iklan jual beli mobil
vario baru

Pabrik Wuling di China Penuh Robot, Kenapa I²MS Belum Masuk Indonesia?

LIUZHOU, CHINA – Pabrik SGMW (SAIC-GM-Wuling) di Liuzhou, China, memperlihatkan tingkat otomatisasi tinggi melalui penggunaan robot dalam berbagai tahapan produksi kendaraan. Namun, teknologi manufaktur pintar yang digunakan di fasilitas tersebut belum dipastikan akan diterapkan di pabrik Wuling Indonesia.
I²MS Wuling Indonesia
I²MS (Intelligent Island Manufacturing System), digunakan Wuling dalam pabrik di Liuzhou sebagai transporter bahan, menggantikan Line Produksi, punya kecerdasan digital.
Teknologi tersebut dikenal sebagai I²MS (Intelligent Island Manufacturing System). Sistem ini menjadi salah satu bagian yang diperkenalkan SGMW saat media dari sejumlah negara ASEAN mengunjungi fasilitasnya di Liuzhou, China, 17–20 September 2026.

Dalam kunjungan langsung ke area produksi, terlihat lengan-lengan robot menjalankan sejumlah proses manufaktur, termasuk pengelasan body. Selain itu, robot berbentuk platform datar digunakan untuk membawa berbagai komponen kendaraan mengikuti jalur yang telah ditentukan.

Aktivitas manusia di area produksi terlihat jauh lebih sedikit dibandingkan robot. Operator lebih banyak menjalankan fungsi pengawasan dan quality control, sementara sejumlah pekerjaan produksi dan perpindahan komponen berlangsung secara otomatis.

Dalam presentasinya, SGMW menyebut I²MS sebagai sistem manufaktur pintar yang mengedepankan Digital-Intelligent Integration, Flexible Customization, Agile Delivery, dan Craftsmanship Quality.

Sistem tersebut diarahkan untuk menghasilkan proses produksi dengan kualitas tinggi, efisiensi tinggi, fleksibilitas tinggi, biaya yang lebih kompetitif serta tingkat keramahan lingkungan yang lebih baik.

Belum Diputuskan untuk Pabrik Indonesia
Lantas, apakah teknologi I²MS yang terlihat di pabrik Liuzhou akan diterapkan di fasilitas SGMW Indonesia?

Deputy Secretary of SGMW OverseasBusiness Department CPC Committee& Compliance Officer, Liu Yan, mengatakan keputusan tersebut belum dibuat.
pabrik SGMW
Deputy Secretary of SGMW OverseasBusiness Department CPC Committee& Compliance Officer, Liu Yan
"Kami sudah membahasnya, tetapi belum diputuskan," kata Liu Yan dalam sesi doorstop bersama media.

Menurut dia, salah satu pertimbangannya berkaitan dengan skala produksi pabrik Indonesia. Fasilitas SGMW di Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 120.000 unit per tahun.

Sementara itu, volume produksi Indonesia saat ini masih berada di kisaran 30.000 unit per tahun, menurut penjelasan Liu Yan.

Kondisi tersebut membuat SGMW perlu menghitung kembali kelayakan investasi apabila teknologi I²MS akan diterapkan di Indonesia.

"Jika kami bisa memproduksi lebih banyak dan mencapai skala yang lebih besar, kami akan mempertimbangkan pengembangan seperti ini," ujarnya.

Liu Yan menjelaskan, penerapan sistem manufaktur seperti I²MS membutuhkan anggaran investasi baru dengan nilai yang tidak kecil. Karena itu, perusahaan perlu terlebih dahulu menghitung kelayakan proyek dari sisi finansial.

Teknologi yang Terlihat Langsung di Pabrik Liuzhou
Pertimbangan tersebut menjadi menarik setelah melihat langsung proses produksi di Liuzhou.

Dalam area produksi yang dikunjungi media, robot tidak hanya digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi seperti pengelasan.
Awak media ASEAN termasuk Otojatim diajak melihat Teknologi I²MS dengan robot di pabrik SGMW Wuling Liuzhou China
Robot pengangkut juga terlihat membawa komponen kendaraan dari satu titik ke titik berikutnya. Jalurnya telah ditentukan sehingga robot dapat bergerak secara otomatis menuju area produksi yang dituju.

Sementara itu, manusia yang berada di dalam area produksi relatif sedikit. Sebagian aktivitas manusia terlihat berkaitan dengan pengawasan proses serta quality control.

SGMW sendiri menempatkan I²MS sebagai bagian dari perkembangan manufaktur generasi baru. Dalam materi presentasinya, sistem tersebut dibandingkan dengan dua tahap perkembangan manufaktur otomotif sebelumnya, yakni lini perakitan Ford pada era 1910-an dan konsep lean manufacturing Toyota pada 1980-an.

SGMW menyebut I²MS sebagai bagian dari generasi ketiga manufaktur otomotif yang dikembangkan perusahaan.

Konsep tersebut diarahkan untuk menghasilkan manufaktur yang lebih fleksibel, sehingga kendaraan dapat diproduksi dengan tingkat penyesuaian yang lebih tinggi.

Indonesia Masih Jadi Basis Penting
Meski belum memastikan penerapan I²MS, Liu Yan sebelumnya menyatakan Indonesia tetap menjadi bagian penting dari perkembangan bisnis Wuling di kawasan.

SGMW mulai mengoperasikan pabrik Indonesia pada 2017. Dalam presentasi perusahaan, Indonesia juga disebut sebagai salah satu basis operasi Wuling di luar China.

Liu Yan mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan ekosistemnya di Indonesia dan menghadirkan lebih banyak produk untuk konsumen lokal.

Dengan demikian, penerapan teknologi manufaktur pintar di Indonesia tidak sepenuhnya tertutup. Faktor yang menjadi pertimbangan saat ini lebih berkaitan dengan skala produksi dan nilai investasi yang diperlukan.

Bila volume produksi meningkat dan pemanfaatan kapasitas pabrik semakin besar, keputusan mengenai penerapan I²MS dapat kembali dipertimbangkan.
LihatTutupKomentar

Gandeng Produsen Komponen Lokal, Wuling Motor Lengkapi Pabriknya Dengan Fasilitas Supplier Park

Pabrik PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, kini sudah sia...

close
harga yamaha nmax turbo