OTOJATIM – GIIAS Surabaya 2026 resmi dibuka di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (26/8/2026). Gelaran tahun ini mencatat rekor baru sebagai penyelenggaraan terbesar dan terlengkap sepanjang sejarah GIIAS Surabaya, dengan area pameran yang diperluas menjadi 15.000 meter persegi.
“Penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2026 kembali mencatatkan rekor terbesar dan terlengkap sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Lewat penambahan satu hall pameran baru di Grand City Convex, pameran tahun ini memanfaatkan total area seluas 15.000 meter persegi,” ujar Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika.
Perluasan area tersebut turut diikuti peningkatan jumlah peserta. GIIAS Surabaya 2026 menghadirkan 37 merek kendaraan bermotor yang mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan sepeda motor. Selain itu, terdapat 25 merek dari industri pendukung otomotif yang ikut meramaikan pameran.
Putu menyebut peningkatan partisipasi tersebut menjadi gambaran kuatnya daya tarik pasar otomotif Jawa Timur. Tahun ini, terdapat 14 merek baru maupun merek yang kembali bergabung dalam GIIAS Surabaya.
Dari total 37 merek kendaraan bermotor, sebanyak 26 merupakan merek kendaraan penumpang. Daftarnya meliputi BAIC, BYD Group, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG.
Sementara untuk kendaraan komersial, Foton menjadi merek yang berpartisipasi. Adapun segmen kendaraan roda dua diisi Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa.
Kehadiran puluhan merek tersebut memperkuat posisi GIIAS Surabaya sebagai salah satu agenda penting bagi industri otomotif di Jawa Timur. Terlebih, wilayah ini memiliki kontribusi besar terhadap pasar kendaraan nasional.
Berdasarkan data penjualan mobil hingga April 2026, Jawa Timur berada di posisi ketiga nasional dengan kontribusi 9,1 persen terhadap total penjualan kendaraan secara nasional.
“Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting bagi penjualan kendaraan nasional, di mana berdasarkan data penjualan mobil hingga April 2026, Jawa Timur secara konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan menyumbang 9,1 persen dari total penjualan nasional,” kata Putu.
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, turut menilai GIIAS memiliki peran penting dalam perkembangan industri otomotif. Menurutnya, pameran tersebut menjadi barometer kondisi industri nasional sekaligus ruang bertemunya inovasi dengan aktivitas ekonomi daerah.
Pemerintah, kata Faisol, optimistis penjualan domestik otomotif dapat melampaui 850.000 unit pada 2026. Ia juga menyoroti pertumbuhan pasar kendaraan ramah lingkungan atau elektrifikasi yang terus berkembang.
GIIAS Surabaya 2026 berlangsung selama lima hari. Pengunjung dapat membeli tiket secara online melalui aplikasi Auto360 dengan harga Rp25.000 untuk weekdays dan Rp40.000 untuk weekend. Tiket on-the-spot tersedia dengan harga Rp35.000 untuk weekdays dan Rp50.000 untuk weekend.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series 2026. Setelah Surabaya, rangkaian berikutnya akan berlangsung di Bandung pada 9–13 September, Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan ditutup di Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026.
![]() |
| GIIAS Surabaya 2026 mencetak rekor baru sebagai penyelenggaraan terbesar dan terlengkap dengan area pameran 15.000 meter persegi serta 37 merek kendaraan. |
Perluasan area tersebut turut diikuti peningkatan jumlah peserta. GIIAS Surabaya 2026 menghadirkan 37 merek kendaraan bermotor yang mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan sepeda motor. Selain itu, terdapat 25 merek dari industri pendukung otomotif yang ikut meramaikan pameran.
Putu menyebut peningkatan partisipasi tersebut menjadi gambaran kuatnya daya tarik pasar otomotif Jawa Timur. Tahun ini, terdapat 14 merek baru maupun merek yang kembali bergabung dalam GIIAS Surabaya.
Dari total 37 merek kendaraan bermotor, sebanyak 26 merupakan merek kendaraan penumpang. Daftarnya meliputi BAIC, BYD Group, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG.
Sementara untuk kendaraan komersial, Foton menjadi merek yang berpartisipasi. Adapun segmen kendaraan roda dua diisi Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa.
Kehadiran puluhan merek tersebut memperkuat posisi GIIAS Surabaya sebagai salah satu agenda penting bagi industri otomotif di Jawa Timur. Terlebih, wilayah ini memiliki kontribusi besar terhadap pasar kendaraan nasional.
Berdasarkan data penjualan mobil hingga April 2026, Jawa Timur berada di posisi ketiga nasional dengan kontribusi 9,1 persen terhadap total penjualan kendaraan secara nasional.
“Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting bagi penjualan kendaraan nasional, di mana berdasarkan data penjualan mobil hingga April 2026, Jawa Timur secara konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan menyumbang 9,1 persen dari total penjualan nasional,” kata Putu.
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, turut menilai GIIAS memiliki peran penting dalam perkembangan industri otomotif. Menurutnya, pameran tersebut menjadi barometer kondisi industri nasional sekaligus ruang bertemunya inovasi dengan aktivitas ekonomi daerah.
Pemerintah, kata Faisol, optimistis penjualan domestik otomotif dapat melampaui 850.000 unit pada 2026. Ia juga menyoroti pertumbuhan pasar kendaraan ramah lingkungan atau elektrifikasi yang terus berkembang.
GIIAS Surabaya 2026 berlangsung selama lima hari. Pengunjung dapat membeli tiket secara online melalui aplikasi Auto360 dengan harga Rp25.000 untuk weekdays dan Rp40.000 untuk weekend. Tiket on-the-spot tersedia dengan harga Rp35.000 untuk weekdays dan Rp50.000 untuk weekend.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series 2026. Setelah Surabaya, rangkaian berikutnya akan berlangsung di Bandung pada 9–13 September, Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan ditutup di Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026.





