iklan jual beli mobil

Mobil Bintang 5 Punya Risiko Kematian Jauh Lebih Rendah, Indonesia Siapkan Sistem Rating Keselamatan Sendiri

OTOJATIM - Kecelakaan lalu lintas masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Di tengah tingginya angka korban jiwa setiap tahun, sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam Konferensi Keselamatan Jalan Raya (KEJAR) 2026 mengungkap bahwa rating keselamatan kendaraan dapat memberikan dampak besar terhadap peluang selamat penggunanya saat terjadi kecelakaan.
Dokumentasi peliputan jurnalis Otojatim saat preparasi uji tabrak kendaraan (ASEAN NCAP) di Laboratorium PC3 MIROS Malaysia (2023). Kini Indonesia menatap kehadiran IDRS untuk tugas serupa, menjadi lembaga pemeringkat keselamatan kendaraan.
"Star rating adalah instrumen transparansi yang memaksa perubahan dari dua arah sekaligus, mendorong produsen kendaraan dan pengelola infrastruktur untuk berinovasi demi peringkat lebih tinggi, sekaligus memberdayakan konsumen dan pembuat kebijakan dengan informasi yang dapat ditindaklanjuti," tulis Wildi Kusumasari dari Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan dan Universitas Indonesia dalam makalah berjudul Ketika Bintang Menyelamatkan Nyawa: Urgensi Sistem Star Rating dalam Kebijakan Keselamatan Jalan.

Dalam penelitiannya, Wildi menyebut kecelakaan lalu lintas menyebabkan lebih dari 1,19 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia. Indonesia sendiri mencatat lebih dari 25 ribu korban meninggal dunia setiap tahun, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan pengendara sepeda motor.

Di tengah kondisi tersebut, sistem star rating dinilai mampu menjadi jembatan antara data teknis keselamatan yang rumit dengan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Penilaian bintang memungkinkan konsumen mengetahui tingkat perlindungan kendaraan sebelum melakukan pembelian.

Data yang dikutip dalam penelitian itu menunjukkan hasil yang mencolok. Studi komparatif Euro NCAP 2022 menemukan kendaraan dengan rating bintang lima memiliki risiko kematian penumpang hingga 85 persen lebih rendah dibanding kendaraan yang tidak menjalani pengujian keselamatan.

Temuan lainnya menunjukkan setiap kenaikan satu tingkat bintang berkorelasi dengan penurunan risiko cedera serius hingga 25 persen. Program NCAP di Eropa bahkan disebut telah berkontribusi menyelamatkan lebih dari 78 ribu nyawa selama dua dekade penerapannya.

Efek serupa juga terlihat pada infrastruktur jalan. Data Vaccines for Roads 2022 yang dikutip dalam penelitian menunjukkan peningkatan rating jalan dari satu bintang menjadi tiga bintang berpotensi mengurangi angka fatalitas hingga 60-70 persen.

Menurut Wildi, fakta tersebut menunjukkan bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh perilaku pengemudi. Sistem transportasi yang dirancang dengan standar keselamatan tinggi juga memiliki pengaruh besar terhadap risiko korban jiwa ketika kecelakaan terjadi.

Temuan itu sekaligus menjadi salah satu alasan lahirnya Indonesian Road Safety Rating (IDRS), sistem penilaian keselamatan yang mulai dikembangkan untuk kondisi Indonesia. Kehadiran IDRS diharapkan mampu menghadirkan informasi keselamatan yang lebih mudah dipahami sekaligus mendorong peningkatan standar keselamatan kendaraan dan infrastruktur jalan.
Dalam makalah terpisah yang dipresentasikan pada KEJAR 2026, peneliti Badan Kebijakan Transportasi Happy Cola Mitra Surya menjelaskan bahwa IDRS memanfaatkan mekanisme rating sebagai instrumen informasi bagi masyarakat.

"IDRS memanfaatkan mekanisme rating untuk mendorong peningkatan keselamatan melalui pilihan konsumen dan kompetisi pasar," tulis Happy Cola Mitra Surya dalam kajiannya mengenai Indonesian Road Safety Rating.

Melalui sistem tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat membandingkan tingkat keselamatan kendaraan dengan lebih mudah sebelum membeli. Pada saat yang sama, produsen kendaraan akan memiliki dorongan untuk meningkatkan perlindungan produknya demi memperoleh penilaian yang lebih tinggi.

"Keselamatan jalan bukan tentang siapa yang paling berhati-hati di jalan raya. Ini tentang apakah sistem yang kita rancang cukup manusiawi untuk memaafkan kesalahan manusia," tulis Wildi.

Karena itu, rating keselamatan tidak lagi dipandang sebagai angka teknis yang hanya dipahami kalangan tertentu. Bagi konsumen, informasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan penting saat memilih kendaraan. Bagi industri, sistem rating menjadi pendorong peningkatan standar keselamatan. Sementara bagi Indonesia, pengembangan IDRS menjadi langkah awal untuk menghadirkan sistem penilaian keselamatan yang lebih relevan dengan karakteristik lalu lintas nasional.

Unduh Paper Konferensi Keselamatan Jalan Raya 2026
LihatTutupKomentar

Demi Menarik Pembeli, Yamaha Luncurkan 12 Aksesoris Original All New Vixion

Berikut beberapa aksesoris All New Vixion Jakarta, Otojatim.com – Yamaha secara resmi meluncurkan 11 aksesoris All New Vixion dan All ...

close
harga yamaha nmax turbo