OTOJATIM - Peringatan Hari Bumi dimanfaatkan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) untuk menggeber berbagai program lingkungan yang berjalan konsisten dari tahun ke tahun. Fokusnya jelas: menjaga ekosistem, menekan dampak lingkungan, dan melibatkan banyak pihak mulai dari konsumen hingga pelajar.
“Komitmen terhadap lingkungan bukan hanya momentum sesaat, melainkan bagian dari langkah berkelanjutan perusahaan. Melalui berbagai inisiatif ini, kami ingin memberikan dampak positif sekaligus mengajak seluruh stakeholder untuk berperan aktif dalam menjaga bumi, sebagai wujud sinergi bagi negeri,” ujar Vinensia Kenanga, Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim.
Langkah paling terlihat datang dari program penanaman mangrove. Kegiatan ini rutin digelar di sejumlah wilayah pesisir seperti Banyuwangi hingga Nusa Tenggara Timur. Angkanya tidak kecil. Lebih dari 100.000 bibit mangrove sudah ditanam. Tujuannya menjaga garis pantai sekaligus membantu meredam dampak perubahan iklim.
Gerakan lain juga berjalan lewat program “One Sales One Seed”. Program ini mulai digulirkan sejak 2022. Setiap aktivitas penjualan diikuti dengan penyaluran bibit tanaman ke konsumen. Hingga saat ini, jumlahnya sudah menembus lebih dari 50.000 bibit. Pola ini membuat konsumen ikut terlibat langsung dalam penghijauan.
Di lingkungan internal, pengelolaan limbah juga jadi perhatian. Program “From Waste to Worth” dijalankan dengan melibatkan karyawan. Sampah anorganik dipilah lalu disalurkan ke bank sampah binaan. Saat ini ada tiga bank sampah yang menjadi mitra. Sementara limbah organik diolah secara mandiri di lingkungan kerja.
Pengurangan emisi juga masuk dalam agenda rutin. Konsumen yang datang ke bengkel resmi bisa melakukan uji emisi. Ini menjadi langkah sederhana yang berdampak langsung pada kualitas udara. Di sisi lain, edukasi lingkungan terus digencarkan lewat kunjungan industri dan pembinaan sekolah. Setiap tahun, lebih dari 10.000 peserta terlibat dalam program ini.
Rangkaian program tersebut menunjukkan arah yang konsisten. Aktivitas tidak berhenti di satu momen, tetapi berjalan dalam berbagai lini. Mulai dari pesisir, konsumen, karyawan, hingga dunia pendidikan. Ke depan, MPM Honda Jatim memastikan program serupa akan terus dikembangkan agar dampaknya makin luas.
![]() |
| Penanaman mangrove menjadi salah satu program rutin MPM Honda Jatim dalam menjaga ekosistem pesisir. |
Langkah paling terlihat datang dari program penanaman mangrove. Kegiatan ini rutin digelar di sejumlah wilayah pesisir seperti Banyuwangi hingga Nusa Tenggara Timur. Angkanya tidak kecil. Lebih dari 100.000 bibit mangrove sudah ditanam. Tujuannya menjaga garis pantai sekaligus membantu meredam dampak perubahan iklim.
Gerakan lain juga berjalan lewat program “One Sales One Seed”. Program ini mulai digulirkan sejak 2022. Setiap aktivitas penjualan diikuti dengan penyaluran bibit tanaman ke konsumen. Hingga saat ini, jumlahnya sudah menembus lebih dari 50.000 bibit. Pola ini membuat konsumen ikut terlibat langsung dalam penghijauan.

Di lingkungan internal, pengelolaan limbah juga jadi perhatian. Program “From Waste to Worth” dijalankan dengan melibatkan karyawan. Sampah anorganik dipilah lalu disalurkan ke bank sampah binaan. Saat ini ada tiga bank sampah yang menjadi mitra. Sementara limbah organik diolah secara mandiri di lingkungan kerja.
Pengurangan emisi juga masuk dalam agenda rutin. Konsumen yang datang ke bengkel resmi bisa melakukan uji emisi. Ini menjadi langkah sederhana yang berdampak langsung pada kualitas udara. Di sisi lain, edukasi lingkungan terus digencarkan lewat kunjungan industri dan pembinaan sekolah. Setiap tahun, lebih dari 10.000 peserta terlibat dalam program ini.
Rangkaian program tersebut menunjukkan arah yang konsisten. Aktivitas tidak berhenti di satu momen, tetapi berjalan dalam berbagai lini. Mulai dari pesisir, konsumen, karyawan, hingga dunia pendidikan. Ke depan, MPM Honda Jatim memastikan program serupa akan terus dikembangkan agar dampaknya makin luas.




