OTOJATIM - Pemilik mobil bermesin diesel sering mengeluhkan konsumsi bahan bakar yang mulai boros seiring bertambahnya usia kendaraan. Padahal, penyebabnya tidak selalu berasal dari kualitas BBM. Kondisi mesin yang kurang terawat dapat membuat proses pembakaran bekerja kurang optimal sehingga konsumsi bahan bakar meningkat dan risiko kerusakan komponen ikut membesar.
"Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, dan bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan. Kondisi mesin yang terawat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang. Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan," ujar Mulianto, Tim Brand Owner Pertamina Fastron.
Mesin diesel modern memiliki banyak komponen yang saling berkaitan. Ketika salah satu komponen mengalami penurunan kinerja, efisiensi mesin ikut terpengaruh. Karena itu, perawatan berkala menjadi langkah penting agar performa kendaraan tetap terjaga dan konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Salah satu komponen yang wajib mendapat perhatian adalah filter bahan bakar. Filter berfungsi menyaring kontaminan sebelum solar masuk ke sistem injeksi. Jika kondisinya kotor, suplai bahan bakar dapat terganggu sehingga performa mesin ikut menurun.
Pemilik kendaraan juga dianjurkan menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Bahan bakar dengan spesifikasi yang tepat membantu proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus menjaga komponen sistem injeksi bertekanan tinggi tetap bekerja sesuai fungsinya.
Perawatan berikutnya adalah mengganti oli mesin beserta filter oli secara berkala. Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, melindungi komponen dari keausan, sekaligus mengikat jelaga hasil pembakaran. Sementara itu, filter oli menjaga sirkulasi pelumas tetap bersih agar seluruh komponen mesin bekerja optimal.
Setelah kendaraan menempuh sekitar 20.000 kilometer, saluran injeksi dan ruang bakar disarankan dibersihkan melalui proses purging. Pembersihan menggunakan cairan non-korosif membantu menjaga kualitas pembakaran sehingga performa mesin tetap optimal.
Masih banyak pengemudi yang langsung mematikan mesin setelah perjalanan selesai. Padahal, membiarkan mesin idling selama dua hingga lima menit membantu turbocharger tetap bekerja dalam kondisi ideal sehingga usia pakainya lebih panjang.
Sistem pendingin juga tidak boleh diabaikan. Pengurasan coolant disarankan setelah kendaraan menempuh sekitar 40.000 kilometer. Mesin diesel bekerja pada temperatur tinggi sehingga kondisi sistem pendingin yang prima membantu mencegah overheat dan kerusakan komponen.
Untuk mendukung performa mesin diesel modern, Pertamina Lubricants merekomendasikan penggunaan Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30. Oli fully synthetic dengan spesifikasi ACEA A5/B5 tersebut dirancang memberikan perlindungan pada komponen mesin, menjaga kebersihan mesin, sekaligus membantu mempertahankan efisiensi bahan bakar sesuai karakteristik mesin diesel modern.
![]() |
| Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30 dirancang membantu melindungi mesin diesel modern sekaligus menjaga efisiensi bahan bakar. |
Mesin diesel modern memiliki banyak komponen yang saling berkaitan. Ketika salah satu komponen mengalami penurunan kinerja, efisiensi mesin ikut terpengaruh. Karena itu, perawatan berkala menjadi langkah penting agar performa kendaraan tetap terjaga dan konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Salah satu komponen yang wajib mendapat perhatian adalah filter bahan bakar. Filter berfungsi menyaring kontaminan sebelum solar masuk ke sistem injeksi. Jika kondisinya kotor, suplai bahan bakar dapat terganggu sehingga performa mesin ikut menurun.
Pemilik kendaraan juga dianjurkan menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Bahan bakar dengan spesifikasi yang tepat membantu proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus menjaga komponen sistem injeksi bertekanan tinggi tetap bekerja sesuai fungsinya.
Perawatan berikutnya adalah mengganti oli mesin beserta filter oli secara berkala. Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, melindungi komponen dari keausan, sekaligus mengikat jelaga hasil pembakaran. Sementara itu, filter oli menjaga sirkulasi pelumas tetap bersih agar seluruh komponen mesin bekerja optimal.
Setelah kendaraan menempuh sekitar 20.000 kilometer, saluran injeksi dan ruang bakar disarankan dibersihkan melalui proses purging. Pembersihan menggunakan cairan non-korosif membantu menjaga kualitas pembakaran sehingga performa mesin tetap optimal.
Masih banyak pengemudi yang langsung mematikan mesin setelah perjalanan selesai. Padahal, membiarkan mesin idling selama dua hingga lima menit membantu turbocharger tetap bekerja dalam kondisi ideal sehingga usia pakainya lebih panjang.
Sistem pendingin juga tidak boleh diabaikan. Pengurasan coolant disarankan setelah kendaraan menempuh sekitar 40.000 kilometer. Mesin diesel bekerja pada temperatur tinggi sehingga kondisi sistem pendingin yang prima membantu mencegah overheat dan kerusakan komponen.
Untuk mendukung performa mesin diesel modern, Pertamina Lubricants merekomendasikan penggunaan Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30. Oli fully synthetic dengan spesifikasi ACEA A5/B5 tersebut dirancang memberikan perlindungan pada komponen mesin, menjaga kebersihan mesin, sekaligus membantu mempertahankan efisiensi bahan bakar sesuai karakteristik mesin diesel modern.





