OTOJATIM – Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat jadi perhatian serius PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim). Distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT ini menggelar pelatihan Emergency Response Team (ERT) di dua titik operasional, yakni Malang dan Surabaya, dengan melibatkan langsung Dinas Pemadam Kebakaran setempat.
“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama bagi kami. Melalui pelatihan Emergency Response Team ini, kami ingin membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan agar dapat bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat. Harapannya, risiko dapat diminimalkan dan keselamatan seluruh tim tetap terjaga,” ujar Rita Djohar, HCGS Division Head MPM Honda Jatim.
Pelatihan berlangsung pada 2 April 2026 di MPM Basuki Rahmat Malang, lalu berlanjut pada 7 April 2026 di MPM Simpang Dukuh Surabaya. Pesertanya berasal dari berbagai divisi operasional yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kondisi darurat, terutama kebakaran di lingkungan kerja.
Materi yang diberikan tidak sebatas teori. Peserta diajak memahami klasifikasi kebakaran, mengenali potensi risiko di area kerja, hingga langkah awal penanganan saat api mulai muncul. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran juga turun langsung memberi panduan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar efektif saat dibutuhkan.
Suasana pelatihan makin intens saat sesi praktik dimulai. Peserta mencoba langsung memadamkan api skala kecil dengan pendampingan petugas profesional. Simulasi evakuasi juga digelar untuk memastikan setiap karyawan paham jalur penyelamatan diri dan prosedur yang harus dijalankan tanpa panik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional MPM Honda Jatim. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran turut memberi apresiasi atas langkah perusahaan yang aktif meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bahaya kebakaran.
Program serupa sudah dijalankan di sejumlah titik sebelumnya. Dalam waktu dekat, pelatihan lanjutan dijadwalkan berlangsung di MPM Sedati pada 22 April 2026. Agenda ini memperkuat sistem tanggap darurat di lingkungan kerja.
Lewat pelatihan ini, MPM Honda Jatim ingin memastikan setiap karyawan memiliki respons cepat dan terkoordinasi saat kondisi darurat terjadi. Tujuannya jelas, menjaga keselamatan tim sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tetap produktif.
![]() |
| Karyawan MPM Honda Jatim saat mengikuti simulasi pemadaman api dalam pelatihan Emergency Response Team di Surabaya. |
Pelatihan berlangsung pada 2 April 2026 di MPM Basuki Rahmat Malang, lalu berlanjut pada 7 April 2026 di MPM Simpang Dukuh Surabaya. Pesertanya berasal dari berbagai divisi operasional yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kondisi darurat, terutama kebakaran di lingkungan kerja.
Materi yang diberikan tidak sebatas teori. Peserta diajak memahami klasifikasi kebakaran, mengenali potensi risiko di area kerja, hingga langkah awal penanganan saat api mulai muncul. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran juga turun langsung memberi panduan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar efektif saat dibutuhkan.
![]() |
| pelatihan emergency response team mpm honda jatim simulasi pemadaman api |
Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional MPM Honda Jatim. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran turut memberi apresiasi atas langkah perusahaan yang aktif meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bahaya kebakaran.
Program serupa sudah dijalankan di sejumlah titik sebelumnya. Dalam waktu dekat, pelatihan lanjutan dijadwalkan berlangsung di MPM Sedati pada 22 April 2026. Agenda ini memperkuat sistem tanggap darurat di lingkungan kerja.
Lewat pelatihan ini, MPM Honda Jatim ingin memastikan setiap karyawan memiliki respons cepat dan terkoordinasi saat kondisi darurat terjadi. Tujuannya jelas, menjaga keselamatan tim sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tetap produktif.





