Formula E Meksiko: Kemenangan Perdana Mitch Evans Di Musim 2019-2020

FIA


Otojatim (Meksiko)- Seri Keempat gelaran Formula E 2019/2020 digelar di sirkuit permanen Hermanos Rodiguez yang sering dipakai untuk balap F1. Berbeda dari seri terdahulu, penyelenggara memanjangkan sirkuit dengan jarak 2,6 km (dipanjangkan 0,5 km dari layout sebelumnya yang hanya 2,1 km) dan Zona Attack Mode berada di tikungan ke-11 dan ke-12. Di Autodromo Hermanos Rodriguez, tuan rumah E-Prix Mexico City, dua chicane yang ada, yakni sebelum Foro Sol dan menjelang tikungan terakhir dihilangkan mulai musim ini, menyusul beberapa balapan yang berantakan musim lalu karena adanya sebuah chicane.

Dominan sejak awal lomba, Mitch Evans berhasil memenangi seri keempat sekaligus meraih kemenangan perdana di musim balap 2019-2020. Pebalap Jaguar ini mengalahkan Antonio Felix Da Costa dari Techeetah dan Sebastian Buemi dari E Dams. Sebenarnya Evans merasa kesal karena layout aslinya diubah padahal justru itu hal yang paling ia senangi disana. "Aku selalu menyenangi sebuah chicane, mungkin musim lalu agak sulit, mungkin mereka membuat menyalip lebih sulit. Tapi aku tidak melihat aksi yang berantakan (karena adanya chicane tersebut) jadi menurutku tidak perlu dihilangkan. "Sangat tidak menyenangkan jika harus dihilangkan karena aku merasa (chicane) itu adalah sesuatu yang penting dari sirkuit jalanan." "Semoga ini demi kebaikan semua dan layout yang ini akan menguntungkan namun kami belum tahu hingga balapan dimulai." tutup Evans.

DS Techeetah, yang kedua mobilnya berhasil finis kedua (Antonio Felix da Costa) dan keempat (Jean-Eric Vergne), sempat berseteru soal strategi dan team order di E-Prix Mexico City akhir pekan kemarin. Jean-Eric Vergne sempat meminta jalan ke rekannya jelang akhir balapan. Meski sempat dikabulkan, namun giliran Da Costa mengeluh karena ia lebih cepat dan punya baterai lebih banyak. Keduanya bertukar kembali satu lap kemudian dan Da Costa berhasil menyalip Buemi untuk posisi kedua.

Pasca E-Prix Mexico City, Da Costa menyanjung kerjasama dengan rekan setimnya."Baik aku maupun JEV merencanakan balapan dengan baik dan bisa meraih banyak posisi. Kami sempat bermain sebagai ... tim namun para engineer kami tahu apa yang mereka lakukan."."Aku lebih cepat dari dia (Vergne) dan dia membiarkanku lewat dengan mudah hingga bisa mengejar Seb (Buemi). Menurutku itu adalah fair play yang baik darinya." ujar Da Costa dikutip dari Motorsport Weekly.

Sementara Vergne sendiri tidak terlalu menyenangi strategi timnya yang tidak konsisten."Sangat jelas bahwa timku memikirkan solusi terlalu lama dan (Da Costa) mampu mengambil energi (dari regenerasi) lebih banyak dariku." ujar sang Juara 2 kali dikutip dari Autosport."Setidaknya dia (Da Costa) mencetak banyak poin untuk tim namun menurutku strateginya masih tidak benar."

Kepala Tim DS Techeetah, Mark Preston, masih bingung bagaimana mengelola kedua pembalapnya yang kecepatannya mirip."Sulit, kami punya dua pembalap yang selalu berdempetan. Jelas beberapa hal tidak berjalan di Santiago dan kami masih memikirkan strategi terbaik.". "Di F1 atau balapan lain, mereka punya strategi ban atau yang mirip-mirip itu. Di Formula E, pada akhirnya strateginya akan sama."."Mereka seakan memberi kami eksperimen apa yang harus dilakukan kedepannya. Mereka sangat jelas bekerja keras.". "Aku tidak memikirkan kemenangan tapi kedua pembalap kami bisa saja naik podium." ujar pria yang pernah bekerja di Arrows, McLaren, dan Super Aguri F1 Team tersebut.

Evans meninggalkan Meksiko dengan 47 poin di klasemen pebalap diikuti Alexander Sims dengan 47 poin dan Da Costa dengan 39 poin. Di klasemen pabrikan BMW memimpin dengan 71 poin diikuti Jaguar dengan 57 poin dan Mercedes dengan 56 poin.
LihatTutupKomentar