-->
close
harga batu koral

F1 Inggris Bagian 2: Verstappen Juara, Racing Point Kena Denda

 

Honda Racing

Otojatim – Max Verstappen dari tim Aston Martin Red Bull Racing berhasil meraih kemenangan lewat strategi balap yang sempurna pada peringatan balap seri 70 tahun F1 Grand Prix (atau lebih dikenal sebagai balapan kedua GP Inggris) di Sirkuit Silverstone, Inggris.

Max Verstappen memulai balapan dari posisi keempat dengan ban keras. Selepas start, Max dapat langsung melaju ke posisi ketiga dan kemudian berupaya menekan dua mobil Mercedes yang berada di depannya.Max melakukan pit stop pertamanya untuk mengganti ban pada akhir lap ke 26, dan muncul tepat di belakang pemimpin Valtteri Bottas dan kemudian berhasil mengambil posisi terdepan di tikungan Luffield.

Max meningkatkan kecepatannya tepat saat Lewis Hamilton masuk pit stop terakhirnya sehingga Max dapat mengambil alih posisi terdepan hingga akhir balapan. Max berhasil finis pertama sementara rekan satu timnya, Alex Albon juga berhasil menyelesaikan balapan diposisi kelima, naik empat tingkat dari posisi start nya. Alex menggunakan ban medium pada awal pertandingan dan beralih menggunakan ban keras pada lap ke-6, melakukan gerakan menyalip dengan sangat baik sebelum mengganti set ban keras lainnya pada lap 30 dan berhasil melewati Lance Stroll untuk posisi kelima dengan hanya dua lap tersisa.

Tiga dari empat mobil bertenaga Honda juga berhasil mendapatkan point dimana pembalap Scuderia Alpha Tauri - Daniil Kyvat pada lap 35 berhasil naik ke urutan kesepuluh untuk mengamankan posisi kesepuluh. Sementara itu, Pierre Gasly yang memulai pertandingan dari posisi 7 tidak mendapatkan poin dan harus puas finis di posisi ke-11, tepat di belakang rekan setimnya.

Toyoharu Tanabe sebagai Technical Director Honda F1 mengatakan, “Sungguh luar biasa dapat meraih kemenangan pertama kami musim ini pada perlombaan peringatan 70 tahun F1 yang istimewa ini, di lintasan kandang Aston Martin Red Bull Racing, yang juga sangat dekat dengan markas kami di Milton Keynes. Hal ini juga memiliki makna besar bagi kami, karena hanya beberapa hari yang lalu, pada tanggal 5 Agustus adalah hari peringatan kematian pendiri kami, Soichiro Honda, yang meninggal pada tahun 1991, menjadikannya kemenangan yang lebih emosional. Kami tahu sejak Jumat bahwa balapan ini akan berat, karena trek terasa lebih lembut dari minggu sebelumnya di trek yang sama. Tetapi berkat strategi yang luar biasa dan kemampuan Max, kami dapat meraih kemenangan ini. Alex memulai dari posisi ke-9 tetapi dapat melaju dengan baik, sementara Daniil datang dari belakang menuju urutan ke-10 sehingga kami mendapatkan poin tambahan. Pierre telah menunjukkan kecepatan yang bagus sepanjang akhir pekan, namun strateginya tidak berhasil untuknya, tetapi saya yakin dia akan segera mendapatkan hasil yang layak nantinya. Sekarang, seperti biasa, kami akan terus bekerja keras untuk mencoba dan mendapatkan lebih banyak kemenangan.”

Dalam balapan ini, Hamilton meraih podium ke-155 atau setara dengan legenda hidup Michael Schumacher dan ia masih memimpin klasemen pebalap dengan 107 poin diikuti Verstappen dengan 77 poin dan Bottas dengan 73 poin. 

Hingga saat ini, Tim Aston Martin Red Bull Racing tetap pada posisi kedua klasemen konstruktor dengan perolehan 113 poin dan tim Racing Point meraih 56 poin. Adapun Mercedes masih memimpin dengan 180 poin. Racing Point sendiri didenda sebesar 400 ribu Euro dan pengurangan 15 poin konstruktor karena melanggar regulasi, yaitu komponen "brake duct" belakang mereka terbukti ilegal. Hukuman ini dijatuhkan untuk mobil yang turun di GP Styria, namun untuk GP Hongaria dan GP Inggris hanya berupa peringatan saja. Menurut hasil investigasi FIA, bagian "brake duct" depan termasuk legal. Kenapa? Karena desain "brake duct" mobil RP20 sama dengan desain mobil musim lalu, RP19. Desain bagian ini sebenarnya juga berdasarkan data CAD dari komponen Mercedes W10, namun karena sudah digunakan sejak musim lalu, jadi tidak ada masalah.

.Yang menjadi masalah adalah desain "brake duct" bagian belakang. Desainnnya berbeda dari musim lalu, karena perbedaan rangka aerodinamika antara RP19 dan W10. Namun untuk mobil musim 2020, Racing Point memutuskan untuk menggunakan data CAD dari mobil Mercedes W10 untuk diaplikasikan ke desain "brake duct" mobil RP20 musim ini. Padahal, regulasi musim ini bagian tersebut menjadi bagian yang harus didesain sendiri oleh tim. Dan karena terbukti bahwa desain "brake duct" bagian belakang berdasarkan data CAD dari Mercedes W10 dan dibuat sedemikan rupa, maka itu dinyatakan ilegal oleh FIA.

FIA dalam pernyataan resminya menuliskan bahwa fokus pelanggarannya adalah terletak pada proses desain komponen "brake duct" itu sendiri. Racing Point mendapat keuntungan berupa waktu yang lebih cepat dan pengeluaran uang yang minimal daripada tim lain.

LihatTutupKomentar