak hanya diisi rider berpengalaman. Yamaha juga membuka ruang bagi komunitas, rider lokal, hingga peserta perempuan untuk merasakan atmosfer kompetisi enduro.

General Manager Service and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Johanes Siahaan, mengatakan Yamaha Enduro Challenge dikemas sebagai kegiatan yang menggabungkan kompetisi dengan berbagai aktivitas pendukung.

Penonton dapat mengikuti balapan secara langsung melalui kanal YouTube Yamaha Racing Indonesia, sekaligus menikmati berbagai kegiatan yang disiapkan Yamaha di area event.

"Kami ingin menghadirkan balapan dengan track yang menantang sekaligus acara hiburan yang lengkap bagi masyarakat yang hadir," ujar Johanes.

Di luar lintasan, suasana Graha Tirta juga diisi sejumlah kegiatan. Mulai dari Sunmori, entertainment, servis motor murah, panggung hiburan, door prize, bazar UMKM, hingga berbagai game dan aktivitas keluarga.

Yamaha juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dalam penyelenggaraan seri kedua ini, yakni Yamalube, Kayaba, GS Astra, Pirelli, Ulti X, IRC Tire, Car Gloss, dan Lakoni.
Opening ceremony dan pelepasan balon diawali sambutan oleh Johanes Siahaan, GM Service and Motorsport - YIMM
Rangkaian aktivitas tersebut membuat Yamaha Enduro Challenge tidak hanya berpusat pada persaingan di lintasan. Pengunjung yang datang juga memiliki berbagai pilihan kegiatan selama event berlangsung.

Dari Terabasan ke Lintasan
Di balik ramainya kompetisi, Yamaha ternyata terus mencari format yang paling sesuai untuk Enduro Challenge.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan secara nasional, komposisi kompetisi kini semakin banyak berlangsung di lintasan dibandingkan konsep awal yang lebih mengandalkan terabasan.

Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, mengatakan perubahan tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan pengalaman penyelenggaraan dari tahun ke tahun.

"Kalau dulu porsinya sekitar 70 persen terabasan dan 30 persen track, sekarang justru lebih banyak di track," ujar Wahyu.

Menurutnya, perubahan format tidak hanya berkaitan dengan kompetisi. Yamaha juga mempertimbangkan bagaimana balapan dapat dinikmati penonton sekaligus menghidupkan aktivitas lain di sekitar event.

"Dari sisi exposure untuk penonton dan total aktivitas, akhirnya kami menemukan formula yang lebih tepat untuk mengemas kompetisi, komunitas, brand, sekaligus ekonomi kreatif," katanya.

Format tersebut juga membuat Yamaha Enduro Challenge bisa menjangkau rider dengan latar belakang berbeda.

WR155R

"Yang sudah terbiasa menjadi crosser maupun yang pernah terabasan kami ingin memberikan format baru, sehingga mereka bisa merasakan karakter Yamaha Enduro Challenge yang berbeda," jelas Wahyu.

Karakter lintasan di Sidoarjo pun menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Rider menghadapi berbagai obstacle dengan pola lintasan yang menuntut kontrol dan adaptasi, termasuk sejumlah bagian stop and go.

"Memang ada banyak bagian stop and go, tetapi dengan layout seperti ini kami yakin rider bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda," ujarnya.

Golden Ticket Bawa Rider Luar Jawa ke Sidoarjo
Format kompetisi yang terus berkembang juga membuat peserta datang dari wilayah yang lebih luas.

Pada seri kedua di Sidoarjo, rider dari Jawa dan Kalimantan ikut ambil bagian. Beberapa peserta dari luar daerah kembali hadir setelah mendapatkan golden ticket dari seri pertama.

"Untuk yang dari luar Jawa, ada dari Kalimantan. Mereka yang mendapatkan golden ticket dari seri pertama kami undang kembali untuk mengikuti seri kedua di Sidoarjo," kata Wahyu.

Sementara itu, rider dari Bali belum ambil bagian pada seri kedua.
enduro Sidoarjo
Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi
Kehadiran sejumlah tim dan rider berpengalaman juga memberikan warna tersendiri bagi kompetisi. Yamaha melihat event ini tidak hanya sebagai ajang perebutan hasil balapan, tetapi juga sebagai tempat rider mengasah kemampuan.

"Banyak tim papan atas yang hadir dan menjadikan event ini sebagai bagian dari development fisik mereka. Ini yang ke depan juga bisa terus kami kembangkan," ujar Wahyu.

Sidoarjo Membuka Pasar Berbeda
Pemilihan lokasi juga menjadi bagian penting dari konsep seri kedua. Setelah tahun sebelumnya digelar di Malang, Yamaha membawa kompetisi ke Sidoarjo yang memiliki karakter kawasan perkotaan dan akses lebih dekat dengan konsumen.

Wahyu mengakui jumlah starter di seri kedua mengalami penurunan dibandingkan seri pertama. Namun, menurut dia, lokasi Sidoarjo memberikan peluang untuk menjangkau segmen baru.

"Kalau dibandingkan seri pertama memang ada penurunan. Tetapi untuk market baru, kami melihat seri ini cukup berhasil karena lokasinya berada di kota," katanya.

Lokasi tersebut dinilai memudahkan Yamaha menjangkau komunitas sekaligus konsumen yang berada di sekitar Sidoarjo.

"Dengan lokasi seperti ini, kami bisa lebih masuk ke market. Dari seluruh kekuatan 3S, sales, service, dan spare parts, dampaknya juga terasa," ujar Wahyu.

Bagi Yamaha, dampak penyelenggaraan juga tidak hanya diukur dari jumlah starter. Kehadiran event di kawasan perkotaan membuat aktivitas Yamaha lebih mudah terlihat oleh masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak mengikuti kegiatan enduro.

Tidak Ada Seri Penutup untuk Juara Umum
Meski tahun ini terdapat dua seri, Yamaha tidak menyiapkan seri penutup khusus untuk menentukan satu juara umum.

Wahyu menjelaskan bahwa masing-masing seri memiliki champion sendiri.

"Tidak ada seri penutup untuk menentukan juara umum. Jadi champion ditentukan di masing-masing seri," katanya.

Sementara itu, mengenai kemungkinan membawa para juara ke kompetisi internasional, Yamaha belum memiliki program tersebut.

"Untuk saat ini belum ada. Tetapi kami terus bersama komunitas, terutama teman-teman motocross dan grass track yang melihat aktivitas ini sebagai salah satu barometer," ujar Wahyu.

Menurutnya, hubungan dengan komunitas tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan event. Yamaha melihat semakin banyak rider dari berbagai latar belakang yang tertarik mencoba format enduro.

Tahun Depan Bisa Berpindah Kota
Lalu, apakah Yamaha Enduro Challenge akan kembali ke Sidoarjo tahun depan?

Belum ada kepastian. Yamaha justru membuka kemungkinan membawa event ke kota lain di Jawa Timur.

Wahyu mengatakan konsep berpindah lokasi membuat lebih banyak komunitas mendapatkan kesempatan merasakan kompetisi tersebut.

"Kalau rezekinya ke sini lagi, kami akan keliling. Prinsipnya bagaimana semua bisa merasakan," katanya.

Pengalaman di Pontianak menjadi salah satu contoh. Yamaha berusaha menjangkau sejumlah kabupaten besar agar event tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi.

Untuk Jawa Timur, beberapa daerah dinilai memiliki karakter geografis yang mendukung kegiatan enduro.

"Ke depan bisa saja Mojokerto, Jember, Kediri, atau daerah lain yang secara geografis menunjang," ujar Wahyu.

Dengan demikian, seri kedua di Sidoarjo menjadi bagian dari perubahan format yang dilakukan Yamaha selama lima tahun penyelenggaraan.

Dari kompetisi yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan terabasan, Yamaha kini membawa Enduro Challenge semakin dekat dengan lintasan, penonton, komunitas, dan pasar di kawasan perkotaan.
LihatTutupKomentar

Gandeng Produsen Komponen Lokal, Wuling Motor Lengkapi Pabriknya Dengan Fasilitas Supplier Park

Pabrik PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, kini sudah sia...

close
harga yamaha nmax turbo