-->
close

Membesut Honda Alpha Tauri, Pierre Gasly Raih Juara F1 GP Itali di Monza

Otojatim - Minggu 6 September 2020, merupakan tanggal yang dikenal sebagai hari tersial bagi Ferrari dimana tim asal Italia ini gagal meraih gelar juara dan hasil terbaik di Sirkuit Monza yang merupakan seri kandang sekaligus jilid pertama  dari 3 balapan Grand Prix Italia (Monza di tanggal 6, Mugello di tanggal 13 dan Imola di tanggal 1 November).


Selama 2020, Ferrari dikenal memiliki kesialan dikarenakan Sebastian Vettel dan Charles Leclerc mengeluhkan mobil SF1000 sebagai mobil terlemah yang pernah diciptakan oleh tim dengan lambang kuda jingkrak ini.

Balapan dimulai dengan relatif normal, dengan Max Verstappen dari Red Bull menempati posisi ketujuh setelah bertarung dengan Lance Stroll (Racing Point) di lap pembukaan dan memberi tekanan pada Valtteri Bottas (Mercedes) di depan. Lebih jauh ke belakang, Pierre Gasly berada di posisi kesepuluh dan Daniil Kvyat yang sama-sama dari Alpha Tauri menempati kesebelas, sementara Alex Albon (Red Bull) tidak beruntung setelah sempat bersenggolan dengan Pierre di Tikungan 1.

Daniil telah memulai dengan ban keras dibandingkan dengan ban lunak untuk tiga mobil lainnya dan ditempatkan dengan baik di urutan kesebelas pada awal, karena lap pembukaan melihat Alex menyalip Charles Leclerc. Sial untuk Vettel, rekan setim Leclerc  ini gugur akibat remnya blong dan bagian rem belakang sebelah kiri nampak mengeluarkan api sehingga pebalap Jerman itu masuk pit untuk mengakhiri balapan lebih awal.

Scuderia AlphaTauri kemudian melakukan strategi antisipasi yang sangat baik dengan membawa Pierre masuk ke dalam ban keras ketika Kevin Magnussen berhenti di trek, menyusul dan bergabung kembali sebelum periode Safety Car yang membuat jalur pit ditutup untuk sementara waktu karena posisi Haas.

Langkah itu memberikan ruang untuk Pierre ke urutan ketiga di jalan setelah sisa lap bisa berhenti, termasuk Max, Daniil dan Alex. Tetapi balapan segera dihentikan karena Leclerc mengalami kecelakaan besar di tengah jalan. Malapetaka terjadi ketika juara dunia bertahan sekaligus rekan setim Bottas, Lewis Hamilton masuk pit ketika lampu merah tanda dilarang masuk pit diabaikan.

Bersama Antonio Giovinazzi, Hamilton mendapat hukuman 10 detik masuk pit dan iapun kesal sehingga dirinya mencoba untuk membatalkan hukuman dengan mendatangi ruangan steward namun tidak bisa karena aturannya sudah mutlak.

Tim diizinkan untuk mengganti ban pada saat itu dengan Pierre di urutan ketiga beralih ke ban medium baru pada lap 26, sementara Max dan Daniil menggunakan ban medium dan Alex menggunakan ban bekas. Balapan dimulai kembali dengan standing start dan Pierre segera melaju ke depan dari garis untuk menempati posisi kedua.

Dengan 26 lap tersisa, Pierre mempertahankan posisi di depan sementara Max harus mundur karena terdapat masalah pada power unit. Pierre terus menjaga ritme balapnya sementara disaat bersamaan ia harus menjaga posisinya dari Carlos Sainz Jr yang semakin mendekati dirinya sejak 15 lap terakhir. Pierre sempat masuk jangkauan DRS.

Namun ia mampu menjaga posisinya dan juga tidak membuat kesalahan di bawah tekanan besar dari Carlos. Ia berhasil melewati garis finish dengan keunggulan 0,4 detik untuk meraih kemenangan pertama F1 yang cukup mengejutkan, dan tentunya kemenangan pertama bersama AlphaTauri.

Pada 12 tahun lalu, tim ini juga meraih kemenangan melalui Sebastian Vettel saat masih menggunakan mesin V8 Ferrari dan masih bernama Toro Rosso.  Kemenangan ini membuat Alpha Tauri sudah mengantongi 2 kemenangan sejak bergabung di F1 sejak 2006  (Alpha Tauri menggantikan nama Toro Rosso di tahun ini)

Pierre memimpin balapan dan menahan tekanan yang luar biasa sebelum akhirnya berhasil menyentuh garis finis pertama. Kemenangan ini menjadi semakin istimewa karena ini merupakan Grand Prix kelima puluh tim ini  yang sudah bekerjasama bersama Honda.

Kemenangan ini juga sangat penting karena ini adalah pertama kalinya kemenangan diraih oleh tim papan tengah sejak dimulainya era Hybrid Formula 1 pada tahun 2014. Hal menarik lainnya adalah empat kemenangan yang diraih oleh Honda selama dua tahun terakhir dengan Aston Martin Red Bull Racing yang menjadikan Honda sebagai satu-satunya pabrikan PU yang telah mendukung dua tim berbeda untuk meraih kemenangan di era Hybrid.

Angka 164 poin tetap membuat Lewis Hamilton memimpin klasemen pebalap dan Bottas menemaninya di posisi kedua dengan 117 poin menggusur Verstappen yang harus puas finish tanpa poin karena kerusakan mesin sehingga ia hanya berselisih 7 poin (110 poin) dari Bottas. Mercedes sudah selangkah lagi menjadi juara dunia konstruktor karena mereka mengumpulkan 281 poin disusul Red Bull dengan 158 poin dan Mclaren dengan 98 poin. (BER)
LihatTutupKomentar