OTOJATIM - Buat kamu yang ingin mencari mobil listrik pertama bisa pantengin artikel ini hingga tuntas. Karena @Arviansyah23 selaku penulis dan penguji mobil baru berpengalaman akan memberikan guidance di artikel Otojatim ini mengenai pilihan mobil listrik pertama tersebut.
Hal pertama yang jadi concern (perhatian) adalah budget, maksimal uang yang dikeluarkan secara cash adalah Rp240 juta. Dan kondisinya harus gress alias baru keluar dari pabrik atawa bukan mobil second hand. Lantas Agen Pemegang Merek (APM)-nya serta aftersales pun harus jelas.
Meski harga yang disajikan pada artikel komprasai mini ini termasuk terjangkau, namun mobil tetaplah sebuah mobil. Bisa rusak dan aftersales serta garansi dan jaminan dari pabrikan merupakan penentu yang membuat konsumen dapat merasakan peace of mind.
Jadi jangan harap mobil Tiongkok atau dari negara manapun yang statusnya impor via aplikasi jual beli China seperti Alibaba dan semacamnya bisa masuk di sini. Pada intinya harus jelas semuanya. Lantas apa saja pilihan mobil listrik pertama tersebut? Mari simak ulasan ini hingga tuntas.
1. SERES E1
Penantang pertama dari Wuling Air ev ini tampil dengan format yang hampir mirip dengan Air ev. Micro Electric Vehicle (EV) ini dibanderol sekitar Rp189 jutaan (trim B-Type).
Kapasitas baterai E1 13,8 kWh untuk tipe B dan 16,8 kWh di trim L-Type. Dua jenis kapasitas baterai ini menyalurkan tenaga ke motor listrik di roda belakang dengan tenaga 30 kW dan torsi 100 NM.
SERES E1 ini punya maximum Range atau jarak optimum di angka 180 KM pada tipe B-Type serta 220 KM di trim L-Type.
Asyiknya SERES E1 yang punya empat pilihan warna menarik ini sudah dirakit di Indonesia di pabrik milik PT Sokonindo Automobile. Sehingga untuk ketersediaan parts harusnya tak perlu khawatir.
2. BYD Atto 1
'Raja' mobil listrik asal Tiongkok juga bermain di kelas under Rp240 jutaan ini. Bahkan untuk tipe termurahnya BYD Atto 1 Standard banderolnya hanya Rp199 juta.
Dengan banderol harga yang sangat kompetitif, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobilitas listrik yang lebih ekonomis.
Kapasitas baterai Atto 1 Standard sama persis dengan trim Dynamic yakni 30,08 kWh dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
Menariknya, meski harganya kompetitif ia tetap dibekali dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Dengan model empat pintu + satu pintu bagasi ia menawarkan kemudahan keluar-masuk penumpang yang lebih baik dibandingkan rivalnya di artikel ini yang bermodal 3 pintu.
3. Wuling Air EV
Bisa dibilang Air EV merupakan model dari Wuling yang pertama kali mendobrak pasar mobil listrik kelas Micro EV di Tanah Air. Tepatnya sejak tahun 2022.
Model ini langsung mencuri perhatian tidak hanya berbekal dengan modelnya yang tidak biasa. Namun juga ketepatan dan riset jitu dari tim produk dan perencanaan Wuling Indonesia.
Diketahui oleh @Arviansyah23 saat itu Wuling Indonesia melakukan riset serius terhadap keinginan konsumen di Indonesia mengenai sebuah mobil listrik.
Air EV bisa sukses di pasar Tanah Air salah satunya berkat riset pasar yang dilakukan tim perencaan produk Wuling. Air EV Standard dilengkapi baterai 17,3 kWh jarak maksimum 200 kilometer.
4. Changan Lumin
Pendatang paling baru di kelas Micro EV yang layak untuk jadi mobil listrik pertama buat kamu ini hadir dengan paket yang sempurna. Seolah ia mengeliminir segala kekurangan pada rival pendahulunya.
Changan Lumin yang dijual dengan harga Rp222 juta (On-The Road DKI Jakarta) ini punya 5 pilihan warna menarik yakni Wheat Yellow, Sakura Pink, Moss Green, Foggy White, dan Magpie Gray.
Untuk penggerak Lumin menggendong baterai berkapasitas 28,8 kWh untuk kemudian di salurkan ke motor listrik di bagian depan yang tenaganya 35 kW dan torsi 83 NM.
Meskipun @Arvianysah23 belum mendapat kesempatan mencoba tes jalan langsung mobil ini untuk pengujian yang proper karena masih antri unit tesnya, namun pada impresi singkat Saya berani bilang bahwa kualitas buatan interior mobil ini mantap dan yang terbaik di antara para kompetitornya.
5. VinFast VF3
Penantang di kelas Micro EV tak hanya dari daratan China saja. Tapi juga menyebar hingga ke Indochina, tepatnya negara Vietnam.
Vietnam yang tidak punya sejarah pengembangan mobil yang signifikan tiba-tiba muncul menjadi kuda hitam dengan brand VinFast. Negara yang terkenal dengan kelezatan kopinya itu mengandalkan VF3.
Sebuah Micro Car EV bergaya Sport Utility Vehicle mini yang beda dari kompetitor lainnya. Berbekal baterai 18 kWh, penggerak roda belakang dengan tenaga dinamo mencapai 40 HP dan torsi 110 nm.
Hebatnya ketika dicoba oleh Saya, handling mobil ini terbaik di antara rivalnya di atas. Dengan harga Rp156 jutaan (opsi baterai berlangganan) dan Rp230 jutaan (opsi kepemilikan baterai), model ini bisa jadi pertimbangan menarik. Hanya saja dari pengujian Saya, mobil ini agak meragukan durabilitasnya.
6. Geely EX2
Bila budget kamu mentok di Rp240 juta dan ingin mobil yang nikmat dikemudikan sehar-hari serta range nya paling jauh di antara semua pilihan maka Geely EX2 adalah model yang pas untuk kamu!
Desainnya dinamis dan mudah diterima oleh konsumen pria maupun wanita, serta interiornya juga minimalis tapi mudah untuk diadaptasi oleh pengguna baru sekalipun.
Baterai di lantai mobil ini berkapasitas 40,8 kWh yang menyalurkan listriknya ke dinamo dengan kekuatan 85 kW dan torsi 150 nm di roda belakang.
Fun to drive mobil ini menjadi terbaik di antara semua mobil yang disebutkan di sini. Bukan hanya karena penggerak roda belakang (RWD), tapi juga distribusi bobot yang optimal, serta balutan ban LingLong 15 inch yang oke punya grip maupun traksinya.




.jpeg)



