-->

Reli Monako: Ogier Raih Kemenangan Ke-50 Sekaligus Kedelapan Di Monako


Otojatim- Balap reli dunia (WRC) 2021 adalah edisi terakhir untuk dua hal. Antara lain, sejak 1990`an kejuaraan reli ini menggunakan format mobil balap reli yang kebanyakan berformat grup (grup A/S) dan memiliki wujud mobil sedan atau hatchback bermesin 4 silinder  segaris dengan turbo berkapasitas 1600 cc.

Tahun depan, 2022 akan menjadi tahun ditetapkannya regulasi baru bernama Rally1. Rally1 sendiri menggunakan format mesin V8 berkapasitas 4500 cc dengan motor listrik berdaya 134 dk. Belum diketahui tenaga mesin V8 yang akan dihibridasi tapi tenaganya kurang lebih hampir sama dengan mesin 4 silinder segaris.

Soal keamanan, pabrikan yang ikut serta akan membuat sasis purwarupa berdasarkan spek jalanan dari mobil balapnya untuk mengurangi biaya daripada mengembangkan sasis baru untuk dicocokkan pada model jalanannya.

Regulasi ini akan menemani regulasi Rally2 yang sudah lebih dulu diperkenalkan tahun ini dengan format mobil jalanan bermesin 4 silinder 1600 cc turbo.

Seri Monako sebagai seri perdana yang digelar pada 21-25 Januari menjadi seri Monako terakhir untuk Sebastian Ogier. Pereli tuan rumah ini sudah mengoleksi 7 kali juara dunia (2013-2018, 2020) dengan 50 kali kemenangan dan 85 podium.

Pereli yang pernah memperkuat Citroen, Volkswagen dan Ford ini sudah mengikuti 157 kali balapan dengan total 596 kemenangan di semua special stage (SS). Pereli dengan total poin 2337 ini menyatakan pensiun dari dunia reli di akhir musim ini setelah mengikuti balapan dengan tim Toyota.

Pereli yang lahir 17 Desember ini merayakan kemenangan ke-50 dalam kariernya sekaligus kedelapan di Monako (kemenangan perdana 2009, 2014-2019 dan 2021).

Dalam reli yang berjarak 257 km dengan 13 SS itu, Ogier sendiri merajai balapan dengan total waktu 2:56:33.7. Ia bersama rekan setimnya, Elfyn Evans dari Toyota merajai podium 1-2 di reli yang bergulir di Monte Carlo itu. 

Kesulitan dengan medan reli yang berubah-ubah, Thierry Neuville berhasil berada di posisi ketiga. Pereli Hyundai ini menggagalkan dominasi 1-2-3 Toyota setelah mengasapi pereli muda Toyota, Kalle Rovanpera. Kalle merupakan anak dari Harry Rovanpera yang dulu berlaga sejak 1993-2006 dengan keikutsertaan 111 kali di reli dunia.

Kalle menjuarai WRC2 (kelas feeder) di 2019 dengan 5 kali kemenangan, 2 kali posisi kedua dan 3 kali posisi ketiga. Tahun lalu, ia mengikuti kelas utama dengan menempati posisi kelima klasemen melalui 1 kali podium di reli Swedia.

Reli ini resmi menggugurkan Teemu Suninen, pereli Ford ini masuk jurang di awal balapan dan ia tidak bisa mengikuti balapan dikarenakan kerusakan fatal pada mobilnya. Sementara Ott Tanak harus menerima kenyataan pahit dimana mobilnya  tidak layak jalan.

Pereli Hyundai ini sejatinya sudah apes dimana dirinya mendapati pecah ban setelah menghajar gundukan jalanan. Steward langsung merespon kalau mobilnya tak laik jalan karena kedua ban yang dipakai (dua ban depan) sudah hancur dan ban serep miliknya tidak bisa menolong. Pereli Estonia ini dinyatakan gagal finish dan tidak mampu mengikuti reli lagi.

Di klasemen pereli, Ogier memimpin dengan 30 poin disusul Elfyn Evans dengan 21 poin dan Thierry Neuville dengan 17 poin. Di klasemen sementara pabrikan, Toyota memimpin dengan 52 poin disusul Hyundai dengan 30 poin dan Ford dengan 10 poin.

Tahun ini, reli Finlandia akan bergulir dua kali yakni pada 26-28 Februari dengan nama reli arktik dan 29 Juli- 1 Agustus. Reli Arktik sendiri menggantikan slot reli Swedia akibat negaranya masih terkena pandemik dan reli ini berjarak 260 km berlokasi di Rovaniemi, Lapland. (BER)
LihatTutupKomentar
close