OTOJATIM - Wuling Aira EV infonya akan segera dijual di Indonesia dengan harga yang sangat menggoda. Memang @Arviansyah23 selaku penulis artikel ini dan penguji kendaraan profesional serta tim Otojatim belum mendapatkan info valid mengenai harga tersebut.
Namun disinyalir untuk tipe termurah, Wuling Aira EV bakal dibanderol sekitar Rp100 juta kecil atau ada kemungkinan di Rp150 jutaan. Meski demikian setelah melihat langsung mobilnya di diler Wuling ARISTA Kalimalang Saya berharap harga jualnya bakal lebih rendah dari angka tersebut.
Tapi tetap saja, Wuling Aira EV menurut penulis siap dijadikan Your First Car Electric Vehicle (EV) atau malah mobil pertama buatmu. Lantas, apa saja yang harus disiapkan sebelum memilih Aira EV sebagai mobil pertama?
Pertama yang harus disiapkan adalah knowladge, atau pengetahuan seputar mobil listrik. Hal yang harus diketahui dari mobil yang akan dibeli adalah berapa besar baterai serta colokannya jenis apa. Ini penting agar langkah selanjutnya yang disiapkan bisa lebih tepat lagi.
Untuk diketahui kapasitas baterai Wuling Aira EV adalah 25,1 kW atau setara dengan 25.100 Watt. Jenis soket colokan untuk mengisi ulang daya mobil ini Combined Charging System 2 (CCS2), yang merupakan standar konektor pengisian daya kendaraan listrik yang menggabungkan colokan AC Tipe 2 untuk pengisian lambat (normal) dan dua pin DC tambahan untuk pengisian super cepat.
Lantas pengetahuan selanjutnya adalah apa mobil sudah support Fast Charging, dan mendukung untuk arsitektur listrik hingga berapa Volt? Di Wuling Aira EV sudah mendukung pengisian daya cepat tersebut serta mampu diisi daya dengan besaran arus hingga sekitar 115 Volt.
Hal kedua yang harus disiapkan adalah menyediakan Home Charger atau Wall Charger. Belum ada informasi apakah pembelian Wuling Aira EV mendapat bonus Wall Charger, harapannya sih sudah jadi bonus mengingat Wall Charger berkualitas baik di pasaran itu harganya cukup lumayan.
Ambil contoh, mengutip dari Kompas.com di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sempat menampilkan estimasi harga paket lengkap Home Charging Services (HCS) Ultima yang bisa diakses melalui aplikasi PLN Mobile.
Berdasarkan informasi yang tertera di brosur, total biaya pemasangan home charging bervariasi tergantung merek dan spesifikasi perangkat yang dipilih. Secara umum, total estimasi biaya berada di kisaran belasan hingga lebih dari Rp 20 juta. Rincian estimasi biaya per merek:
- ABB Obsidian: Rp 15,8 juta
- Autel: Rp 17,8 juta
- Delta: Rp 18,7 juta
- Zhida: Rp 20,4 juta
- ABB Terra: Rp 21,1 juta
Angka tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah komponen biaya. Rinciannya meliputi harga unit charger, biaya penyambungan (BP), biaya pemasangan charger, biaya supervisi NIDI, biaya pengantaran, biaya aktivasi charger, penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Harga unit charger menjadi komponen terbesar dalam struktur biaya tersebut. Nilainya bervariasi, mulai dari sekitar Rp 5 jutaan hingga lebih dari Rp 10 jutaan, tergantung merek dan kapasitas. Sementara biaya pemasangan dan komponen administratif lainnya umumnya berada di kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Hal ini memberi gambaran bahwa biaya pemasangan home charging bukan hanya soal membeli perangkat, tetapi juga mencakup proses instalasi dan penyesuaian kelistrikan rumah. Dalam beberapa kasus, konsumen juga perlu melakukan penambahan daya listrik agar instalasi dapat berjalan optimal dan sesuai standar keamanan.
Rincian estimasi biaya ini sekaligus menjadi bentuk edukasi bagi calon pengguna kendaraan listrik. Selain harga kendaraan, konsumen perlu memperhitungkan biaya infrastruktur pendukung di rumah sebagai bagian dari Total Cost of Ownership sebuah kendaraan listrik.
Mengapa pemasangan Home Charger ini penting? Sebab akan percuma sebuah mobil listrik dimiliki jika tidak dicharge dari rumah, memasang Home Charger dimaksudkan agar kepemilikan mobil makin praktis. Jika hanya mengandalkan kabel mobile charging tentu pengisiannya jadi lebih lama.
Sebab kecepatan pengisian kabel mobile charging sangat terbatas. Bandingkan dengan dengan Home Charging yang umumnya bisa mengisi daya hingga 7,7 kW alias 7.700 Watt. Ini membuat pengecasan bisa semakin cepat dilakukan dan kembali lagi menambah kepraktisan penggunaan mobil listrik seperti Aira EV yang sudah support Fast Charging.
Jadi itulah hal-hal yang harus disiapkan sebelum meminang Wuling Aira EV, baik sebagai mobil tambahan, mobil pengganti, mobil EV pertama, bahkan mobil pertama. Kira-kira berapa ya harga Wuling Aira EV? Semoga trim termurah bisa di bawah Rp100 juta ya untuk mendobrak angka psikologis mobil baru, seperti yang sudah dilakukan oleh Geng Sunter lebih dari dua dekade silam.






.jpeg)


