Jet Darat Perancis: Ferrari Gagal Total Di Paul Richard

FIA

 Otojatim- 31 derajat celcius, itulah suhu di sirkuit Paul Richard selama gelaran balap F1 Perancis pada 24 Juli lalu.Balapan  yang menguras stamina pebalap dan ban ini malah menjadi balapan terakhir negeri menara Eifel dalam gelaran F1 dikarenakan kontrak antara penyelenggara dengan Formula One Management berakhir tahun ini. Balapan ini sayangnya menjadi malapetaka untuk kubu Ferrari dimana kedua pebalapnya gagal total memberikan poin penuh untuk kubu kuda jingkrak. Seperti apa rangkuman singkatnya, mari kita ulas di Jet Darat.

Pembesut Ferrari, Charles Leclerc memimpin berjalannya awal balapan GP Prancis, dengan pembesut Red Bull, Max Verstappen menempel ketat di belakangnya, hingga Verstappen masuk pit lebih awal untuk mencoba undercut Leclerc, namun Ferrari tidak langsung memutuskan untuk memasukkan Leclerc ke pit di lap selanjutnya Lalu, pada akhirnya di lap 18, Leclerc mengalami spin di tikungan 11 dan menabrak tembok, dengan pembalap Monako tersebut tidak bisa memundurkan mobilnya, membuat dirinya terpaksa keluar dari balapan.

Leclerc sendiri percaya itu bukanlah masalah mekanis mobil, namun memang murni kesalahan dirinya. Pembalap Ferrari tersebut merasa bahwa dirinya tidak layak untuk menjadi juara dunia jika terus membuat kesalahan. "Tidak, itu bukan [masalah mekanis], atau setidaknya saya belum tahu apakah itu. Tapi, tidak, sepertinya tidak, itu hanya murni kesalahan," jelas Leclerc seperti dikutip dari Motorsport

“Jelas itu sangat membuat frustrasi. Saya merasa seperti saya tampil di level tertinggi dalam karir saya sejak awal musim, tetapi tidak ada gunanya tampil di level setinggi itu jika saya melakukan kesalahan itu. “Saya pikir ada 32 poin secara keseluruhan (yang saya buang karena kesalahan), dengan 25 (poin) hari ini saya pikir kemungkinan kami akan menang hari ini karena kami cepat. “Dan tujuh (poin) di Imola dengan kesalahan saya, jadi pada akhir tahun kami akan menghitung mundur, dan jika ada 32 poin yang hilang maka saya tahu itu datang dari saya dan saya tidak pantas menjadi juara. "Tetapi untuk paruh kedua kejuaraan saya harus mengatasi hal-hal itu jika saya ingin menjadi juara dunia."

Sialnya lagi, Carlos Sainz yang merupakan rekan satu tim Leclerc harus terkena hukuman 5 detik karena petugas pit melepaskan pebalap Spanyol dengan tergesa-gesa dan hampir menabrak mobil Williams yang masuk pit. Sainz yang hendak melakukan perlawanan dengan Sergio Perez (Red Bull) untuk posisi ketiga harus masuk pit dan ia memilih tidak. Meski melakukan pit, Sainz tercecer setelah keluar pit dan mampu bangkit meskipun

Anak dari pereli bernama sama ini finish kelima di belakang Perez. Meski sedikit frustasi karena tidak diberi kesempatan untuk bertahan sampai finis dan kehilangan posisi podium, Sainz mengaku bisa memahami strategi yang diberikan oleh timnya yang bermain aman dan harus percaya pada data yang ada. Di depan, Max Verstappen berjalan tanpa lawan hingga pebalap Red Bull ini memenangkan lomba terakhir di perhelatan GP Perancis itu. Dibelakangnya, Lewis Hamilton yang merupakan musuh bebuyutannya finish kedua bersama rekan setimnya di Mercedes, George Russel. Dengan ini, Verstappen semakin jauh memperlebar jaraknya menjadi 63 poin dari Charles Leclerc (Verstappen 233 poin, Leclerc 170). Angka 170 membuat Sergio Perez bersiap menyalip Leclerc jika pembesut Ferrari ini gagal finish lagi di 10 balapan tersisa. Pada klasemen konstruktor, Mercedes bisa memangkas jarak dari Ferrari di tempat kedua (Red Bull 396, Ferrari 314) dan Alpine sukses mengkudeta McLaren dari posisi empat klasemen (Alpine 93,Mclaren 89).



LihatTutupKomentar
close
cicilan yamaha dp 0