OTOJATIM - Prestasi membanggakan datang dari mahasiswa binaan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim). Tim The Batik Connoisseurs dari Universitas Airlangga berhasil masuk jajaran Top 3 Best Projects Astra Honda SDGs Future Leaders (SFL) 2026 setelah melewati seleksi panjang mulai tingkat regional hingga presentasi nasional. Capaian tersebut lahir lewat gagasan menghidupkan kembali Batik Jetis di Sidoarjo melalui wisata budaya dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami bangga salah satu perwakilan binaan MPM Honda Jatim berhasil meraih Top 3 Astra Honda SDGs Future Leaders 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki kreativitas dan inovasi, tetapi juga kepedulian untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus mendukung lahirnya generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat," ujar Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim, Vinensia Kenanga.
Sebelum melangkah ke tingkat nasional, MPM Honda Jatim lebih dulu menggelar seleksi regional yang diikuti 45 karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Proses seleksi secara daring selama dua hari menghasilkan tiga tim terbaik sebagai wakil wilayah.
Ketiga tim tersebut ialah Langkah Lestari dari Universitas Merdeka Madiun, The Batik Connoisseurs dari Universitas Airlangga, dan IMRT-CLEMEGREEN dari Universitas Jember. Mereka kemudian bersaing dengan perwakilan terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahap nasional, setiap peserta mempresentasikan proyek di hadapan dewan juri. Penilaian dilakukan berdasarkan inovasi, dampak sosial, kesinambungan program, serta peluang implementasi di masyarakat. Hasilnya, The Batik Connoisseurs berhasil menembus posisi tiga besar proyek terbaik Astra Honda SDGs Future Leaders 2026.
Keberhasilan tersebut diraih melalui proyek "Jejak Jetis: Menghidupkan Kembali Warisan Batik Jetis melalui Wisata Budaya dan Pemberdayaan Komunitas." Program ini mengangkat kekayaan budaya Batik Jetis di Sidoarjo sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat. Tim menggabungkan pengembangan wisata budaya, pendampingan bagi para pengrajin, serta aktivitas yang mendorong keterlibatan masyarakat sehingga warisan batik memiliki ruang untuk terus berkembang.
Astra Honda SDGs Future Leaders merupakan program Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bertema "Synergy For Sustainable Impact". Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk merancang sekaligus menjalankan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Yayasan AHM menyediakan apresiasi hingga Rp155 juta berupa pendanaan implementasi proyek terbaik serta pendampingan dari mentor profesional. Skema tersebut memberi kesempatan bagi ide-ide mahasiswa agar dapat diwujudkan dan memberikan dampak lebih luas.
Ketua Tim The Batik Connoisseurs, Kautsar Saleksa, mengatakan pencapaian tersebut lahir dari kerja sama seluruh anggota tim bersama masyarakat yang menjadi mitra pelaksanaan program.
"Kami sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari Top 3 Astra Honda SDGs Future Leaders 2026. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengubah ide menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap inisiatif pelestarian Batik Jetis melalui wisata budaya dan pemberdayaan komunitas ini dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi para pengrajin, serta menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk ikut menjaga warisan budaya Indonesia," ungkap Kautsar Saleksa.
Masuknya The Batik Connoisseurs ke jajaran tiga besar nasional memperlihatkan lahirnya ide-ide kreatif dari kalangan mahasiswa yang berangkat dari potensi daerah. Batik Jetis yang telah lama menjadi identitas budaya Sidoarjo kini memperoleh ruang lebih luas untuk dikenal melalui sentuhan inovasi generasi muda, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
![]() |
| Tim The Batik Connoisseurs dari Universitas Airlangga sukses meraih Top 3 Best Projects Astra Honda SDGs Future Leaders 2026 mewakili binaan MPM Honda Jatim. |
Sebelum melangkah ke tingkat nasional, MPM Honda Jatim lebih dulu menggelar seleksi regional yang diikuti 45 karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Proses seleksi secara daring selama dua hari menghasilkan tiga tim terbaik sebagai wakil wilayah.
Ketiga tim tersebut ialah Langkah Lestari dari Universitas Merdeka Madiun, The Batik Connoisseurs dari Universitas Airlangga, dan IMRT-CLEMEGREEN dari Universitas Jember. Mereka kemudian bersaing dengan perwakilan terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahap nasional, setiap peserta mempresentasikan proyek di hadapan dewan juri. Penilaian dilakukan berdasarkan inovasi, dampak sosial, kesinambungan program, serta peluang implementasi di masyarakat. Hasilnya, The Batik Connoisseurs berhasil menembus posisi tiga besar proyek terbaik Astra Honda SDGs Future Leaders 2026.
Keberhasilan tersebut diraih melalui proyek "Jejak Jetis: Menghidupkan Kembali Warisan Batik Jetis melalui Wisata Budaya dan Pemberdayaan Komunitas." Program ini mengangkat kekayaan budaya Batik Jetis di Sidoarjo sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat. Tim menggabungkan pengembangan wisata budaya, pendampingan bagi para pengrajin, serta aktivitas yang mendorong keterlibatan masyarakat sehingga warisan batik memiliki ruang untuk terus berkembang.
Astra Honda SDGs Future Leaders merupakan program Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bertema "Synergy For Sustainable Impact". Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk merancang sekaligus menjalankan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Yayasan AHM menyediakan apresiasi hingga Rp155 juta berupa pendanaan implementasi proyek terbaik serta pendampingan dari mentor profesional. Skema tersebut memberi kesempatan bagi ide-ide mahasiswa agar dapat diwujudkan dan memberikan dampak lebih luas.
Ketua Tim The Batik Connoisseurs, Kautsar Saleksa, mengatakan pencapaian tersebut lahir dari kerja sama seluruh anggota tim bersama masyarakat yang menjadi mitra pelaksanaan program.
"Kami sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari Top 3 Astra Honda SDGs Future Leaders 2026. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengubah ide menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap inisiatif pelestarian Batik Jetis melalui wisata budaya dan pemberdayaan komunitas ini dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi para pengrajin, serta menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk ikut menjaga warisan budaya Indonesia," ungkap Kautsar Saleksa.
Masuknya The Batik Connoisseurs ke jajaran tiga besar nasional memperlihatkan lahirnya ide-ide kreatif dari kalangan mahasiswa yang berangkat dari potensi daerah. Batik Jetis yang telah lama menjadi identitas budaya Sidoarjo kini memperoleh ruang lebih luas untuk dikenal melalui sentuhan inovasi generasi muda, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.





